Penggunaan Torrent Serta Masalah Privasi dan Keamanan

Masalah privasi dan keamanan dalam penggunaan torrent dan jaringan peer-to-peer lainnya memang sangat menarik untuk dibahas. Bagi mereka yang senang menjelajahi dunia maya, tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah yang disebut torrent. Sebuah protokol dan sekaligus menjadi metode alternatif dalam menyediakan layanan sharing atau berbagi-pakai data dan file. Pada jaringan bittorrent kita dapat menemukan berbagai jenis aplikasi, video, musik, ebook, game dan lainnya.

Ilustrasi artikel penggunaan torrent dan hubungannya dengan privasi dan keamanan

Saat ini metode mendownload data melalui torrent sangat diminati sekali. Penggunaan torrent dari hari ke hari pun terus meningkat. Sebab banyak kelebihan-kelebihan yang ditawarkan pada torrent dibandingkan ketika mendownload data melalui layanan file sharing berbasis http. File-file berukuran besar dapat didownload secara bertahap, dan tentunya tidak memerlukan pembelian akun premium, seperti halnya saat kita mendownload data berukuran besar melalui layanan file sharing.

Namun, dibalik segala kelebihan-kelebihan yang terdapat pada torrent, protokol bittorrent ini bisa menjadi bumerang bagi setiap penggunaan torrent. Dengan tingkat resiko yang cukup besar, file-file yang tersedia melalui torrent dapat disusupi oleh malware. Karena download melalui torrent sepenuhnya gratis, hal ini tentu dimanfaatkan oleh para scammer dan cracker untuk mendapatkan keuntungan dari korbannya. Hal ini pernah dilontarkan oleh seorang peneliti bidang privasi di Harvard Business School yang bernama Ben Edelman. Apakah benar kalau mendownload dari torrent itu beresiko tinggi? Apakah penggunaan torrent mengurangi tingkat privasi dan keamanan bagi penggunanya?

Kesalahpahaman yang Muncul Mengenai Penggunaan Torrent, Masalah Keamanan, dan Privasi

Dari apa yang dilontarkan oleh peneliti tadi, juga diperkuat oleh banyaknya isu-isu yang beredar dari berbagai pihak yang berkepentingan. Tentu saja ini bisa menimbulkan kesalahpahaman akibat penyampaian informasi yang keliru. Jadi tidak sepenuhnya benar bahwa penggunaan torrent menimbulkan masalah terhadap privasi maupun keamanan.

  1. Bittorrent maupun file sharing memiliki tingkat resiko yang sama soal malware
  2. Anda juga bisa terserang malware ketika mendownload melalui layanan file sharing. Pada layanan file sharing, kebanyakan data yang berukuran besar dipecah menjadi beberapa bagian dalam zip atau rar. Sebuah malware bisa disisipkan kedalam rar atau zip, dan Anda mungkin baru mengetahuinya ketika Anda sudah mendownloadnya secara lengkap. Sedangkan pada torrent, data yang berukuran besar tidak perlu dipecah ke beberapa bagian, karena bittorrent menggunakan chunk atau pieces untuk mendisitbusikan data. Jadi tidak lagi ada alasan seseorang memecah data yang besar ke dalam rar atau zip apabila ingin didistribusikan melalui torrent.

  3. Bittorrent maupun file sharing memiliki tingkat resiko yang sama soal privasi
  4. Pada penggunaan bittorrent, masalah privasi timbul karena alamat ip Anda terlihat oleh pengguna bittorrent lainnya. Begitu juga halnya dengan pengguna layanan file sharing, alamat ip Anda tercatat di log saat Anda meng-klik url dari sebuah website yang membagikan link unduhan. Alamat ip Anda juga tercatat pada server layanan file sharing tempat Anda mendownload.

  5. Aplikasi download manager jauh lebih aman daripada aplikasi torrent client
  6. Hal tersebut bergantung pada banyak faktor. Aplikasi apapun yang terhubung pada jaringan internet, apabila tidak dikonfigurasi dengan baik dapat menimbulkan masalah serius. Aplikasi torrent client dan download manager keduanya bisa memiliki vulnerability.

