Mengetahui CPU Load Pada VPS Linux

Bagi kamu yang masih awam tentang VPS atau Virtual Private Server mungkin pernah mengalami kendala dengan VPS yang digunakan menjadi kurang responsif. Sistem Operasi yang paling umum digunakan pada VPS biasanya merupakan keluarga Linux seperti Centos, Debian, Ubuntu, Arch dan Gentoo. Oleh karena itu VPS biasanya lebih identik dengan Linux, walaupun banyak juga VPS yang menggunakan Sistem Operasi Windows.

Dalam Sistem Operasi Linux, untuk mengetahui beban CPU atau load average dapat mengetikkan perintah top pada terminal ataupun shell (apabila menggunakan SSH). Load average ditampilkan dengan tiga angka seperti gambar dibawah ini:

Load Average pada Sistem Linux

Tiga angka tersebut mewakilkan beban CPU rata-rata pada rentang waktu tertentu, masing-masing adalah 1 menit, 5 menit, dan 15 menit. Semakin rendah nilainya (mendekati nol) maka semakin baik beban pada sistem atau VPS kamu. Angka yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa VPS mengalami overload. Perhitungan load average pada VPS Linux adalah berdasarkan jumlah core CPU yang dimiliki. Pada VPS dengan 1 core cpu, maka angka 1.00 dapat mengindikasikan utilitas 100%. Lalu bagaimana cara menghitung load average pada sebuah VPS dengan multicore? Dan bagaimana menentukan apakah VPS dalam keadaan high load?

Memahami Lebih Dalam Mengenai Load Average Pada VPS Linux

Untuk memastikan bahwa VPS yang kita gunakan tidak mengalami overload maka sebelumnya kita perlu mengetahui berapa jumlah core cpu yang dimiliki adalah dengan login ke ssh, kemudian ketik perintah berikut pada console:

root@leech5:~# cat /proc/cpuinfo | grep processor

Dari perintah diatas akan tampil seperti gambar seperti dibawah ini:

Jumlah CPU Core SSH linux

Maka dapat kita simpulkan bahwa VPS ini memiliki 4 core cpu. Dengan demikian load average maksimum pada VPS ini adalah 4.00, dalam artian apabila load average pada VPS tersebut mencapai angka 4.00, maka tidak ada ruang gerak tersisa untuk memproses aplikasi lainnya. Apabila VPS dalam keadaan full load terus menerus, kita harus memeriksa lebih lanjut apakah memang sumber daya pada VPS tidak lagi mencukupi, apakah ada aplikasi yang crash sehingga menyebabkan cpu usage menjadi tinggi ataupun node pada vps tersebut sudah mengalami saturasi. Kamu dapat melihat detil mengenai load average dan proses yang menggunakan banyak resource pada VPS dengan menggunakan perintah top.

Load Average pada Sistem Linux

Parameter-parameter pada perintah top pada sistem Linux adalah:

  1. top
  2. Baris pertama pada tampilan perintah top menunjukkan nilai Uptime, User, dan Load Average

  3. Task
  4. Baris kedua menujukkan nilai atau jumlah aplikasi/proses yang berjalan sampai yang mati/zombie.

  5. Cpu(s)
  6. Baris ketiga menujukkan nilai atau parameter masing-masing dari cpu usage.

  7. Mem & Swap
  8. Dan baris terakhir menunjukkan jumlah memori dan swap yang terpakai untuk proses atau aplikasi yang berjalan.

Dari masing-masing value atau parameter pada perintah top, dapat dijabarkan penjelasannya sebagai berikut:

  • Uptime
  • yaitu lamanya sistem berjalan sejak pertama kali di start, semakin lama uptime dapat mengindikasikan bahwa sistem yang digunakan stabil. Nilai uptime kembali ke nol apabila server di restart.

  • User
  • yaitu jumlah user yang login ke system

  • Load Average
  • yaitu nilai beban rata rata pada rentang waktu tertentu, yaitu rata-rata beban pada 1 menit, 5 menit ,dan 15 menit.

  • Total Task
  • menunjukkan jumlah aplikasi atau proses yang berjalan pada sistem.

  • Zombie
  • menunjukkan jumlah aplikasi yang mati sebelum parent prosesnya.

  • %us
  • user cpu time, yaitu persentase CPU time yang digunakan dalam lingkungan user.

  • %sy
  • system cpu time, yaitu persentase CPU time yang digunakan pada lingkungan kernel.

  • %ni
  • user nice cpu time, yaitu persentase CPU time yang digunakan untuk proses yang prioritasnya rendah.

  • %id
  • idle cpu time, yaitu persentase CPU time dalam keadaan idle. Artinya apabila %id mendekati 100% maka mengindikasikan bahwa sistem dalam keadaan idle.

  • %wa
  • io wait cpu time, yaitu persentase CPU time yang digunakan dalam antrian proses I/O (pada disk). Besarnya %wa dapat menujukkan bahwa sebuah storage atau harddisk sedang sibuk atau performa hardisk lambat dalam menangani proses baca dan tulis.

  • %hi
  • hardware irq, yaitu persentase CPU time yang digunakan untuk menangani hardware interrupts. Hardware Interrupts digenerate oleh perangkat hardware (network card, keyboard, usb), ketika membutuhkan suatu signal tertentu terhadap CPU.

  • %si
  • software irq, yaitu persentase CPU time yang digunakan untuk menangani software interrupts.

  • %st
  • steal time, yiatu persentase CPU time yang digunakan dalam lingkungan virtual, misalnya pada node vps. Menunjukkan bahwa resource cpu tidak tersedia untuk suatu mesin virtual karena diambil oleh hypervisor ataupun dipengaruhi oleh mesin virtual lainnya.

Apabila adanya suatu proses yang menyebabkan nilai persentase dari salah satu atau beberapa parameter diatas menjadi tinggi dalam waktu yang lama, tentu akan menyebabkan load average bertambah seiring dengan berjalannya waktu, apabila sudah melebihi batas maksmumnya maka menyebabkan sistem atau VPS tidak responsif.

Ads Banner - VPS murah mulai dari 10 ribuan saja

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

Leave a Reply