Perbedaan Antara CLI dan GUI Pada Sistem Operasi

Perbedaan antara cli dan gui - Ilustrasi artikel cli vs gui

User yang kurang familiar dengan antarmuka command-line (CLI) ataupun antarmuka grafis (GUI) pada sebuah sistem operasi mungkin saja ingin mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing antarmuka tersebut untuk menentukan mode apa yang yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Antarmuka CLI merupakan mode default dari sistem operasi berbasis Linux. Sedangkan antarmuka GUI merupakan mode default yang ditawarkan pada sistem operasi Windows. Perbedaan antara CLI dan GUI pada suatu sistem operasi dapat dibandingkan dengan melihat tabel dibawah ini:

Tabel Perbandingan Antara CLI dan GUI

Poin yang DibahasAntarmuka Command Line (CLI)Antarmuka Grafis (GUI)
Kemudahan PengoperasianMembutuhkan ingatan yang lebih tinggi untuk menghafal perintah-perintah yang diperlukan untuk pengoperasian dan navigasi. Metode command line biasanya kurang begitu familiar bagi pengguna baru, sehingga nampak terkesan lebih sulit daripada metode antarmuka GUI.Metode GUI mampu memberikan tampilan visual yang intuitif, menarik untuk dilihat dan lebih user-friendly. Sehingga pengguna baru akan selalu merasa kalau antarmuka GUI terasa lebih cepat dan mudah dioperasikan.
KontrolPengguna memiliki kontrol yang lebih luas baik terhadap file maupun sistem operasi yang digunakan.Walaupun sebuah GUI menyediakan kemudahan akses ke file dan sistem operasi, namun mungkin saja sebuah perintah lanjutan tetap membutuhkan command line.
MultitaskingMeskipun kebanyakan lingkungan antarmuka command line memiliki kemampuan untuk multitasking, namun mode ini tidak menawarkan kemudahan dan kemampuan untuk melihat beberapa hal sekaligus pada satu layar.Antarmuka GUI memiliki jendela yang memungkinkan penggunanya untuk melihat, mengontrol, memanipulasi, dan berpindah dari beberapa program dan folder pada waktu yang sama.
Kecepatan PengoperasianPengguna antarmuka command line hanya perlu memanfaatkan keyboardnya untuk melakukan navigasi antarmuka. Disamping juga mereka hanya perlu menjalankan beberapa baris perintah untuk melakukan pekerjaannya.Menggunakan mouse and keyboard secara bersamaan untuk melakukan navigasi dan mengontrol sistem operasi akan lebih lambat daripada seseorang yang bekerja menggunakan command line.
ResourceSebuah komputer yang berbasis command line hanya memerlukan sumber daya yang lebih sedikit ketimbang GUISebuah antarmuka GUI membutuhkan sumber daya yang lebih besar, karena diperlukan lebih banyak elemen yang harus dimuat dan ditampilkan kepada penggunanya.
ScriptingSebuah antarmuka command line memungkinkan pengguna untuk membuat urutan perintah untuk melakukan tugas atau mengeksekusi program secara berurutan.Walaupun sebuah antarmuka GUI bisa menyediakan shortcut, tugas, dan aksi lainnya yang sama, tetapi bahkan tidak bisa mendekati hal yang tersedia melalui command line.
Remote AccessKetika mengakses sebuah komputer atau perangkat melalui jaringan, pengguna hanya dapat memanipulasi perangkat atau file dengan antarmuka command line. Selain itu hanya dibutuhkan penggunaan bandwidth yang jauh lebih sedikit.Meskipun akses GUI secara remote dimungkinkan. Tidak semua komputer dan peralatan jaringan memiliki kemampuan tersebut. Penggunaan bandwidth untuk meremote komputer dengan tampilan GUI juga lebih besar.
KeragamanSetelah Anda mempelajari bagaimana menavigasi dan menggunakan command line, itu tidak akan banyak perubahan seperti halnya pada GUI. Meskipun perintah baru dapat diperkenalkan, perintah aslinya akan selalu tetap sama.Setiap antarmuka GUI memiliki desain dan struktur yang berbeda ketika digunakan untuk melakukan tugas yang berbeda. Bahkan terdapat iterasi yang berbeda dari GUI yang sama, seperti halnya pada Windows, mungkin terdapat banyak perbedaan dari tiap-tiap versi yang ada.
KeteganganAntarmuka command line memungkinkan penggunanya untuk meletakkan tangannya hanya pada keyboard, hampir tidak perlu menyentuh mouse. Terlalu sering memindahkan posisi tangan dari keyboard ke mouse secara berulang terus menerus dapat menambah ketegangan saraf-saraf tangan.Meskipun pengguna bisa membuat shortcut key untuk mempermudah, namun biasanya tangan Anda akan tetap sering berpindah posisi diantara keyboard dan mouse.

