Mengenal Format Video MPEG-2

Pada artikel kali ini, saya akan mengajak Anda untuk mengenal format video MPEG-2 secara lebih mendalam. MPEG-2 merupakan salah satu jenis format kompresi video yang cukup banyak digunakan. Baik dalam industri perfilman maupun dalam transmisi siaran televisi digital. MPEG-2 secara teknis disebut H.222/H.262 yang didefinisikan oleh ITU. Dikembangkan bersama oleh Moving Picture Experts Group pada tahun 1994.

Secara umum, format video MPEG-2 hampir sama dengan format video MPEG-1. Dimana perbedaannya adalah dukungan terhadap video interlace yang merupakan sebuah teknik encoding pada siaran televisi analog. Oleh karena itu sebuah dekoder video MPEG-2 juga dapat digunakan untuk mendecode video yang menggunakan format MPEG-1.

Mengenal format video mpeg-2
Ilustrasi artikel – Mengenal Format Video MPEG-2

Mungkin buat yang masih bingung atau awam soal teknik kompresi data video, sedikit saya jelaskan. Kompresi MPEG-2 itu digunakan pada sebuah video yang direkam dalam media DVD (DVD-Video Disc), sedangkan MPEG-1 itu digunakan pada sebuah video yang direkam dalam media CD (Video CD).

Efisiensi Kompresi

Diatas tadi sudah disebutkan bahwa format MPEG-2 dikembangkan pada tahun 1994. Sudah tentu video yang dikompresi menggunakan MPEG-2 akan jauh berbeda dengan video yang dikompresi menggunakan MPEG-4 AVC (H.264/AVC). Dimana H.264 sendiri dikembangkan pada tahun 2003, dan menjadi format video standard untuk Bluray Video saat ini. Apalagi jika dibandingkan dengan format HEVC (H.265), tentu saja format MPEG-2 akan dianggap sebuah format kompresi video yang kuno.

Efisiensi dalam teknik kompresi video secara lossy dapat dikur dengan membandingkan rasio kompresi dengan kualitas hasil kompresinya. Semakin tinggi nilai rasio kompresi dan semakin banyak informasi data yang dapat direpresentasikan, maka semakin tinggi pula efisiensinya.

Sebuah kamera (camcorder) DV dengan resolusi 720×480 pixel (NTSC) atau 720×576 (PAL) menggunakan bandwidth sebesar 25 Mbps. Artinya untuk merekam video selama 60 menit dibutuhkan ruang simpan sebesar 10.98 GB. Kamera DV sendiri menggunakan kompresi lossy dengan ratio 5:1. Jadi tanpa menggunakan metode kompresi apapun, maka ukuran video aslinya adalah hampir mendekati 55 GB.

Dengan menggunakan format MPEG-2, maka data video tersebut bisa dikompresi sehingga ukurannya menjadi lebih kecil. Untuk mendapat kualitas yang hampir sama baiknya dengan DV, rasio kompresi yang digunakan adalah 3.125:1. Sehingga ukuran video berdurasi 60 menit tadi bisa diperkecil menjadi 3.6 GB saja.

Lalu bagaimana apabila dibandingkan antara MPEG-2 dengan H.264? H.264 adalah sebuah format kompresi video modern dengan algoritma kompresi yang jauh lebih kompleks. Tentu saja efisiensi kompresinya bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan MPEG-2. Dengan kualitas video yang sama, rasio kompresi pada H.264 bisa mencapai hingga 3 kali lebih tinggi dari MPEG-2.

Karakteristik Sistem, Bitrate, dan Resolusi

Selain sebagai sebuah format kompresi video, MPEG-2 juga dapat menjadi sebuah container video. Ada 2 macam kontainer video standard untuk format MPEG yaitu:

  • MPEG Transport Stream
  • disebut juga MPEG-TS atau MTS. Yaitu sebuah kontainer video standard untuk format MPEG-1 maupun MPEG-2. Ekstensi yang digunakan untuk file MPEG-TS biasanya adalah .ts atau .m2ts. MPEG Transport Stream umumnya lebih sering digunakan dalam transmisi siaran televisi digital.

