Perbedaan Burstable Memory vs vSwap Pada VPS

Saat seseorang yang masih agak awam mengenai seluk beluk VPS, hal yang dilakukan pada umumnya adalah mencari melalui googling ataupun periklanan. Dan biasanya setelah menemukan beberapa penawaran yang menarik, biasanya calon pembeli tersebut akan membandingkan antara harga dengan spesifikasi dari VPS yang ditawarkan.

Jarang yang memperhatikan soal tipe atau jenis VPS yang akan dibelinya. Memang untuk keperluan yang umum, misalnya saja untuk menghostingkan sebuah website, untuk menyimpan backup menggunakan FTP, ataupun untuk dijadikan server VPN/Tunneling dengan SSH. Semua jenis VPS biasanya dapat melakukannya.

Dari sekian banyak tipe VPS yang ditawarkan oleh provider, biasanya VPS yang menggunakan virtualisasi OpenVZ pada umumnya lebih murah dengan spesifikasi yang lebih besar, ketimbang VPS dengan virtualisasi seperti KVM, Xen-HVM, maupun ESX. VPS OpenVZ sendiri yang biasanya ditawarkan oleh provider biasanya ada 2 macam, jika dilihat dari fitur alokasi RAM/Memory. Yaitu VPS OpenVZ dengan Burstable Memory dan VPS OpenVZ dengan vSwap.

Ilustrasi Logo OpenVZ

Gambar 1. Logo OpenVZ

Sebelum melangkah lebih jauh lagi, saya akan memberikan sebuah contoh spesifikasi VPS dengan teknologi OpenVZ.

  • 2 Core CPU
  • 512 MB Guaranteed Memory
  • 768 MB Burstable
  • 40 GB Disk Space
  • 1000 GB Bandwidth @ 100 Mbps
  • 2 IP Address

Dari keterangan spesifikasi diatas dapat dijelaskan bahwa VPS ini memiliki akses ke 2 Core CPU yang ada pada node dimana pada umumnya penggunaan CPU pada OpenVZ bersifat fair share. Kapasitas memory yang dialokasikan untuk VPS kamu adalah sebanyak 512 MB namun kamu bisa menggunakan sampai dengan 768 MB untuk sementara waktu (apabila VPS sedang digunakan untuk mengcompile aplikasi, atau website yang kamu hosting di vps tersebut sedang diakses oleh banyak visitor). Kapasitas ruang hardisk yang dapat kamu alokasikan untuk penyimpanan file atau data yang kamu miliki adalah sebesar 40 GB.

Dan kamu memiliki bandwidth sebesar 1000 GB dengan kecepatan koneksi jaringan yang tersedia pada VPS kamu hingga 100 Mbps. Lalu soal bandwidth pada VPS, apabila bandwidth pada VPS telah terpakai semua, pada umumnya VPS kamu tidak dapat digunakan lagi hingga pemakaian bandwidth di reset pada bulan berikutnya.

Mengenai IP Address, apabila tidak disebutkan secara detil, maka umumnya alamat IP yang diberikan merupakan IPv4. Apabila tersedia 2 IP Address, berarti kamu dapat menggunakan kedua alamat IP tersebut pada VPS yang kamu miliki untuk aplikasi yang berbeda.

Apa itu Guaranteed Memory pada VPS?

Guaranteed memory adalah kapasitas RAM dimana secara ekslusif dialokasikan kepada sebuah VPS dan dapat digunakan kapanpun selama aplikasi pada VPS membutuhkannya. Semua tipe VPS pasti memiliki Guaranteed Memory oleh karena hal tersebut juga VPS sering diistilahkan sebagai semi dedicated.

Ads Banner - VPS murah mulai dari 10 ribuan saja

Apa itu Burstable Memory dan Mengapa Hanya Ada di OpenVZ?

Memang benar, fitur burstable memory hanya tersedia pada VPS dengan virtualisasi OpenVZ saja. Dimana burstable memory dimaksudkan sebagai ekstra RAM yang dapat digunakan secara sementara waktu disaat aplikasi VPS membutuhkan memory yang lebih besar. Berbeda halnya dengan guaranteed memory, burst memory tidak dialokasikan secara ekslusif kepada sebuah VPS, tetapi lebih kepada shared resource berupa sejumlah memory bebas yang terdapat pada sebuah node, dimana VPS lain pada node yang sama juga dapat menggunakannya.

Oleh karena hal tersebut sebaiknya tidak terlalu mengandalkan penggunaan burstable memory, apabila memang VPS yang kamu miliki sering mengalami kekurangan memory. Apabila hal ini sering dialami oleh VPS kamu, sebaiknya melakukan upgrade ke paket VPS yang lebih tinggi.

