Menganalisa Parameter S.M.A.R.T Pada Harddisk

S.M.A.R.T (Self-Monitoring, Analysis and Reporting Technology) atau juga dapat ditulis SMART merupakan sistem monitoring untuk perangkat disk drive komputer yang berfungsi untuk mendeteksi dan melaporkan berbagai indikator yang dapat memprediksi suatu kondisi disk drive. Singkatnya, fitur SMART memberikan peringatan dini apabila ada indikasi tertentu yang menandakan kondisi disk drive memburuk. Dengan adanya fitur ini diharapkan dapat membantu pengguna untuk mengantipasi kehilangan data yang diakibatkan oleh kerusakan komponen disk drive.

Ilustrasi Check-up Hardisk
Gambar 1. Ilustrasi Check-up Hardisk.

SMART akan memperingatkan pengguna dari kegagalan drive di waktu yang akan datang, sehingga pengguna dapat segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan data sebelum disk drive benar-benar menjadi rusak. Kegagalan disk drive dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:

  • Predictable failure
  • Yaitu kegagalan yang dapat diprediksi, misalnya keausan komponen mekanik (arm, actuator, bearing, spindle) dan degradasi permukaan magnetis piringan penyimpan data (platter). Fitur monitoring ini dapat memprediksikan kapan harddisk akan mengalami kegagalan total.

  • Unpredictable failure
  • Yaitu kegagalan yang tidak dapat diprediksi, karena dapat terjadi tiba-tiba tanpa adanya peringatan apapun, biasanya diakibatkan oleh keausan atau kerusakan komponen elektronik akibat korsleting sirkuit rangkaian ataupun ketidakstabilan suplai listik.

Sebagian besar kegagalan yang dapat diprediksi biasanya merupakan proses yang berjalan lambat dan bertahap sejalan dengan usia pakai dari disk drive, indikasinya adalah timbulnya kebisingan atau bunyi-bunyi yang tidak lazim (clicking), meningkatnya suhu harddisk, menurunnya performa disk drive, timbulnya masalah dalam pembacaan dan penulisan data, serta bertambahnya jumlah sector disk yang rusak. Namun proses kegagalan ini dapat berjalan lebih cepat apabila penggunaan dan penanganan disk drive tidak tepat.

Software Untuk Menganalisa Parameter S.M.A.R.T

Pada umumnya setiap tipe HDD (baik IDE/ATA, SATA, SAS, dan SCSI) dan SSD sudah mendukung fitur SMART secara default. Namun untuk selain dukungan dari disk drive itu sendiri, perlu adanya dukungan dari BIOS pada motherboard dan storage controller (chipset) yang dihubungkan dengan disk drive tersebut.

Terkadang harddisk yang dipasang dalam enclosure USB, fitur SMART-nya menjadi tidak berfungsi, sehingga menyulitkan untuk memeriksa kondisi HDD didalamnya. Namun beberapa manufaktur USB eksternal storage ada yang mendukung protokol SES (SCSI Enclosure Services) sehingga paramater SMART pada USB HDD dapat dibaca.

Selain dukungan hardware, untuk sistem operasi Windows memerlukan bantuan software agar dapat melakukan analisa parameter SMART. Untuk sistem operasi Linux pada umumnya sudah mendukung pembacaan SMART tanpa harus menginstal software lagi, cukup dengan mengetikkan perintah smartctl pada terminal Linux. Pada sistem operasi Windows, kamu bisa menginstall software HDD Sentinel untuk memeriksa dan menganalisa parameter SMART untuk mengetahui kondisi hardisk pada komputer secara aktual.

Nilai yang ditampilkan oleh parameter SMART
Gambar 2. Nilai yang ditampilkan oleh parameter SMART dari sebuah hardisk.

Ada beberapa parameter yang penting pada SMART, diantaranya adalah:

  • Reallocated Sectors Count
  • Menunjukkan jumlah sektor yang direlokasi. Ketika hardisk menemukan kekeliruan dalam pembacaan, penulisan, ataupun verifikasi, maka hardisk akan menandai sektor yang mengalami kekeliruan sebagai “reallocated” dan data akan dipindahkan pada spare area. Proses ini juga dikenal sebagai remapping, dan sektor yang direlokasi disebut “remaps”. Raw value yang ditampilkan pada SMART merepresentasikan jumlah bad sector yang ditemukan dan berhasil direlokasi. Sehingga semakin besar nilai yang ditampilkan, maka dapat diartikan semakin banyak sektor pada hardisk yang telah direlokasi.

    Hal ini juga dapat menjadi sebuah pertanda bahwa suatu saat hardisk akan mengalami kegagalan. Sebab semakin banyak jumlah sektor yang direlokasi, kemampuan read dan write pada hardisk menjadi lebih buruk, dikarenakan head akan dipaksakan untuk mencari spare area ketika data yang berada pada area remap diakses.

  • Spin Retry Count
  • Menunjukkan jumlah usaha untuk memulai spin hingga dapat meraih kecepatan operasionalnya. Bertambahnya nilai pada parameter ini dapat menjadi pertanda bahwa terdapat masalah pada sistem mekanis hardisk.

  • Reallocation Event Count
  • Menunjukkan perhitungan operasi remap. Raw value yang ditunjukkan oleh parameter ini menujukkan jumlah keseluruhan percobaan untuk memindah data dari sektor yang direlokasi ke spare area. Percobaan yang berhasil dan tidak berhasil tetap dihitung.

  • Current Pending Sector Count
  • Parameter ini menghitung jumlah sektor yang tidak stabil pada hardisk (menunggu untuk di remap karena kesalahan pembacaan yang belum dapat dipulihkan). Jika sektor stabil selanjutnya berhasil dibaca, maka sektor ini akan di remap sehingga nilai yang ditunjukkan pada parameter ini menurun.

  • Uncorrectable Sector Count
  • Parameter ini menghitung jumlah kesalahan yang tidak dapat dikoreksi pada proses read atau write dari sebuah sektor. Meningkatnya nila pada parameter ini mengindikasikan bahwa terdapat cacat pada permukaan disk dan atau masalah pada sistem mekanik hardisk.

Pada umumnya kekeliruan yang terjadi pada sebuah hardisk yang ditimbulkan akibat cacat pabrikan (entah itu cacat mekanik atau masalah firmware) biasanya berlangsung pada tahun pertama pemakaian, dengan kemungkinan yang cukup tinggi. Apabila pemakaian dari sebuah hardisk dapat melalui fase tersebut, kemungkinan hardisk tersebut dalam kondisi baik, tidak memiliki masalah cacat pabrikan.

Tampilan kondisi dan kesehatan sebuah HDD
Gambar 3. Kondisi dan kesehatan sebuah hardisk yang ditampilkan oleh sebuah aplikasi.

Namun hal itu bukan berarti tidak ada kemungkinan yang terjadi pada hardisk, sebab pada tahun ke-dua hingga ke-empat, umumnya kerusakan pada sebuah hardisk lebih sering ditimbulkan karena masalah yang sifatnya random. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk merawat hardisk dengan baik sehingga dapat mengurangi kemungkinan masalah yang terjadi.

Apabila hardisk dirawat dengan baik, dan selalu memperhatikan kondisi penggunaannya, sebuah hardisk dapat bertahan hingga 5 tahun masa pemakaian dan bahkan lebih lama lagi. Karena kerusakan yang ditimbulkan pada hardisk yang sudah berumur, biasanya lebih disebabkan karena keausan dari komponen-komponen hardisk itu sendiri.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

One Response

  1. Bung Hendro 26 Jan 2016 21:56

Leave a Reply