  • Program Stream
  • disebut juga MPEG-PS atau PS. Yaitu sebuah kontainer video standard untuk format MPEG-1 maupun MPEG-2. Namun kontainer ini lebih digunakan untuk multiplexing stream video, audio, dan stream lainnya. Ekstensi yang digunakan adalah .mpeg, .mpeg, atau .ps. Program Stream biasanya digunakan untuk file multimedia yang dikompresikan menggunakan MPEG-1 atau MPEG-2. Selain itu Program Stream juga digunakan pada DVD-Video dengan ekstensi .vob. Sebuah file VOB (Video Object) dapat memiliki elemen video, suara, subtitle, dan menu DVD dan navigasi konten yang di-muxing bersamaan.

MPEG-2 memiliki beberapa profil dan level, masing-masing memiliki dukungan yang berbeda terhadap bitrate, resolusi, aspek rasio dan lainnya. Beberapa profile dan level yang umum digunakan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Main Profile at Main Level
  • atau disingkat MP@ML adalah sebuah profil MPEG-2 yang umum digunakan pada DVD-Video Disc. Profil ini mendukung bitrate hingga 15 Mbps dengan aspek rasio 4:3 atau 16:9. Resolusi yang didukung adalah hingga 720×576 pixel. Sedangkan untuk frame rate yang didukung adalah 23.976, 24, 25, 29.97, dan 30 fps.

  • Main Profile at H-14
  • atau disingkat MP@H-14 adalah sebuah profil MPEG-2 yang umum digunakan pada camcorder berjenis HDV. Profil ini mendukung bitrate hingga 60 Mbps dengan aspek ratio 4:3 atau 16:9. Resolusi yang didukung adalah hingga 1440×1080 pixel. Sedangkan frame rate yang didukung adalah 23.976, 24, 25, 29.97, dan 30 fps.

  • Main Profile at High Level
  • atau disingkat MP@HL adalah sebuah profil MPEG-2 yang umum digunakan pada HD DVD-Video Disc. Profil ini mendukung bitrate hingga 60 Mbps dengan aspek ratio 4:3 atau 16:9. Resolusi yang didukung adalah hingga 1920×1080 pixel. Sedangkan frame rate yang didukung adalah 23.976, 24, 25, 29.97, 30 fps (60 fps dapat digunakan pada resolusi 1280×720 pixel).
    MP@HL

Popularitas dan Kelebihannya

Format kompresi video MPEG-2 saat ini mungkin terlihat cukup usang apabila dibandingkan dengan format video H.264 apabila kita melihat dari sisi rasio kompresi yang dihasilkannya. Namun dari segi popularitasnya format MPEG-2 hingga saat ini pun masih banyak digunakan dalam berbagai aplikasi dan produk dari industri perfilman.

Di Indonesia sendiri kebanyak produk berupa film pada umumnya masih didistribusikan dalam bentuk media DVD. Hal yang sama pun terjadi di luar negeri, biasanya film dalam format DVD akan dirilis lebih dahulu ketimbang format Blu-ray. Hal ini menunjukkan bahwa format ini belum ditinggalkan. Lalu apa saja kelebihan lainnya?

  • Algoritma kompresi yang lebih sederhana
  • Algoritma kompresi pada format MPEG-2 pun tidak serumit H.264/AVC. Proses pengeditan atau penyuntingan video yang dikompresi menggunakan MPEG-2 jauh lebih mudah ketimbang penyuntingan video yang dikompresi menggunakan H.264/AVC. MPEG-2 menggunakan kompresi temporal, dimana sebuah bingkai dapat digunakan pada bagian lainnya. Hal itu diistilahkan dengan GOPs (Group of Pictures). Dengan adanya struktur GOP, bagian ini dapat menetukan bagaimana sebuah kompresi diterapkan untuk tiap bingkai gambar dan bagaimana sebuah stream dibagi menjadi kedalam GOPs.

  • Kompabilitas dengan perangkat multimedia dan video-audio
  • Kompabilitas format kompresi video MPEG-2 pun jauh lebih tinggi dibandingkan H.264. Tentu saja! 20 tahun sudah berlalu dari pertama kali format ini dikembangkan. Pastinya sangat banyak perangkat multimedia dan video-audio yang bisa memainkan video yang dikompresi dengan format MPEG-2.

