Sistem COD Dalam Jual Beli Online

Istilah COD atau Cash on Delivery mungkin merupakan hal yang masih asing bagi yang baru saja mengenal dunia internet dan transaksi jual beli online. Sistem COD dalam jual beli online memang sebuah metode yang paling diminati oleh pembeli. Sebab pada dasarnya istilah COD diartikan sebagai membayar barang pesanan pada saat barang sudah ditangan pembeli.

Sistem COD dalam jual beli online juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Sama halnya seperti sistem rekber atau rekening bersama dan sistem transaksi jual beli lainnya. Di website lainnya sudah banyak artikel yang menjelaskan manfaat, keuntungan dan kerugian sistem COD dalam jual beli online. Akan tetapi umumnya lebih banyak yang menjelaskan dari sudut pandang pembeli saja.

Disini saya akan menjelaskan keuntungan dan kerugian sistem COD dalam jual beli online dari 2 sudut pandang yang berbeda. Berdasarkan pengalaman yang selama ini saya dapatkan ketika melakukan transaksi online. Baik sebagai seorang pembeli maupun sebagai penjual.

Kelebihan Sistem COD Dalam Jual Beli Online: Dari Sudut Pandang Pembeli

Dari kacamata pembeli, sistem COD dalam jual beli online merupakan pilihan transaksi yang paling banyak diminati. Sebab banyak kelebihan yang didapatkan oleh pembeli. Diantaranya adalah:

  • Transaksi relatif lebih aman dari tindakan penipuan
  • Sebab dalam sistem COD, penjual dan pembeli akan bertemu secara langsung di waktu dan lokasi yang sudah disepakati oleh keduanya. Dengan bertransaksi di lokasi yang cukup ramai tentunya akan mengurangi rasa cemas dan was-was saat anda bertransaksi.

  • Pesanan bisa dilihat dan diperiksa secara langsung oleh pembeli
  • Apabila sesuatu yang dipesan melalui sistem COD adalah sebuah barang fisik, maka pembeli bisa memeriksanya secara langsung di lokasi pertemuan. Pembeli dapat memeriksa apakah barang yang ditawarkan sudah sesuai seperti yang dideskripsikan oleh penjualnya. Misalnya: kualitas bahan, model, warna dan lainnya. Juga bisa diperiksa kuantitasnya apakah sudah sesuai dengan jumlah yang dipesan.

  • Waktu dan lokasi transaksi yang relatif fleksibel
  • Pembeli bisa menentukan waktu dan lokasi untuk bertransaksi secara COD, apabila penjualnya melayani sistem COD dalam jangkauan yang luas dengan waktu yang panjang. Misalnya apabila Anda sebagai pembeli setiap harinya selalu melewati lokasi X, maka transaksi bisa dilakukan di sekitar lokasi tersebut. Selain bisa “sekalian jalan”, pembeli juga tidak menanggung beban dan resiko apapun.

Kekurangan Sistem COD dari Sudut Pandang Pembeli

Namun selain ada keuntungan mungkin ada pula kekurangannya. Terutama dari sisi kemudahan dan kepraktisannya bagi pembelinya. Namun hal ini sifatnya relatif bergantung pada kondisi antara pembeli dan penjualnya.

  • Keterbatasan jangkauan layanan COD
  • Tidak semua penjual bisa melayani seluruh lokasi COD sekalipun masih dalam satu kota yang sama. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, misalnya saja lokasi yang terlalu jauh, kepadatan lalu lintas di jam tertentu, atau faktor cuaca.

  • Keterbatasan waktu layanan COD
  • Begitu pula halnya dengan waktu pelayanan COD yang terbatas. Misalnya penjual tidak beroperasi di hari sabtu dan minggu, atau hanya melayani COD sampai jam tertentu saja. Sehingga pembeli harus dapat meluangkan waktunya untuk dapat melakukan pesanan secara COD.

