Mitos yang Keliru dan Praktek Overselling pada VPS

Melalui artikel ini saya akan membahas soal praktek overselling pada vps. Juga mitos yang keliru seputar VPS dan virtualisasinya. VPS atau virtual private server adalah sebuah metode sekaligus menawarkan solusi yang mampu memberikan layanan hosting menyerupai dedicated server. Namun tentunya dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

VPS memiliki beberapa keunggulan utama yang tidak bisa didapatkan pada shared hosting. Yaitu didapatkannya root privilage dalam sebuah user-space terisolasi. Dengan demikian, pengguna VPS mendapatkan kendali penuh terhadap lingkungan virtualnya sehingga memiliki kebebasan untuk mengkonfigurasi sistem sesuai dengan kebutuhannya.

Praktek overselling pada VPS
Ilustrasi Artikel – Praktek Overselling pada VPS

Mitos yang Keliru Tentang VPS

Banyak orang awam yang keliru mengenai VPS. Dipengaruhi oleh tulisan-tulisan yang menggunakan bahasa marketing ketimbang bahasa teknis. Sehingga orang awam menganggapnya VPS itu persis sama seperti dedicated server. Pada akhirnya akan timbul sebuah argumen antara pengguna tersebut dengan penyedia VPS-nya.

  1. VPS memiliki sumber daya yang sifatnya dedicated.
  2. Tidak mungkin terganggu oleh pengguna vps lain dalam satu server.
  3. VPS jenis tertentu tidak dapat di overselling.

Dalam sebuah VPS terdapat banyak aspek yang menentukan performanya. Tidak hanya dilihat dari spesifikasi atau sumber daya yang dialokasikannya. Populasi VPS di dalam sebuah node yang menjadi host-nya juga akan mempengaruhi performa masing-masing VPS. Dari sini Anda bisa mengetahui bahwa VPS tidak 100% seperti dedicated server.

Pada dasarnya sebuah VPS memiliki bagian yang sama seperti halnya sebuah server fisik. Bagian-bagian tersebut diantaranya adalah: CPU (prosesor), RAM (memori), Hardisk (ruang penyimpanan), dan Ethernet Port (berhubungan soal bandwidth dan througput). Dengan menggunakan metode virtualisasi, sebuah server fisik yang memiliki sumber daya berukuran besar dapat dibagi-bagi menjadi server virtual dengan sumber daya yang dapat diatur sedemikian rupa.

Performa sebuah CPU bisa dibagi rata ke tiap VPS dengan mengalokasikan 1 core untuk tiap VPS. Dengan demikian satu sama lain mendapatkan performa CPU yang identik.

Memori RAM juga dapat dengan mudah dibagi, yaitu berdasarkan kapasitasnya. Anda bisa mengalokasikan sebagian kecil untuk keperluan proses di host nodenya. I/O pada memori RAM memiliki kecepatan yang sangat besar sekali, hal ini bisa kita abaikan. Ruang simpan berupa hardisk atau SSD juga dapat dengan mudah dibagi-bagi berdasarkan kapasitasnya.

Akan tetapi hardisk ataupun SSD memiliki I/O yang jauh lebih sedikit dibandingkan memori RAM. Apabila proses I/O tiap detiknya (IOPS) sudah melampaui maksimalnya, disini akan terjadi antrian. Pada sistem linux, antrian proses operasi input output pada disk disebut dengan i/o wait.

VPS masih termasuk kedalam kategori hosting dengan shared resource. Sehingga lebih tepat apabila diistilahkan sebagai semi dedicated hosting. Pernyataan bahwa VPS memiliki sumber daya full dedicated adalah hal yang keliru.

Selanjutnya kita akan membahas tentang praktek overselling pada vps. Namun sebelum berlanjut pada bahasan tersebut, saya akan membahas mengenai pernyataan lainnya yang kurang tepat. Pernyataan bahwa “aktivitas dalam VPS satu sama lainnya tidak mungkin mengganggu pengguna vps lain dalam satu server”.