 

Contoh yang dihadapi oleh pengguna mengenai poin kedua pada tabel diatas:

Saya hendak memindahkan sebuah direktori bernama tugas yang berada di C:UsersAkuDocuments ke drive D:Documents namun hendak menamai direktori tersebut menjadi tugasku. Apabila menggunakan mode desktop, maka Anda akan mengklik kanan pada folder bernama tugas lalu mengklik cut, kemudian berpindah jendela yang mengarah ke drive D:Documents lalu kemudian klik paste. Selanjutnya Anda klik kanan kembali untuk merename-nya menjadi tugasku tentu saja dengan bantuan sebuah keyboard. Berapa jumlah langkah yang dilakukan? Paling tidak sedikitnya adalah 4 klik. Apa saja yang dibutuhkan? Tentu saja mouse dan keyboard.

Ok, selanjutnya kita coba lakukan sesuatu yang hampir sama di Linux menggunakan command line melalui terminal emulator. Direktori bernama tugas berada pada /home/aku/documents dan Anda ingin memindahkannya ke direktori lain yang berada di /media/drive-d/documents dengan nama tugasku. Hanya dengan menggunakan keyboard saja, Anda bisa mengetikkan sebaris perintah:

mv /home/aku/documents/tugas /media/drive-d/documents/tugasku

Berapa jumlah langkah yang dilakukan? Hanya 1 langkah saja. Apa saja yang dibutuhkan? Hanya cukup menggunakan keyboard saja. Ini merupakan sebuah pekerjaan yang sederhana. Apabila di dalam direktori tugas tadi terdapat ribuan dokumen dengan bermacam jenis file yang berbeda yang terdiri dari dokumen berupa PDF, MS-Word, Excel, dan HTML dan Anda hanya ingin memindahkan dokumen PDF saja ke direktori lain, berapa banyak langkah yang dilakukan apabila Anda menggunakan interface GUI?

Dengan antarmuka command line Anda dapat memindahkannya dengan mudah dan cepat berdasarkan pola dari nama file yang ada pada direktori tersebut.

mv /home/aku/documents/tugas/*.pdf /media/drive-d/documents/tugasku

Hal ini juga menjadi contoh untuk poin keempat, dimana antarmuka command line menawarkan kecepatan pengoperasian yang lebih baik.

Dari perbandingan pada tabel diatas, kita dapat menarik kesimpulan mengenai perbedaan antara cli dan gui, kekurangan dan kelebihan antarmuka command line dan antarmuka grafis. Bahwa tidak selamanya sesuatu tugas atau pekerjaan selama menggunakan suatu sistem operasi dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu antarmuka saja. Ada kalanya kita dapat bekerja lebih efisien, mudah, dan cepat apabila menggunakan antarmuka CLI. Namun adakalanya antarmuka CLI tidak dapat digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas atau pekerjaan yang memang hanya dapat dilakukan dengan mudah dan cepat apabila menggunakan antarmuka GUI, atau sama sekali memang harus menggunakan antarmuka GUI.

 

2 Comments

  1. heru 22 Jan 2015 21:11
    • Venantius venantius 22 Jan 2015 21:39

Leave a Reply