Merawat Harddisk Eksternal Agar Lebih Awet

Harddisk eksternal merupakan salah satu jenis media penyimpanan data yang bersifat portabel. Salah satu kelebihan dari harddisk ini adalah soal mobilitasnya. Karena kemudahan dalam cara penggunaan dan pemasangannya, yaitu tinggal mencolokkan kabel USB saja. Nah melalui artikel ini, saya akan memberikan beberapa tips merawat harddisk eksternal agar lebih awet, dengan masa pakai yang lebih lama.

Saat ini harddisk eksternal lebih banyak dipilih, terutama bagi mereka yang suka mengoleksi berbagai jenis file multimedia. Seperti misalnya: film box office, video klip, serial drama, musik, foto dan lainnya. Ditambah lagi, televisi LCD saat ini kebanyakan bisa digunakan untuk memutar berbagai jenis file multimedia.

merawat harddisk eksternal agar lebih awet dan terhindar dari kerusakan
Ilustrasi Gambar – Berbagai model harddisk eksternal

Sedangkan harddisk internal biasanya lebih banyak dipilih oleh pengguna notebook dan PC yang ingin mengupgrade kapasitas ruang penyimpanan. Cara penggunaan dan pemasangannya pun tidak mudah bagi orang awam. Karena untuk memasang harddisk internal perlu membuka casing notebook atau PC. Selain itu, mungkin diperlukan peralatan seperti obeng dan anti-static wrist strap.

Merawat Harddisk Eksternal untuk Memperpanjang Usia Pakainya

Nah sebelum berlanjut pada tips merawat harddisk eksternal, ada beberapa hal yang (mungkin) sedikit teknis untuk Anda ketahui. Harddisk eksternal memiliki kesamaan dengan harddisk internal SATA. Karena apabila Anda membongkar casing harddisk eksternal, maka Anda akan menemukan sebuah benda berbentuk kotak berbahan aluminium yang ternyata mirip dengan harddisk internal.

merawat harddisk eksternal, bongkar casing
Isi dari Harddisk External yang Dibongkar Casingnya

Yap, betul sekali! Memang itu adalah sebuah harddisk internal SATA yang dirakit kedalam sebuah wadah (casing). Bahan casing tersebut biasanya adalah plastik ataupun aluminium. Memang tidak hanya sekedar casing, namun ada papan sirkuit juga. Dimana sirkuit ini berfungsi untuk mengkonversikan antarmuka SATA menjadi USB.

Nah walaupun memang banyak kesamaan antara harddisk eksternal dengan harddisk internal. Namun tentu saja ada beberapa perbedaan dalam hal perlakuannya. Harddisk eksternal akan lebih mudah rusak apabila diperlakukan sama seperti harddisk internal. Sehingga masa pakainya menjadi lebih pendek dari yang seharusnya telah diperkirakan oleh pabrikannya. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui cara merawat harddisk eksternal.

Penyebab Kerusakan Harddisk yang Paling Umum Terjadi

Sebuah harddisk internal ataupun hardisk eksternal pada umumnya memiliki MTBF yaitu 52560 jam. MTBF (Mean Time Before Failure) sendiri merupakan perkiraan scientific tentang masa pakai atau usia sebuah komponen, hingga mengalami keausan atau bahkan kerusakan.

Harddisk eksternal yang paling banyak digunakan di Indonesia sendiri adalah harddisk konvensional. Dimana harddisk ini memiliki komponen mekanik, magnetik dan solid-state. Komponen mekanik adalah bagian yang berputar yaitu platter, ini digerakan oleh spindle. Voice coils bergerak maju mundur untuk memidahkan posisi arm head yang digunakan untuk membaca atau menulis data pada platter. Sedangkan bagian yang berupa solid-state hanyalah komponen elektronik dari sirkuit board PCB-nya saja.

Penyebab kerusakan harddisk yang paling umum adalah:

  1. Suhu atau Temperatur
  2. Temperatur yang terlalu tinggi dapat merusak komponen mekaniknya dan komponen solid-state-nya. Induksi medan magnetik dapat berubah apabila dipengaruhi suhu yang panas. Lapisan magnetik pada platter juga bisa mengalami kerusakan pada suhu yang tinggi. Bearing pada spindle juga bisa menjadi macet pada keadaan temperatur yang tinggi, sehingga platter bisa berhenti berputar.

  3. Arus dan Tegangan Listrik
  4. Komponen-komponen di dalam harddisk, terutama chip IC dapat rusak akibat arus dan tegangan yang tidak stabil.

  5. Defect pada Kabel Data, Kabel Power, dan Konektornya
  6. Kabel data harddisk yang mengalami defect (kerusakan yang tidak nampak) juga bisa menimbulkan kerusakan harddisk. Kerusakan kabel data umumnya dapat terjadi karena kabel tertekuk, tertarik, atau terpelintir.