Penjual yang sedang kebanjiran pesanan dari transaksi melalui online pun mungkin biasanya akan lebih diutamakan, karena biasanya pembayaran sudah langsung diselesaikan. Sama halnya seperti penjual yang juga memiliki toko fisik, mereka akan lebih mengutamakan pelanggan yang datang langsung ke tokonya.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem COD dari Sudut Pandang Penjual

Sistem COD dalam jual beli tidak terlalu banyak memberikan keuntungan bagi penjualnya. Terutama untuk penjual yang juga memiliki sebuah toko fisik. Dimana pada umumnya transaksi secara langsung lebih banyak terjadi dari pembeli yang datang ke tokonya.

Banyak resiko yang mungkin akan dihadapi oleh penjual yang menggunakan sistem COD. Antara lain adalah berkurangnya kesempatan penjual untuk bisa mendapatkan transaksi yang lebih mudah praktis dan lebih sedikit resikonya.

Misalnya saja transaksi yang berasal dari penjualan melalui e-commerce (apabila penjual juga melayani dagangannya secara online) ataupun transaksi secara langsung melalui pembeli yang datang ke tokonya.

Keuntungan yang didapatkan oleh penjual dari sistem COD adalah mendapatkan sebuah kepercayaan dari pembelinya. Mungkin pembeli juga akan memberikan sebuah testimonial karena merasa puas dengan produk atau layanan yang ditawarkan oleh penjual tersebut. Namun hal tersebut hanya didapatkan ketika transaksi sudah benar-benar terjadi. Dan pembeli merasa puas dengan layanan dan produk yang ditawarkan oleh penjualnya

Ketika seorang penjual yang memiliki toko fisik, namun pembeli tetap hanya ingin bertransaksi secara COD, maka ada kemungkinan kalau pembeli tersebut tidak menaruh rasa percaya terhadap penjualnya. Padahal dalam metode jual beli apapun, transaksi hanya akan terjadi ketika ada kesepahaman dan juga rasa saling percaya antara pembeli dan penjualnya.

Kerugian yang mungkin diderita oleh penjual yang menggunakan sistem COD diantaranya adalah:

  • Penjual mendapatkan sebuah tanggung jawab untuk memenuhi kewajibannya
  • Penjual sudah lebih dahulu memikul sebuah tanggung jawab yaitu memegang kepercayaan dari pelanggan, saat penjual tersebut memenuhi permintaan COD dari pembelinya. Apabila kewajiban tersebut tidak dapat dipenuhi, maka penjual kehilangan kepercayaan dari pembeli tersebut.

  • Penjual menanggung sebuah beban tambahan
  • Beban tambahan yang ditanggung oleh penjual yaitu harus menyediakan waktu, tenaga, dan juga biaya tambahan. Semakin banyak waktu yang terbuang untuk melayani COD, maka akan semakin besar pula penjual kehilangan kesempatan untuk mendapatkan transaksi yang berasal dari pembeli lainnya yang bertransaksi melalui metode lainnya.

    Yaitu transaksi yang didapatkan dari pembeli yang langsung datang ke toko, ataupun pembeli yang melakukan transaksi melalui market place atau rekber. Sebab transaksi dari market place atau rekber biasanya akan dikirimkan via jasa ekspedisi. Penjual lebih mudah mengatur jadwal kapan harus melayani pembeli dan kapan harus mempacking dan mengirimkan pesanan yang sudah masuk.

Mempertimbangkan Transaksi Sistem COD Dalam Jual Beli

Apabila usaha jual beli Anda sudah cukup ramai pembeli, baik pembeli yang datang langsung ke toko Anda maupun yang melalui online marketplace. Maka, sebagai penjual Anda harus dapat mempertimbangkan kembali untuk melayani transaksi jual beli melalui COD. Diantaranya seberapa besar nilai transaksinya dan juga apakah Anda memiliki waktu dan tenaga untuk dapat melayani COD.