Dalam keadaan tertentu, aktivitas pada sebuah VPS bisa menyebabkan gangguan pada VPS lain. Hal ini secara tidak langsung juga berhubungan dengan jenis virtualisasi pada VPS. Dan ada suatu keterkaitan hubungan dengan praktek overselling pada vps. Tiap jenis virtualisasi memiliki karakteristik yang berbeda untuk menangani dan mengelola penggunaan resource.

Disebutkan bahwa VPS OpenVZ dapat di overselling sehingga performanya lebih rendah dibandingkan dengan VPS bertipe Xen atau KVM. Mengapa ini disebut sebagai pernyataan yang keliru? Karena pernyataan tersebut hanya dituliskan sepotong saja. Memang praktek overselling pada VPS bisa mengakibatkan performa dari masing-masing VPS menjadi buruk.

Kurangnya sumber daya pada node VPS OpenVZ, memungkinkan VPS tersebut “mencurinya” dari VPS lain pada node tersebut. Inilah yang membuat pengguna VPS lain menjadi terganggu. Selain itu, praktek overselling juga menyebabkan node menjadi tidak stabil. Sehingga VPS atau mungkin saja keseluruhan node menjadi crash.

VPS OpenVZ sebenarnya memiliki beberapa keunggulan dari segi performa dibandingkan KVM. Sebab VPS OpenVZ memiliki overhead yang paling kecil diantara teknik virtualisasi lainnya. Jadi selama node VPS OpenVZ dikelola dengan baik dan sumber daya node tidak di overcommit, maka sudah pasti pengguna bisa merasakan performa dari VPS OpenVZ lebih baik daripada VPS KVM.

VPS KVM tidak dapat di overselling, ini adalah mitos yang keliru. Pernyataan ini bisa menyesatkan bagi orang yang masih awam tentang VPS. Tentu saja VPS KVM bisa di overselling dan tidak menutup kemungkinan dengan tipe VPS lainnya. Apapun jenis VPS nya, aktivitas yang terjadi dalam sebuah VPS bisa memungkinkan terganggunya VPS lain yang berada pada node yang sama.

Hanya saja besar kecilnya gangguan atau efek yang ditimbulkan bisa berbeda-beda satu sama lain. Jadi baik itu OpenVZ, Xen, Hyper-V dan KVM, kesemuanya tidak luput dari praktek overselling pada VPS.

Praktek Overselling pada VPS Tidak Terbatas di OpenVZ Saja

Overcomitting atau dalam bahasa marketing disebut sebagai overselling, adalah sebuah metode untuk mengalokasikan jumlah sumber daya pada VPS melebihi sumber daya yang tersedia pada node yang menjadi host-nya. Tujuan dari praktek overselling pada VPS tidak lain adalah untuk menekan harga sewa, sehingga terlihat lebih murah.

Praktek overselling pada VPS seringkali diterapkan di OpenVZ. Dengan karakteristik OpenVZ yang merupakan container-based virtualization, memungkinkan hampir semua sumber daya yang dialokasikan pada tiap VPS dapat di overcommit dengan mudah. Mulai dari unit CPU, alokasi memori RAM dan alokasi ruang hardisk. Timbul sebuah persepsi bahwa VPS OpenVZ memiliki performa rendah dibandingkan VPS dengan jenis virtualisasi lainnya.

Padahal semua jenis VPS bisa di overcommit. Sebab praktik overselling pada vps tidak hanya didasarkan pada ketersedian sumber daya dari hostnya saja. Ada aspek lainnya yang juga bisa dianggap sebagai praktek overselling. Selanjutnya saya akan memberikan gambaran bahwa VPS KVM juga dapat di overselling.

Kebanyakan orang berpendapat bahwa VPS KVM tidak bisa di-overcommit. Ini perlu diluruskan, sebab dalam hal sumber daya, sebuah VPS tetap tidak dapat disamakan dengan dedicated server yang memiliki sumber daya utuh.

