Spesifikasi Server Untuk Hosting WordPress

Saat pertama kali Anda ingin membangun sebuah website, tentu hal pertama yang akan dilakukan adalah menentukan spesifikasi server untuk keperluan menghostingkan website Anda. Dengan menentukan spesifikasi server yang tepat, maka Anda tidak khawatir lagi ketika suatu saat trafik pengunjung website Anda meningkat.

menentukan spesifikasi server untuk keperluan hosting website
Ilustrasi Server webhosting

Kesalahan yang banyak dilakukan ketika seseorang akan membangun sebuah website adalah pertimbangan yang kurang mendalam saat memilih spesifikasi server untuk keperluan websitenya. Sebab tiap website memerlukan kebutuhan resource yang berbeda-beda, tergantung dari jenis website dan jumlah pengunjungnya yang datang bersamaan.

Secara umum ada 2 jenis website berdasarkan proses pengolahan dan penyediaan kode-kode html yang akan ditampilkan ke pengunjung halaman website.

  • Website Statis
  • Website statis hanya memiliki elemen berupa html, javascript dan css saja. Karena berupa file statis, maka resource yang digunakan juga sangat sedikit. Anda bisa menggunakan shared hosting yang paling murah sekalipun, selama tersedia disk space yang cukup untuk menyimpan semua berkas html dan berkas atau elemen pendukungnya lainnya. Kebanyakan website statis dipergunakan untuk company profile atau portfolio.

  • Website Dinamis
  • Website dinamis adalah website yang kontennya dapat berubah setiap saat atau konten yang diperlihatkan bisa berbeda tergantung dari pengunjungnya. Isi konten bisa dibuat atau ditambahkan oleh siapa saja yang diijinkan tanpa perlu memodifikasi script yang berada di server secara langsung. Contohnya adalah pengunjung yang mengirimkan komentar atau menuliskan sebuah artikel.

    Dalam website dinamis memungkinkan terjadi interaksi yang kompleks antara antara pengguna dengan web server melalui pemrosesan server-side scripting. Penggunaan website dinamis bisa bermacam-macam, diantaranya adalah website blogging, e-commerce, bulletin board, file sharing, portal video dan lainnya.

    Sumber daya server yang diperlukan untuk menjalankan website dinamis tentu saja lebih besar dibanding website statis. Sebab semua permintaan dan interaksi yang dilakukan oleh pengunjung website akan diproses terlebih dahulu melalui server-side scripting yang terpasang pada web server tersebut.

Menentukan Spesifikasi Server Untuk Hosting WordPress

WordPress merupakan salah satu CMS berbasis PHP dan MySQL. WordPress adalah sebuah CMS yang sangat mudah untuk dimodifikasi, sehingga tidak hanya digunakan sebagai platform untuk blogging saja. WordPress juga dapat digunakan sebagai platform e-commerce, ticketing, forum, dan lainnya. Tidak ada patokan yang pasti mengenai spesifikasi server yang dibutuhkan.

Akan tetapi secara umum spesifikasi server yang dibutuhkan bergantung pada:

  • Tema WordPress yang Digunakan
  • Setiap tema memiliki kompleksitas yang berbeda satu sama lain. Semakin banyak fitur dan fungsi yang disediakan oleh sebuah themes maka semakin banyak resource server yang dibutuhkan. Oleh karena itu sebaiknya Anda tema yang tidak terlalu dijejali dengan banyak fitur dan fungsi, sebab belum tentu Anda menggunakannya. Pilih saja tema yang simpel dengan fungsi dasar. Selebihnya apabila Anda membutuhkan fitur tertentu, Anda bisa menggunakan plugin.

  • Jumlah Plugin Aktif
  • Salah satu keunggulan wordpress adalah soal ketersediaan plugin, baik yang gratis maupun berbayar. Namun semakin banyak plugin yang Anda pasang dan aktifkan, maka semakin banyak resource cpu dan memori yang dibutuhkan. Jadi gunakan plugin yang memang betul-betul Anda perlukan saja. Fungsi-fungsi kosmetik seperti slider, table, button, dan lainnya juga bisa didapatkan tanpa menggunakan plugin. Anda bisa mencobanya dengan memodifikasi css dan javascript.

  • Jumlah Pengunjung Website
  • Semakin banyak pengunjung website Anda yang datang pada saat bersamaan maka keperluan resource server yang dibutuhkan juga semakin besar. Jadi sebaiknya Anda menyediakan server dengan spesifikasi sedikit lebih tinggi, hal ini diperlukan agar ketika terjadi lonjakan pengunjung, server Anda tidak mengalami down karena kehabisan resource.

Untuk website yang baru saja Anda luncurkan, Anda bisa mulai mencobanya dulu menggunakan shared hosting. Pilihlah layanan shared hosting dengan penawaran harga yang masuk akal. Harga layanan hosting akan selalu berbanding lurus dengan kualitas dan performa server yang Anda dapatkan. Umumnya sebuah website dengan CMS WordPress yang dipasang di shared hosting bisa melayani 1000 hingga 3000 visitor unik.

Apabila Anda ingin memulainya langsung menggunakan sebuah VPS, Anda bisa mencoba VPS KVM dengan spesifikasi: 1 CPU Core, 512 MB RAM, dengan storage berjenis HDD ataupun SSD. Perkiraan harga pada umumnya berkisar antara 40 ribu hingga 100 ribuan. Keuntungannya adalah Anda tidak akan dipusingkan ketika terjadi lonjakan pengunjung website Anda. Karena VPS dapat menangani trafik jauh lebih banyak dibandingkan shared hosting.

Namun apabila CMS WordPress akan Anda gunakan untuk platform e-commerce, ada baiknya Anda memulainya langsung menggunakan sebuah VPS. Sebab selain ketersedian resource lebih terjamin dibandingkan dengan shared hosting, sebuah VPS juga dapat lebih leluasa untuk dikonfigurasi dan dioptimalkan. Anda bisa mendapatkan VPS berjenis KVM dengan spesifikasi: 1 CPU Core, 1 GB RAM, dengan storage jenis SSD. Perkiraan harga pada umumnya adalah sekitar 70 ribu hingga 150 ribuan, tergantung penyedia vps hosting tersebut.

Ini adalah perkiraan secara kasar saja untuk menentukan spesifikasi server yang paling cocok. Juga untuk menentukan kebutuhan resource terutama cpu dan memori dari server untuk menghostingkan website Anda. Apabila Anda bisa mengoptimalkan dari konfigurasi server maupun pengaturan pada CMS yang digunakan, tentunya Anda bisa mendapatkan performa yang lebih baik, bisa menampung dan melayani lebih banyak pengunjung, tanpa harus mengupgrade server dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

 

Leave a Reply