  7. Kondisi Lembab
  8. Konektor atau pin pada kabel harddisk yang merupakan lapisan tembaga, dapat berkarat apabila terkena lembab. Sehingga aliran listrik tidak tersalurkan dengan baik.

  9. Terjatuh, Terbanting, atau Terbentur Keras
  10. Komponen mekanik pada harddisk memang didesain agar dapat mentolelir guncangan dan getaran keras (shock tolerance). Dalam keadaan membaca data (read operation), hardisk dapat mentolerir guncangan sebesar 350G on 2ms. Sedangkan dalam keadaan sedang menuliskan data tidak diketahui secara pasti. Namun pada umumnya bad sector dapat terjadi.

    Dalam keadaan tidak beroperasi, komponen mekanik pada harddisk dapat mentolelir guncangan yang lebih keras. Namun bisa jadi sambungan (solderan) komponen elektroniknya terlepas.

Cara Merawat Harddisk Eksternal dan Cara Penggunaan yang Tepat

Dari paragraf sebelumnya Anda bisa mengetahui penyebab kerusakan harddisk secara umum. Jadi setidaknya dari beberapa poin diatas tadi, Anda sudah paham bagaimana cara merawat harddisk eksternal agar terhindar dari kerusakan. Sebuah harddisk bisa memiliki masa pakai yang lebih panjang apabila diperlakukan dengan benar.

Pastikan Bahwa Arus dan Tegangan Listrik Stabil

Ini dia salah satu penyebab kerusakan harddisk yang paling sering dialami, terutama pada harddisk eksternal. Yaitu karena harddisk kekurangan daya listrik. Perlu Anda ketahui bahwa port USB 2.0 hanya bisa mensuplai arus maksimumnya adalah 500 mA sedangkan port USB 3.0 memang bisa mensuplai arus antara 900 mA hingga 1.5 A.

Perlu anda ketahui juga bahwa pada harddisk eksternal, bukan hanya komponen harddisknya saja yang memerlukan daya listrik untuk beroperasi. Tetapi chip bridge yang tertanam pada board PCB-nya pun memerlukan pasokan daya listrik yang cukup.

Pernah dengar bunyi aneh pada harddisk seperti “cetak-cetek” atau “ngiing-tek-ngiing” berulang? Salah satu penyebabnya adalah karena harddisk kekurangan pasokan daya listrik. Ini sering terjadi ketika Anda memcolokkan kabel USB dari harddisk eksternal Anda ke port USB 2.0 di komputer atau perangkat lain yang memiliki port USB, seperti TV LCD atau Blu-ray Player.

Kondisi yang demikian, lama kelamaan bisa membuat harddisk eksternal Anda cepat rusak. Karena putaran spindle yang tidak bisa mencapai kecepatan optimalnya untuk dapat beroperasi membaca atau menulis data. Apa ada solusinya? Tentu saja!

Apabila jenis harddisk eksternal yang Anda gunakan adalah bertipe USB 3.0, maka pasanglah harddisk di port USB 3.0. Dengan demikian harddisk tidak akan kekurangan pasokan daya listrik. Lalu bagaimana dengan harddisk eksternal bertipe USB 2.0?

Gunakanlah kabel Y yang sesuai dengan tipe USB-nya. Kabel Y berfungsi untuk memberikan tambahan pasokan daya listrik dari port USB lain yang tersedia. Secara matematis, 2 sumber listrik yang dipasangkan paralel, maka maksimum arus yang bisa dipasok adalah 2 kalinya. Yaitu 2 x 500 mA = 1 A

Saya menggunakan harddisk eksternal yang dioperasikan untuk keperluan menonton di TV LCD, hanya ada 1 port USB di TV LCD saya. Bagaimana solusinya? Mudah saja, belilah sebuah USB Powered Hub yang sesuai dengan tipe harddisk eksternal Anda. USB Powered Hub dilengkapi dengan catu daya (adaptor) eksternal, sehingga bisa menjamin harddisk Anda tidak kekurangan pasokan daya listrik.

Dengan demikian Anda telah mendapatkan sebuah tips cara merawat harddisk eksternal agar lebih awet digunakan. Tips berikutnya yang akan dijelaskan adalah soal pengoperasian harddisk, dalam hal copy paste data.

Lakukan Pemindahan Data Secara Bertahap Apabila Jumlahnya Sangat Banyak

Harddisk eksternal berada dalam sebuah casing yang sempit tanpa ada banyak ruang bebas. Kondisinya hampir tidak bersentuhan dengan udara bebas. Karena umumnya casing terbuat dari plastik, dan hampir tidak ada ventilasi untuk udara keluar masuk. Casing berbahan aluminium pun tidak bisa melepas panas dari hardisk ke udara bebas secara efektif. Karena ada celah antara dinding bagian dalam casing dengan body harddisknya.

