Mengoptimalkan Resolve DNS Melalui DNS Cache Dengan Extra DNS

Pada pembahasan sebelumnya kita sudah mengulas langkah-langkah untuk mengoptimalkan kecepatan browsing pada koneksi internet dengan bandwidth yang terbatas. Kali ini kita akan mebahas lebih lanjut mengenai optimasi resolve DNS dengan metode caching DNS pada lokal PC. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, salah satu fungsi DNS adalah sebagai resolver yaitu untuk untuk menerjemahkan alamat IP komputer menjadi alamat domain ataupun sebaliknya.

Proses untuk menerjemahkan alamat domain menjadi alamat IP disebut Forward Lookup Query, sedangkan proses kebalikannya disebut Reverse Lookup Query. DNS bekerja dalam modus klien server. Dalam arti ada klien yang mencari nama atau alamat IP, kemudian ada server yang memberikan informasi dimana nama atau alamat IP tersebut diakses.

Jadi saat kita melakukan browsing untuk membuka situs website, katakanlah “google.co.id”. Maka yang pertama kali dilakukan oleh komputer adalah menghubungi DNS server untuk bertanya dimana alamat IP dari domain “google.co.id” tersebut. Lalu DNS server akan mencari jawaban melalui isi cache yang dimilikinya apabila sebelumnya domain tersebut pernah ditanyakan dan segera memberitahukan jawabannya ke komputer kamu.

Bila DNS dapat langsung memberikan jawaban melalui cache yang dimilikinya maka hal itulah yang disebut dengan “non-authoritative answer” karena DNS server yg ditanyakan tidak memiliki record DNS yg asli.

Namun apabila jawaban tidak tersedia pada cache yang dimilikinya, maka DNS server tersebut akan meneruskan pertanyaan ke nameserver yang dianggapnya memiliki informasi atau yang memiliki otoritas atas domain “google.co.id”. Proses pengalihan ke name server lain ini merupakan proses iteratif yang berlangsung hingga diperoleh alamat lengkap sebuah host.

Dalam proses tersebut tentunya membutuhkan waktu agar komputer dapat berkomunikasi dengan DNS server, waktu yang dibutuhkan bergantung pada latency dari PC ke DNS server yang kita hubungi, dan juga seberapa cepat DNS server tersebut dapat memberikan informasi alamat IP untuk domain yang di request oleh PC kita. Semakin banyak permintaan pada suatu DNS server, maka akan semakin lama prosesnya.

Katakanlah bila latency antara PC kita dengan DNS server yang kita hubungi adalah 100 ms, dan proses resolve yang dilakukan oleh DNS server adalah 10 ms, maka dibutuhkan waktu minimal 210 ms agar PC kita mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang diajukan kepada DNS server tersebut. Tentunya akan lebih lama lagi bila DNS server yang kita hubungi sangat sibuk, bahkan seringkali timeout.

Oleh karena itu ada baiknya kita memiliki DNS server sendiri di lokal PC yang dapat mencache record DNS, sehingga PC kita tidak perlu lagi menghubungi DNS server melalui internet apabila kita mengakses kembali domain tersebut. Dan kitapun tidak lagi terganggu oleh masalah DNS server yang sering timeout.

Cara Setting dan Instalasi Extra DNS

ExtraDNS merupakan salah satu aplikasi DNS server berbasis GUI yang dapat dijalankan pada Sistem Operasi Windows. Walaupun aplikasi ini cukup lama dan sudah discontinued, namun aplikasi ini dapat berfungsi dengan baik pada Windows 2000, Windows XP, dan Windows 2003.

Tampilan antarmuka ExtraDNS

Cara instalasinya pun cukup mudah seperti halnya kamu menginstall software pada umumnya. Untuk konfigurasinya, kamu dapat melihat gambar dibawah ini:

Konfigurasi DNS Name Server

Kamu dapat mensetting 10 DNS server yang kamu inginkan sebagai forwardernya, masukkan saja DNS server yang disediakan dari ISP yang kamu gunakan, DNS Public dari google, dan DNS lainnya yang kamu ketahui. Bila kita ingin mendisable DNS tertentu, kita dapat meng-uncheck list server tersebut. Setelah itu kamu dapat mengarahkan settingan DNS pada Network Properties ke 127.0.0.1. Perhatikan gambar dibawah ini:

Network Properties 1

Network Properties 2

Pada settingan network properties, saya mengganti alamat 127.0.0.1 menjadi 192.168.1.3 karena saya menggunakannya untuk sharing koneksi internet melalui LAN, dan komputer ini dijadikan sebagai DNS server. Bila hanya terdapat sebuah PC saja, maka kamu cukup menggunakan alamat 127.0.0.1

Keunggulan dari Aplikasi ExtraDNS

  • ExtraDNS memiliki kemampuan untuk mencache record DNS dan menyimpannya dalam bentuk database di harddisk, sehingga cache tidak hilang ketika komputer dimatikan.

  • ExtaDNS dapat memuat 10 DNS server sebagai forwarder, sehingga memudahkan kita dalam memilih DNS server, memudahkan untuk meng-enable dan men-disable DNS server, terutama jika kita sering berganti-ganti koneksi internet.

  • Proses lookup DNS sangat cepat, hampir tidak ada latency bila record DNS yang direquest sudah tersimpan di cache.

Bila kita menshare koneksi internet dirumah, kita dapat mensetting DNS komputer lain yang terhubung dengan komputer kita dengan memasukkan alamat IP komputer yang terinstal ExtraDNS.

Download

ExtraDNS Indowebster

Dapat didownload melalui file hosting berikut:

Indowebster Logo

Artikel Terkait

[related_posts limit=”4″]

 

5 Comments

  1. nithairas 18 Oct 2013 10:48
  2. Umarsjah 25 Sep 2013 05:45
    • Venantius venantius 27 Sep 2013 09:34
  3. Kanasfi 26 Jun 2013 19:54
    • Venantius venantius 26 Jun 2013 21:17

Leave a Reply