Pada VPS dengan tipe KVM, sumber daya yang paling mudah untuk di overselling adalah cpu dan disk i/o. Pada virtualisasi KVM, saat kita membuat sebuah VPS, maka Anda tidak dapat mengalokasikan jumlah core cpu lebih besar dari jumlah core fisik yang tersedia pada nodenya. Anda juga tidak bisa mengalokasikan kapasitas memori RAM untuk VPS Anda lebih besar dari jumlah memori RAM yang tersedia pada host nodenya. Begitupula halnya dengan alokasi ruang hardisk, Anda tidak bisa membuat virtual disk lebih besar dari ruang simpan yang tersedia.

Akan tetapi, Anda bisa membuat VPS bertipe KVM dalam jumlah berapapun banyaknya. Selama ruang hardisk dan memori RAM masih tersedia pada host nodenya. Tidak perlu menghiraukan berapa banyak jumlah cpu secara fisik maupun jumlah core pada nodenya. Dengan kondisi demikian maka VPS KVM masih memungkinkan untuk di overselling. Atau setidaknya, kondisi tiap VPS dalam node tersebut menjadi sama seperti node OpenVZ yang di-overcommit.

Lebih jelasnya saya akan memberikan gambaran berikut mengenai praktek overselling pada VPS bertipe KVM.

Sebuah host node dengan spesifikasi Intel(R) Xeon(R) CPU E3-1245 V2 memiliki 4 core fisik dengan 8 thread. Memiliki memori RAM sebanyak 8 GB dan memiliki 4 buah hardisk SATA 1 TB dengan konfigurasi RAID 10. Pada sistem linux, cpu thread akan terbaca sebagai core. Sehingga secara keseluruhan host node memiliki 8 core CPU. 4 buah hardisk yang dikonfigurasi dengan RAID 10 akan memiliki kapasitas total sebesar 2 TB.

Dengan spesifikasi tersebut, Anda dapat membuat 4 buah VPS yang masing-masing memiliki 1 core cpu. Dengan alokasi RAM sebanyak 1.5 GB, dan membuat virtual disk dengan kapasitas 50 GB untuk masing-masing VPS. Keempat VPS tersebut akan dibenchmark secara bersamaan, anggap saja masing-masing mendapatkan score yang kurang lebih sama yaitu sebesar 2000 poin.

Suatu saat Anda ingin menambah VPS KVM di dalam node tersebut, bagaimana caranya? Mudah sekali! Karena ruang hardisk di node masih tersedia banyak, Anda cukup mengupgrade memori RAM di node untuk menambah sejumlah VPS yang diinginkan. Tinggal tambahkan saja keping memori pada slot yang tersedia di motherboardnya, atau mengganti keping memori dengan kapasitas per keping yang lebih besar.

Misalkan Anda ingin menambahkan 8 buah VPS dengan spesifikasi yang sama, maka diperlukan tambahan RAM sebesar 12 GB. Setelah ditambahkan beberapa VPS ke dalam host node tersebut, VPS lain tidak akan mengalami kekurangan memori RAM. Anda tetap dapat mengisi data pada virtual disk hingga penuh. Tetapi akan terasa perbedaan performa dengan yang sebelumnya dirasakan.

Karena terdapat 12 VPS baru didalamnya. Performa cpu yang didapatkan hanya 1/3 dari yang sebelumnya. Penurunan performa akan dirasakan ketika semua VPS di dalam node tersebut bekerja secara penuh. Tidak hanya performa cpu dari VPS saja yang berkurang. Kecepatan baca tulis (iops) dari tiap-tiap VPS pun dapat menurun. Karena IOPS pada disk jauh lebih terbatas daripada IOPS memori RAM. Dalam hal ini seberapa pun besarnya sisa ruang simpan di node tidak mempengaruhi.

