Sekilas Tentang Torrent Serta Isu Terhadap Masalah Keamanan dan Privasi (Part.1)

Torrent atau yang lebih dikenal dengan istilah BitTorrent adalah sebuah protokol P2P(peer-to-peer) yang menghubungkan komputer untuk terhubung dengan komputer lainnya untuk mengirim atau menerima data melalui sebuah pusat server yang disebut dengan tracker.

Sesuai dengan namanya, tracker tidak menyimpan data atau file pada server, namun tracker hanya bertugas untuk mengatur koneksi tiap-tiap peernya. Untuk mendownload atau mengupload sebuah file melalui protokol BitTorrent, memerlukan aplikasi khusus yang mendukung protokol P2P yang disebut BitTorrent client.

Mengenai istilah-istilah yang digunakan seputer masalah torrent/p2p dapat dilihat disini.

Beberapa Pemahaman Yang Kurang Tepat Mengenai Torrent.

Perbandingan antara jumlah seeder dan leecher, dimana jumlah seeder semakin banyak maka torrent dapat didownload dengan cepat. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena pada aplikasi Bittorrent client tertentu saat proses download berlangsung juga melakukan proses upload, jadi leech dapat berfungsi sebagai seeder.

Pernyataan itu sebenarnya sebuah pembodohan, banyak sumber-sumber menuliskan hal tersebut, terutama yang hanya sekedar copy paste. Ok, saya memberikan gambaran berikut:

Kondisi 1
Dalam suatu peer ada 5 seeder dan 50 leecher, kelima seeder tersebut memiliki koneksi internet gigabit karena menggunakan dedicated box, dan 50 leecher lainnya memiliki koneksi rata-rata 1 Mbps.

Kondisi 2
Dalam suatu peer ada 50 seeder dan 1 leecher, kelima puluh seeder tersebut kebetulan semuanya hanya memiliki koneksi internet rata-rata 56 kbps (mungkin semuanya dari Indonesia hehe :p, dan 1 leecher tersebut memiliki koneksi rata-rata 1 Mbps.

Kamu pintar matematika? Ok, dari 2 kondisi diatas, kita bisa memperkirakan bila kita bergabung disana untuk mendownload, mana yang lebih cepat seandainya kita memiliki koneksi 1 Mbps.

Faktor yang menentukan cepat atau tidaknya proses mendownload torrent bukan hanya jumlah seed dan peer saja, bukan hanya seberapa besar kemampuan uplink bandwidth yang dimiliki seeder, tetapi masih banyak faktor lain yang menentukan, seperti aplikasi yang digunakan untuk BitTorrent yang memiliki metode-metode tertentu, lokasi dari seed dan peer juga dapat menentukan cepat atau lambatnya proses mendownload torrent.

Isu keamanan Data dan Privasi Terhadap Penggunaan Aplikasi Torrent

Beberapa sumber mengatakan bahwa menggunakan torrent itu menambah kerentanan dan resiko terhadap keamanan data pribadi dan privasi. Memang belum tentu ini adalah sesuatu yang mutlak, tetapi perlu dipikirkan lagi, bahwa menjalankan aplikasi BitTorrent itu juga membuka port-port tertentu pada komputer, semakin banyak koneksi yang dilakukan semakin banyak pula port yang dibuka.,/p>

Terutama pada sistem Operasi Windows yang memang memiliki vulnerability atau celah keamanan, mejalankan aplikasi torrent bisa saja membuka kesempatan untuk orang-orang tertentu berbuat jahat, menyusup ke komputer anda melalui port yang terbuka, mengirimkan paket berbahaya, memasang backdoor, menginfeksi sistem dan lain sebagainya.

Dan kita pun tidak tahu apa yang dilakukan aplikasi seperti uTorrent, BitComet, Flashget, Vuze pada komputer kita, karena aplikasi tersebut merupakan propietary, dalam artian source codenya tertutup. Kita juga tidak tahu apakah aplikasi tersebut memiliki kode yang berfungsi sebagai backdoor. Juga terhadap masalah privasi, karena bila komputer terhubung dengan peer maka alamat IP kita pun terlihat dan mudah untuk dilacak.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”3″]

 

Leave a Reply