Menggunakan Memori 4 GB Atau Lebih Secara Penuh

Saat ini penggunaan memori atau RAM dalam jumlah yang besar pada sebuah PC Desktop adalah hal yang biasa. Karena pada saat ini banyak sekali program dan aplikasi yang menggunakan memori atau RAM secara intensif, misalnya aplikasi video editing dan terutama games. Namun biasanya kita terkendala dengan keterbatasan sistem ataupun kesalahan konfigurasi dari sistem PC yang kita gunakan.

Hal yang paling sering kita jumpai adalah memori tidak terdeteksi secara penuh, dalam artian jumlah memori yang kita pasang tidak sesuai dengan yang terdeteksi oleh sistem operasi apabila kita memasang memori lebih dari 3 GB. Misalkan, kita memasang 2 keping memori yang masing-masing memiliki kapasitas 2 GB, total memori terpasang adalah 4 GB, tetapi sistem operasi hanya mampu membaca kurang dari 4 GB (pada umumnya sekitar 3,25 – 3,5 GB).

Dalam kasus lain, sistem operasi dapat membaca total memori terpasang namun tetap tidak bisa menggunakan keseluruhan kapasitas dari memori yang terpasang. Misalkan total memori adalah 4 GB namun pada sistem operasi  hanya dapat digunakan (usable) 3.25 GB saja, seperti pada gambar dibawah ini:

Win 7 32 bit (3.25 GB of RAM Usable)

Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Banyak hal yang menyebabkan memori tidak dapat digunakan secara penuh pada PC dengan memori terpasang lebih dari 3 GB antara lain karena arsitektur sistem operasi yang digunakan, limitasi BIOS, dan limitasi hardware (prosesor, chipset, atau MCH).
[unordered_list style=”tick”]

  • Sistem Operasi

Pada sistem operasi 32 bit, pengalamatan memori terbatas pada 32 bit saja, yang artinya 2^32 bytes atau 4 GB. Akan tetapi memang sistem tidak akan menggunakan 4 GB secara penuh karena sisanya digunakan untuk pengalamatan peripheral lain yang terpasang, seperti kartu grafis (Graphics Card). Dan jumlah memori yang “terpotong” itu bervariasi tergantung pada jenis hardware yang digunakan. Oleh karena itu untuk PC dengan jumlah memori terpasang lebih dari 3 GB lebih baik menggunakan sistem operasi 64 bit.

[/unordered_list]
Apakah masalah sudah terpecahkan? Bila masih belum, kita lanjutkan ke poin berikutnya.

Win 7 64 bit (3.25 GB of RAM Usable)

[unordered_list style=”tick”]

  • Limitasi Hardware

Untuk pengalamatan memori lebih dari 4 GB, tentunya dibutuhkan juga prosesor dengan arsitektur 64 bit. Saat ini pada umumnya prosesor sudah mendukung pengalamatan 64 bit, juga dengan adanya fitur PAE (Physical Address Extension), dimana pada sistem 32 bit (x86), pengalamatan memori dapat dilakukan hingga 36 bit. Akan tetapi penggunaan fitur PAE juga harus didukung oleh sistem operasi yang digunakan.

Selain prosessor, chipset pada motherboard yang digunakan juga harus mendukung, terutama pada kontroler memori (MCH). Pada platform Intel MCH dikenal juga dengan northbridge. Untuk northbridge pada platform Intel, dimulai dari chipset 955X sampai yang terbaru P45 sudah mendukung penggunaan memory hingga 16 GB.  Dimulai generasi Core i Series, kontroler memori tertanam didalam prosesor dan sudah dapat dipastikan bahwa generasi Core i sudah mendukung penggunaan memori diatas 4 GB.

Karena cukup banyaknya produsen chipset pada platform AMD (diantaranya SiS, VIA, nVidia, dan ATi/AMD), saya tidak menyebutkan mana yang sudah mendukung penggunaan memori diatas 4 GB, akan tetapi untuk platform AMD dengan soket AM2 sudah dipastikan mendukung penggunaan memori hingga 16 GB.

Selebihnya tentang dukungan  maksimum dari kapasitas memori yang terpasang, anda dapat melihat pada manual book motherboard yang kamu beli.

[box type=”note”]
Motherboard yang saya gunakan tertulis mendukung memori hingga 8 GB, dan saya menggunakan porsesor 64 bit. Akan tetapi pada sistem operasi 64 bit yang saya gunakan usability-nya hanya 3 GB, padahal sistem saya terpasang memori sebesar 4 GB.[/box]
Bila masih terjadi masalah seperti ini, mari kita lanjut ke poin berikutnya.
[/unordered_list]
[unordered_list style=”tick”]

  • Limitasi BIOS

Terkadang secara tertulis, hardware yang digunakan mendukung penggunaan memori diatas 4 GB, akan tetapi masih terdapat limitasi lain, yaitu BIOS. BIOS atau firmware memiliki fungsi utama untuk mengatur kerja semua perangkat yang ada pada sistem. Fungsi lainnya yaitu menginisialiasi hardware, mengatur konfigurasi hardware, menguji hardware (POST) dan mengeksekusi MBR (Int 19h).

Oleh karena itu penyetingan yang salah pada BIOS dapat menyebabkan sistem tidak bekerja secara semestinya. Dalam hal pengalamatan memori, agar sistem dapat melakukan pengalamatan diatas 32 bit adalah dengan memory remapping.  Metode ini bekerja pada level alamat fisik atau physical addresses yaitu dengan cara me-remap sebagian atau keselurahan alamat memori diantara 2 GB hingga 4 GB ke alamat diatas 4 GB.

Pada umumnya opsi memory remapping secara default aktif pada sistem motherboard terbaru. Jadi apabila kamu memasang memori lebih dari 3 GB dan menggunakan sistem operasi 64 bit, cobalah untuk meng-enable memory mapping pada menu BIOS. Setelah itu kita bisa mengeceknya melalui task manager untuk melihat apakah memory mapping sudah aktif.

[/unordered_list]

Win 7 System Properties Memory Mapping Enable

Win 7 Task 64 bit Task Manager Mapping Enable

Artikel Terkait

[related_posts limit=”3″]

 

22 Comments

  1. Pempem 14 Mar 2016 16:15
  2. Asep Logay 14 Sep 2015 08:29
  3. endang suraji 25 May 2015 19:09
    • Venantius venantius 25 May 2015 21:41
  4. uqay 08 Feb 2015 23:48
    • Venantius venantius 08 Feb 2015 23:59
  5. ahnk 26 Jan 2015 15:24

Leave a Reply