Alur dan Proses Pengiriman Paket Melalui Jasa Ekspedisi

Dalam usaha bisnis penjualan produk secara online (e-commerce), jasa ekspedisi yang ditawarkan oleh pihak ketiga biasanya menjadi cara yang paling efisien dan efektif untuk mengirimkan barang ke tangan konsumen. Melalui artikel ini, saya akan sedikit mengulas bagaimana alur dan proses pengiriman paket yang dilakukan oleh jasa ekspedisi.

proses pengiriman paket dan alurnya
Ilustrasi Artikel – Proses dan alur pengiriman paket melalui jasa ekspedisi.

Anda perlu mengetahui beberapa hal penting sebelum Anda memilih pihak jasa ekspedisi tertentu. Antara lain adalah mengenai cakupan wilayah yang dilayani oleh jasa ekspedisi tersebut, moda transportasinya, tarif kiriman, SLA (service level agreement) dan terutama mengenai jenis barang yang bisa dikirimkan melalui jasa ekspedisi JNE, Tiki, ataupun Pos Indonesia.

Jenis Barang Kiriman yang Dilarang

Tidak semua jenis barang dapat diterima oleh pihak jasa ekspedisi. Terutama jasa ekspedisi yang menggunakan moda transportasi udara untuk mengirimkan paket Anda ke alamat tujuan penerimanya. Adapun khususnya untuk JNE, Tiki dan Pos, jenis barang yang tidak bisa dipaketkan diantaranya adalah:

  • Benda yang mudah terbakar atau teroksidasi
  • Mencakupi bahan yang berbentuk padat, cair ataupun gas. Beberapa diantaranya adalah accu, baterai basah, korek gas, korek api, kembang api, petasan, thinner, bubuk mesiu, pemutih dan peroksidan.

  • Obat-obatan terlarang
  • Semua jenis narkotika, zat adiktif, dan obat-obatan terlarang.

  • Surat berharga dan perhiasan
  • Termasuk diantaranya adalah uang kertas, uang logam, platina, emas batangan.

  • Tanaman dan hewan
  • Makanan Basah dan Minuman Keras
  • Senjata api dan pisau
  • Perlengkapan dan Peralatan Judi

Untuk bahan tidak berbahaya yang berbentuk cair yang biasanya ditolak oleh jasa ekspedisi JNE, Tiki, dan Pos diantaranya adalah sirup, minyak wangi, ramuan pijat, dan benda cair lain. Terutama yang kemasannya menggunakan botol kaca atau tetra pak.

Kiriman makanan berupa kue kering yang mudah hancur pun seringkali akan ditolak oleh petugas kurir. Penolakan paket kiriman yang berisi kue kering oleh kebanyakan jasa ekspedisi awalnya disebabkan oleh pengirimnya yang kurang pandai (terlalu pelit) dalam memilih jenis packing. Ada tips khusus mempacking kue kering agar paket kiriman kue kering bisa diterima oleh pihak jasa ekspedisi.

Proses Pengiriman Paket dan Alurnya Hingga Sampai ke Penerima

Dibawah ini adalah alur dan proses pengiriman paket hingga sampai ke tangan penerima. Setidaknya terdapat beberapa tahapan proses pengiriman sampai akhirnya barang tiba di alamat penerima.

proses pengiriman paket dan alurnya
Diagram Alur Proses Pengiriman Paket Melalui Jasa Ekspedisi (klik untuk memperbesar)

Dari alur proses pengiriman paket diatas, mungkin terjadi beberapa kali bongkar muat paket barang yang Anda kirimkan. Oleh karena itu sebelum barang dipaketkan melalui ekspedisi JNE atau Tiki, ada baiknya Anda mempersiapkan packing yang sesuai dengan karakteristik barang yang akan Anda paketkan.

Sebab jenis dan kekuatan packing sangat berpengaruh sekali terhadap keselamatan barang yang akan Anda paketkan. Apakah barang tersebut bisa selamat tanpa ada kerusakan yang berarti, atau barang tersebut mengalami kerusakan saat sampai di tangan penerima.

Dari alur proses pengiriman paket diatas, Anda juga bisa memperhatikan bahwa paket barang yang Anda kirimkan tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan (delay) pada proses pengiriman hingga ke alamat tujuan. Adapun keterlambatan yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya:

  • Mengirim paket melalui sub agen
  • apabila Anda mengirimkan paket melalui sub agen, maka akan terjadi penambahan dalam tahapan proses pengiriman paket yang dikirimkan. Sebab paket barang yang Anda kirimkan bisa menginap sehari atau bahkan lebih lama, hingga di pick-up oleh cabang JNE. Oleh karena itu sebisa mungkin hindarilah mengirimkan paket melalui sub agen.

    Sub agen yang bermodal kecil biasanya tidak memiliki fasilitas komputer dan internet. Hal ini terjadi bukan karena sulit untuk mendapatkan akses internet, tetapi memang karena tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan. Sehingga tentu saja resi yang Anda terima adalah berupa manual connote. Jenis resi ini hanya bisa di tracking setelah datanya diinput oleh petugas cabang JNE.

  • Tujuan pengiriman ke wilayah terpencil
  • Apabila Anda mengirimkan paket ke wilayah terpencil, misal di pelosok kabupaten atau pulau kecil. Maka proses pengiriman paket akan menjadi lebih lama. Paket barang yang Anda kirimkan mungkin akan tertahan beberapa kali. Baik itu di warehouse transit ataupun di warehouse pada kantor cabang di kota tujuan.

    Paket kiriman yang tertahan di gudang transit ataupun di gudang kantor cabang biasanya disebabkan karena trafik pengriman ke rute yang menjadi tujuan pengiriman terlalu rendah. Sehingga paket kiriman Anda akan tertahan hingga minimum kuota pengiriman telah terpenuhi.

  • Gangguan alam
  • Cuaca buruk dan bencana alam seperti misalnya banjir atau tanah longsor pada rute pengiriman yang dilalui. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab paket kiriman barang menjadi terlambat hingga sampai ke tangan penerima barang tersebut.

 

Leave a Reply