VPS KVM akan mengalami kondisi yang sama seperti pada VPS OpenVZ yang di overselling, terjadinya penurunan performa. Tidak menutup kemungkinan pengguna VPS KVM lain pada server yang sama akan lebih mudah mengalami gangguan yang diakibatkan oleh aktivitas VPS lainnya. Gangguan tersebut bisa saja diminimalisi dengan membatasi aspek tertentu.

Misalnya dengan membatasi jumlah i/o secara hard limit pada masing-masing VPS. Namun hal itu bukanlah sebuah solusi yang sifatnya permanen. Karena sewaktu-waktu hal yang sama akan berulang kembali. Bagaimana pun juga, sumber daya pada VPS tidak jauh berbeda seperti shared hosting pada umumnya. Masing-masing VPS mungkin memiliki aktivitas yang berbeda satu sama lain.

Tujuan Dilakukannya Praktek Overselling pada VPS

Praktek overselling pada VPS jenis apapun sangat mungkin terjadi. Biasanya dilakukan dengan tujuan untuk membuat layanan yang ditawarkannya menjadi lebih terjangkau (low end) dan menyesuaikan dengan niche yang menjadi target pemasarannya. Provider VPS skala besar dan populer pun tidak luput dari praktek overselling. Bahkan mereka secara jujur mengakuinya.

Namun masing-masing dari mereka biasanya mereka memiliki ‘resep dapur’, sebuah metode overselling yang tentunya sudah mereka riset terlebih dahulu. Dengan demikian praktek overselling pada VPS masih dalam taraf yang acceptable. Sehingga dampaknya tidak dirasakan oleh pengguna VPS tersebut.

Hal-hal yang sudah dijelaskan diatas adalah berdasarkan sebuah logika dan perkiraan secara matematis. Sedangkan contoh yang dapat dibuktikan secara nyata soal overselling atau tidaknya sebuah layanan VPS yang diberikan adalah dengan cara mencobanya.

Cara Sederhana Untuk Membuktikan Praktek Overselling pada VPS

Umumnya bagi orang yang sudah sedikit memahami tentang VPS, setidaknya ketika orang tersebut ingin membeli sebuah layanan VPS. Biasanya mereka akan melihat terlebih dahulu deskripsi yang tertera di website penyedia VPS tersebut. Pada umumnya provider akan menuliskan dan menjelaskan perbedaan dari jenis VPS yang disediakannya.

Misalkan saja provider tersebut menuliskan bahwa semua jenis VPS nya tidak di oversell, tertulis pada websitenya bahwa jenis VPS yang disediakan tidak bisa di oversell atau masing-masing VPS diberikan alokasi resouce yang terjamin, tiap aktivitas yang dilakukan oleh satu pengguna VPS tidak akan menganggu pengguna lainnya.

Maka apabila penjelasan tersebut memang dituliskan berdasarkan dari sebuah perhitungan secara logis atau matematis. Tentu saja Anda tidak perlu khawatir lagi. Anda tidak akan mendapatkan layanan VPS Anda disuspend karena masalah penggunaan resourcenya. Sebab semua resource yang dialokasikan untuk Anda dapat digunakan sepenuhnya.

Anda juga tidak akan terkena suspend, yang diakibatkan karena aktivitas pada VPS Anda mengakibatkan pengguna VPS lainnya terganggu. Atau aktivitas VPS Anda menyebabkan gangguan stabilitas node. Jadi apabila Anda di suspend karena alasan diatas, maka sudah dapat dipastikan bahwa penjelasan yang diberikan di website tersebut ditulis menggunakan bahasa marketing.

Sebuah rangkaian kata yang disusun menarik agar Anda tertarik menggunakan produk dan layanan yang ditawarkannya. Bagaimanapun juga sebuah bahasa iklan pada umumnya akan memiliki tafsiran yang berkebalikan dengan bahasa yang disampaikan secara teknis. Ini adalah sebuah celah yang dimanfaatkan, sebab umumnya tidak banyak orang awam tertarik dengan tulisan teknis.

Mungkin di lain kesempatan saya akan membahas beberapa tips untuk memilih VPS yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

 

Leave a Reply