Apa itu vSwap Pada VPS OpenVZ?

Pada kernel OpenVZ berbasis RHEL6 v2.6.32 memiliki fitur manajemen memori yang lebih baru, menggantikan fitur user beancounters. Fitur tersebut dinamakan vSwap. vSwap pada VPS OpenVZ berbeda dengan partisi swap yang normal di dedicated server berbasis Linux.

Perbedaan antara swap yang normal dan vSwap adalah bahwa pemakaian vSwap tidak menggunakan disk I/O, karena vSwap merupakan alokasi swap dengan menggunakan alokasi RAM yang diperlambat, sehingga menyebabkan VPS tersebut diperlambat secara artifisial untuk mengemulasikan efek dari swapping secara nyata pada layaknya sebuah dedicated server, tanpa harus mempengaruhi VPS lainnya pada node yang sama. Swap yang sebenarnya, hanya terjadi apabila memang sistem pada node mengalami kekurangan memori.

Sama halnya dengan burstable memory, alokasi vSwap juga tidak bersifat ekslusif, sebab ada kemungkinan dimana memori bebas yang terdapat pada node hanya tersisa sedikit karena setiap VPS yang terdapat pada node tersebut menggunakan guaranteed memory-nya.

Kelebihan vSwap Dibandingan Dengan Burstable Memory

  • Fitur vSwap hanya terdapat pada kernel OpenVZ berbasis RHEL6, dimana memiliki fitur manajemen memori yang lebih baik untuk sistem pada node VPS.
  • vSwap memiliki reabilitas yang lebih baik saat dimana guaranteed memory pada VPS terpakai seluruhnya, dimana data yang dipindahkan ke vSwap tidak akan hilang sehingga tidak menyebabkan aplikasi pada VPS menjadi crash.
  • Beberapa jenis aplikasi hanya akan berfungsi secara normal apabila terdapat swap, sehingga secara tidak langsung dengan adanya fitur vSwap pada VPS OpenVZ dapat memberikan kompabilitas yang lebih baik terhadap aplikasi yang berjalan didalamnya.

Salah satu contoh aplikasi yang dapat berjalan lebih baik pada sebuah VPS OpenVZ yang memiliki fitur vSwap adalah aplikasi berbasis Java seperti JDownloader dan iDRAC. Seringkali aplikasi berbasis Java yang dijalankan pada VPS OpenVZ dengan fitur burstable memory, mengambil keseluruhan RAM yang ada pada VPS. Walaupun sebenarnya aplikasi tersebut tidak memerlukan banyak penggunaan RAM, sehingga menyebabkan VPS menjadi tidak stabil.

Apa penyebabnya? Java memiliki manajemen memori tersendiri dengan menggunakan fitur memory overcommit pada kernel Linux. Yaitu dengan mengalokasikan banyak heap ketika program dijalankan. Meskipun belum tentu program tersebut menggunakannya. Namun OpenVZ menganggap bahwa virtual memory yang dibuat oleh program java merupakan bagian dari penggunaan memory yang terpakai. Oleh karena itu aplikasi berbasis Java tidak sepenuhnya kompatibel dengan manajemen memory pada OpenVZ yang tidak memiliki fitur vSwap (versi kernel sebelum 2.6.32). Namun dengan adanya fitur vSwap, aplikasi berbasis Java pada umumnya dapat berjalan dengan baik.

Cara Membedakan Burstable Memory dan vSwap pada VPS OpenVZ

Walaupun node yang digunakan untuk meng-hostingkan VPS berbasis OpenVZ sama-sama menggunakan kernel RHEL6 v2.6.32, namun belum tentu VPS didalamnya memiliki fitur vSwap.

root@lax11:~# uname -r
2.6.32-042stab084.20
root@lax11:~#

Bagaimana cara menemriksa apakah VPS OpenVZ kamu memiliki fitur vSwap?

Caranya adalah dengan melihat value pada userbeancounters dimana pada fitur vSwap terdapat 2 parameter yang diperlukan yaitu physpages and swappages. Parameter lainnya tidak diperlukan (bersifat opsional saja).

Parameter physpages menentukan jumlah fast physical RAM yang tersedia untuk proses di dalam container, pada memory pages. User memory, kernel memory dan page cache dicatat dalam parameter physpages. Barrier harus diabaikan dan diset ke 0. Parameter swappages menentukan jumlah memori yang lebih lambat (vswap) yang tersedia untuk proses didalam container. Barrier harus diabaikan dan diset ke 0.

root@lax11:~# root@lax11:~#

Ads Banner - VPS murah mulai dari 10 ribuan saja

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

2 Comments

  1. nama 26 Jul 2014 19:33
    • Venantius venantius 26 Jul 2014 22:34

Leave a Reply