uTorrent Menggunakan CPU Anda Secara Tersembunyi

Informasi mengenai: “uTorrent menggunakan cpu Anda tanpa diketahui oleh penggunanya” ini cukup santer dikalangan pengguna jaringan peer-to-peer. Pengguna uTorrent mendapatkan bahwa tiba-tiba saja komputernya melambat karena penggunaan proses cpu yang tinggi. Ternyata melambatnya komputer disebabkan oleh tools cryptocurrency minner atau yang lebih dikenal sebagai bitcoin mining. Aplikasi bitcoin minning ini disisipkan pada versi update terbaru dari uTorrent secara diam-diam tanpa diketahui oleh penggunanya. Sehingga selain sebagai aplikasi torrent client, uTorrent juga dimanfaatkan oleh developernya untuk menambang bitcoin menggunakan sumber daya cpu Anda.

uTorrent Menggunakan CPU Anda Tanpa Disadari

Dengan lebih dari 150 juta pengguna uTorrent yang digunakan di seluruh dunia, tools malware dari pihak ketiga yang disisipkan pada installer uTorrent tersebut diketahui disebut sebagai Epic Scale. Tentu saja banyak pengguna yang mungkin tidak memperhatikannya. Ada sisipan kode malware yang secara tidak sengaja terinstall pada saat Anda mengupdate versi uTorrent terbaru (versi 3.4.2), atau saat Anda baru saja menginstalnya pada komputer Anda. Hal ini pertama kali dilaporkan di forum uTorrent. Pihak developer uTorrent pun mengkonfirmasinya, bahwa aplikasi ini tidak akan diinstall tanpa izin. Tetapi disisi lain, pengguna mengklaim bahwa mereka tidak pernah mendapatkan peringatan tentang hal tersebut walaupun mereka memilih untuk tidak menginstalnya.

Agar tidak mudah dicurigai, sepertinya uTorrent menggunakan cpu Anda saat komputer dalam keadaan idle. Dan beberapa informasi menyebutkan bahwa software dari pihak ketiga yang terinstall cukup sulit untuk di-uninstall. Ditambah lagi, kebanyakan pengguna komputer di Indonesia pada umumnya malas membaca. Bukankah begitu? Tentu saja, hal ini cukup mudah dibuktikan setiap menginstall sesuatu di komputer selalu klik “Next – Next – Next – dan seterusnya”. Yang penting cepat beres dan bisa langsung digunakan. (Baca juga: Minat Baca Masyarakat di Indonesia Pada Umumnya Sangat Rendah).

uTorrent Menggunakan CPU Anda Secara Tersembunyi - Epic Scale Cryptocurrency

Sisipan Kode-kode Jahat Pada uTorrent dan Aplikasi Torrent Client Closed Source Lainnya

Dari kejadian ini, tentunya kita mendapat sebuah pelajaran berharga yaitu: “Apabila terdapat aplikasi sejenis yang open source dengan fungsi dan keunggulan yang sama, untuk apa Anda masih menggunakan aplikasi proprietary?” Perlu diketahui bahwa aplikasi proprietary umumnya bersifat closed source, artinya Anda tidak bisa melihat source code dari aplikasi tersebut. Dengan demikian Anda tidak dapat mengetahui, apa saja kode-kode yang disisipkan pada aplikasi tersebut.

Mungkin Anda pernah ingat juga sebelumnya bahwa uTorrent menginstall adware dan lebih jauh lagi sebelum hal itu pernah terdapat isu bahwa uTorrent juga pernah disisipi kode yang bisa dikategorikan sebagai spyware. Hal lainnya diluar aplikasi uTorrent, mungkin Anda juga pernah membaca informasi mengenai aplikasi torrent client closed source seperti Thunder, Xunlei, dan sejenisnya, dimana pernah disisipkan source code semacam botnet. Sehingga suatu saat aplikasi ini dapat berfungsi sebagai tools DDoS yang sewaktu-waktu dapat diremote dan digunakan untuk menyerang jaringan internet yang menjadi targetnya.

Kode-kode jahat atau malware yang disisipkan misalnya adware, spyware, atau botnet dalam aplikasi freeware yang bersifat proprietary tentu saja ditujukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi bagi pembuatnya. Privasi dan keamanan dalam penggunaan torrent menjadi berkurang karena hal-hal tersebut. Mungkin saja Anda tidak berpikir sampai jauh kesana, jadi umumnya masalah tersebut tidak Anda pedulikan.

 

Leave a Reply