Besarnya nilai transaksi yang terjadi melalui penjualan dengan sistem COD sangatlah penting. Sebab apabila nilai transaksinya lebih sedikit ketimbang transaksi yang diperoleh dari penjualan dengan metode lain, maka sistem COD tidak menguntungkan untuk Anda. Selain profit yang didapatkan lebih sedikit, banyak waktu dan tenaga akan terbuang.

Oleh karena itu sebaiknya Anda bisa mempertimbangkan untuk menentukan jumlah minimum pemesanan yang dapat Anda layani melalui sistem COD. Jangan sampai waktu dan tenaga Anda terbuang percuma hanya untuk melayani transaksi dalam jumlah yang sedikit. Sekalipun dalam transaksi COD tersebut Anda bisa menyuruh pegawai Anda yang melayaninya.

Akan tetapi lain halnya apabila usaha jual beli Anda masih belum terlalu ramai. Sistem COD dalam jual beli bisa menjadi salah satu metode yang cukup efektif untuk menarik minat pelanggan.

Mengurangi Resiko Sistem COD Dalam Jual Beli

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa sistem COD dalam jual beli cukup sering beresiko bagi penjualnya. Sehingga ada beberapa cara yang mungkin dapat ditempuh untuk memperkecil resiko kerugian akibat kegagalan transaksi melalui sistem COD.

  • Membuat kesepakatan dengan pembeli
  • Sebelum Anda menenerima permintaan COD ada baiknya Anda membuat kesepakatan dengan calon pembeli. Ini memang bukan hal yang mudah, terutama apabila menghadapi calon pelanggan baru yang mungkin hanya sedikit menaruh kepercayaan terhadap Anda.

    Berikan pemahaman dan jelaskan bahwa Anda juga memiliki toko fisik, memiliki sebuah website dan mencantumkan alamat jelas yang dapat dikunjungi di website Anda. Cobalah menanyakan kepada calon pembeli tersebut, apa alasannya ingin bertransaksi dengan Anda melalui COD. Sarankan agar calon pembeli tersebut dapat datang langsung ke toko Anda untuk bertransaksi secara langsung apabila masih kurang yakin.

  • Uang Muka atau DP (Down Payment)
  • Walaupun transaksi akan dilakukan secara COD, sebagai penjual Anda pun tetap perlu mendapatkan jaminan kepastian dari calon pembeli Anda. Belajar dari pengalaman pahit penjual lainnya, calon pembeli tidak datang tepat waktu sesuai dengan kesepakatan. bahkan ada pula yang tidak datang di lokasi yang telah disepakati bersama.

    Tentu saja disini Anda akan mengalami kerugian waktu, biaya dan tenaga. Sementara di pihak pembeli tidak ada beban tanggungan apapun. Oleh karena itu sekalipun Anda menyetujui untuk bertransaksi dengan calon pelanggan Anda secara COD, mintalah sejumlah uang muka/DP sebagai tanda persetujuan.

    Sehingga Anda sebagai penjual memiliki kewajiban untuk mengantarkan pesanan yang diminta. Sedangkan calon pembeli juga memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan dari penjual. Dengan adanya uang muka yang telah dibayarkan, maka dipastikan bahwa calon pelanggan tersebut memang serius hendak bertransaksi dengan Anda.

Dengan demikian resiko sistem COD dalam jual beli dari sisi penjual bisa diminimalisir. Sebab pelanggan yang tidak serius, hanya main-main, atau niat “ngerjain” penjualnya tidak akan pernah setuju dengan kesepakatan semacam itu.

Hal diatas adalah pengalaman saya yang didapatkan selama saya melayani transaksi secara COD dan juga ditambah pengalaman dari rekan sesama penjual yang sudah sering melakukan transaksi dengan pelanggannya secara COD. Mudah-mudahan dengan sepenggal tulisan diatas, Anda bisa menerapkan sistem cod dalam jual beli yang lebih fair dari sudut pandang kedua belah pihak.

 

Leave a Reply