Ketika harddisk ini beroperasi, yaitu dalam posisi membaca (read) atau menulis (write) data secara terus menerus, maka temperatur harddisk akan meningkat dengan cepat. Bahkan temperatur harddisk bisa sampai lebih dari 50° C, mendekati batas ambang suhu operasinya. Anda mungkin tidak bisa mengetahuinya hanya dengan memegang case harddisk eksternal, apalagi yang berbahan plastik.

Oleh karena itu, saat Anda melakukan pemindahan data dari harddisk eksternal ke media penyimpanan lain. Atau saat Anda mengisi data ke dalam harddisk eksternal, lakukanlah secara bertahap. Terutama apabila jumlah data yang dipindahkan sangat besar jumlahnya.

Sedangkan pada harddisk internal, panas yang ditumbulkan ketika harddisk beroperasi lebih mudah untuk dihindari. Anda bisa menambahkan kipas pada casing, untuk menjaga temperatur agar tidak melampaui ambang batasnya. Usahkana agar suhu operasi selalu berada dibawah 45° C saat harddisk bekerja keras.

Dengan demikian Anda telah mengetahui tips ke-2 untuk merawat harddisk eksternal dan mengoperasikannya secara benar. Tips berikutnya yang akan diberikan adalah mengenai prosedur yang tepat untuk melepaskan hardisk.

Gunakan Opsi Safe Remove Hardware Untuk Mencopot Harddisk

Apa sih fungsi dari “Safe Remove Hardware” ketika ingin melepas harddisk? Mekanisme safe removal digunakan untuk memastikan agar buffer memory (disk cache) dapat segera dituliskan ke platter harddisk. Bukan berfungsi untuk menghapus memory yang tertinggal seperti yang dijelaskan di website lain:

Dengan mengklik opsi ini, semua data yang ada pada cache memory akan dihapus sehingga data yang ada pada hard disk tidak akan rusak saat Anda mencabut kabelnya. Opsi ini sangatlah penting. Pada beberapa hard disk eksternal, gagalnya penulisan data dapat menyebabkan Master Boot Record rusak dan menyebabkan hard disk harus di format ulang.

 

Ini alasannya yang tepat secara teknis mengenai fungsi Safe Remove Hardware: Sebab pada umumnya sistem operasi secara default memiliki mekanisme write caching, yang bertujuan untuk meningkatkan performa i/o dari sebuah harddisk. Akan tetapi mekanisme write caching dapat menjadi masalah apabila aliran listrik pada harddisk tiba-tiba terputus. Sehingga bisa menyebabkan corrupt atau timbul bad sector.

Jadi dengan menggunakan opsi Safe Remove Hardware, sistem operasi akan memastikan bahwa segala perubahan yang terjadi pada data telah benar-benar dicatat ke dalam platter hardisk. Sekalipun Anda tidak menambahkan atau menghapus data didalamnya. Ini yang disebut dengan journaling pada sistem file.

Jangan Menaruh Harddisk di Tempat yang Banyak Getaran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa harddisk memiliki komponen mekanik. Oleh karena itu ada baiknya, saat harddisk dalam kondisi beroperasi jangan menaruh harddisk di tempat yang banyak mengalami getaran.

Nah lalu bagaimana solusinya kalau Anda menggunakan harddisk di mobil? Misalnya Anda memutar musik atau video di harddisk menggunakan head unit (player) di dalam mobil? Mudah saja, taruhlah bantalan busa yang agak tebal dimana Anda meletakkan harddisknya. Dimana bisa meredam getaran-getaran di dalam kendaraan.

Cara Mencopot dan Memasang Kabel USB

Ketika Anda ingin mencolokkan atau melepas kabel USB, peganglah bagian kepalanya. Apabila Anda mendorong atau menarik pada bagian kabelnya, maka bisa menyebabkan kawat tembaga didalamnya terputus. Apabila Anda ingin menaruh harddisk di dalam pouch (dompet harddisk), jangan menekuk kabelnya dengan membuat sudut tajam, karena dapat menyebabkan lapisan shield dari kawat tembaganya menjadi sobek.

Demikianlah tips-tips penting yang perlu Anda ketahui tentang cara merawat harddisk eksternal dan mengoperasikannya secara benar. Dengan demikian usia pakai harddisk eksternal akan menjadi lebih panjang. Selain itu juga bisa terhindar dari kerusakan-kerusakan akibat kesalahan dalam pengoperasiannya.

 

Leave a Reply