Sampai disini bahasan tentang mengenal format video MPEG-2. Pada artikel selanjutnya saya akan membahas bagaimana cara yang tepat untuk mengkonversi video ke dalam format MPEG-2 dengan kualitas yang baik, agar bisa diputar menggunakan DVD Player.

Pertanyaan Yang Sering Diajukan Tentang Mengenal Format Video MPEG-2

Dibawah ini adalah beberapa pertanyaan yang mungkin sering diajukan seputar format video kompresi MPEG-2.

Pertanyaan yang sering diajukan mengenai artikel "Mengenal Format Video MPEG-2"

  • Bukannya MPEG-2 itu udah ketinggalan jaman ya? Koq baru dibahas sekarang?
  • Memang bisa dibilang teknologi kompresi MPEG-2 sudah agak ketinggalan jaman apabila kita melihat dari segi efisiensi kompresinya. Adapun saya mengangkat topik bahasan mengenai teknologi kompresi video MPEG-2, karena kalau saya perhatikan sejauh ini ketika mengunjungi pusat perbelanjaan elektronik, masih cukup banyak orang membeli dvd player walaupun televisinya sudah menggunakan jenis LCD/LED.

    Sering juga sebuah toko memberikan bonus dvd player ketika membeli televisi LED/LCD tertentu. Harusnya bonus yang diberikan adalah Blu-ray player, bukankah begitu seharusnya? Yah namanya juga bonus, lain halnya kalau dvd player tersebut adalah membeli, maka ini yang bisa dibilang kuno.

  • Kenapa koq susah cari link video dengan format .mpeg atau .mpeg di internet?
  • Di internet sudah pasti jarang ditemukan video dengan format MPEG-2 (dengan ekstensi .mpeg atau .mpg). Sebab format MPEG-2 memiliki rasio kompresi yang rendah, sehingga biasanya ukurannya pun lebih besar. Oleh karena itu kebanyakan orang yang mengupload video ke internet biasanya akan mengkompresinya dengan format kompresi video lainnya, misalnya xvid, divx, atau h264/avc. Sehingga dengan kualitas yang sama, ukurannya bisa jauh lebih kecil.

  • Biasanya berapa besar ukuran video dengan format MPEG-2?
  • Hal itu tergantung dari bitrate dan durasinya. Apabila menginginkan kualitas yang sama seperti DVD-Video maka untuk sebuah video berdurasi 1 jam ukurannya hampir mencapai 4 GB.

  • Tapi koq saya pernah lihat ada 1 keping DVD isinya banyak film dan bisa diputar di DVD Player?
  • Iya memang bisa. Kalau Anda sering beli DVD bajakan di kaki lima, pasti banyak yang seperti itu. Tentu saja kualitas gambar yang dihasilkan juga sangat jelek, sebab sewaktu proses encodingnya bitrate dan resolusinya dibuat jauh lebih rendah dari pada bitrate standarnya.

    Kalau Anda punya DVD-Video original, cobalah buka di komputer menggunakan aplikasi Mediainfo. Disana akan tertulis berapa bitrate video, bitrate audionya, dan berapa resolusinya. Kalau Anda perhatikan juga soal kepingan DVD-nya, biasanya film dalam bentuk DVD original menggunakan jenis DVD Dual Layer yang kapasitasnya dapat memuat data hingga 7.95 GB.

  • Kalau misalnya saya download video dari Youtube, bagaimana supaya bisa diputar di DVD Player?
  • Pada umumnya DVD Player hanya mendukung format MPEG-1 (Video-CD) dan MPEG-2 (DVD-Video), namun beberapa jenis dvd player ada juga yang bisa memutar format AVI/MP4 (xvid atau divx biasanya). Sedangkan MP4 di Youtube adalah container dari format H.264/AVC.

    Jadi setelah video didownload dari Youtube, Anda harus mengkonversinya terlebih dahulu ke dalam format MPEG-2. Dengan begitu ukurannya pun menjadi lebih besar setelah dikonversi. Mengenai cara konversi video untuk bisa diputar di DVD PLayer saya akan mebahasnya di artikel lainnya.

 

One Response

  1. Salman Al Farisy 19 Dec 2015 14:26

Leave a Reply