  7. Aplikasi Bittorrent sering disusupi oleh malware
  8. Ya, memang beberapa aplikasi bittorrent client proprietary disusupi oleh malware. Namun juga tidak menutup pada aplikasi download manager http. Karena proprietary berarti closed source, Anda tidak dapat melihat source kodenya. Banyak sekali aplikasi torrent client open source yang memiliki fungsi dan kemampuan yang baik. Sedangkan aplikasi download manager yang open source pada umumnya tidak sehebat yang proprietary, contohnya IDM. Apakah ada download manager open source sehebat kemampuan IDM?

Perlu diketahui juga sebagai informasi untuk Anda, semua file hasil scene group/release group (misalnya: film, game, software, e-book, crack dan keygen) pertama kali didistribusikan melalui bittorrent ataupun jaringan peer-to-peer. Sangat jarang kelompok scene group atau release group yang mendistribusikan langsung melalui file sharing. Karena tentu saja tidak aman mendistribusikannya melalui file sharing.

Jadi apabila sebuah film, game dan software beserta crack atau keygen ditemukan pada layanan file sharing, berarti sebelumnya sudah ada yang mendownloadnya terlebih dahulu melalui torrent. Sehingga lebih besar kemungkinan sebuah file dimodifikasi, disisipi malware karena sumbernya bukan dari tangan pertama.

Mengatasi Masalah Privasi dan Keamanan Dalam Penggunaan Torrent

Sudah dijelaskan pada poin-poin diatas bahwa penggunaan torrent maupun file sharing untuk mendownload memiliki tingkat resiko yang sama. Lalu adakah cara-cara agar lebih aman dalam menggunakan torrent? Tentu saja! Ada beberapa cara dan tips yang dapat Anda gunakan:

  • Menggunakan VPN
  • VPN dapat meningkatkan keamanan dan privasi ketika Anda beraktifitas menggunakan torrent. Terutama apabila Anda sering mendownload dari public tracker. Karena VPN dapat mendukung protokol UDP, maka dapat dipastikan bahwa penggunaan VPN akan 100% kompatibel dengan aplikasi torrent client yang digunakan. Alamat asli IP Anda menjadi tidak terdeteksi oleh pengguna bittorrent lainnya.

  • Menggunakan Private Tracker
  • Pada umumnya private tracker jauh lebih aman dibandingkan public tracker. Konten yang di share pada private tracker sangat terkontrol. Tidak semua orang bisa mengupload torrent secara sembarangan. Setiap file torrent yang dishare di private tracker akan dimoderasi terlebih dahulu oleh pengurus komunitas private tracker tersebut. Sangat jarang sekali ditemukan file bervirus, mengandung malware, file palsu, ataupun file yang tidak sesuai dengan deskripsinya. Karena private tracker adalah komunitas terbatas, tentu saja memiliki privasi yang jauh lebih baik dibandingkan public tracker ataupun layanan file sharing.

  • Menggunakan Seedbox
  • Seedbox adalah sebuah server perantara yang menyediakan layanan berbagi melalui torrent. Banyak kelebihan yang diperoleh apabila Anda menggunakan layanan seedbox untuk melakukan aktifitas torrenting. Selain privasi Anda lebih terjaga, di seedbox juga memungkinkan Anda untuk menggunakan private tracker tanpa perlu khawatir lagi soal ratio dan bandwidth. Karena bandwidth yang digunakan untuk proses seeding adalah bandwidth pada server, bukan bandwidth dari koneksi internet yang Anda gunakan.

Pertanyaan yang Sering Dilontarkan Mengenai Masalah Privasi dan Keamanan Dalam Penggunaan Torrent

Pertanyaan-pertanyaan dibawah ini seringkali dilontarkan oleh pengguna torrent:

Hal-hal yang seringkali ditanyakan soal masalah privasi dan keamanan dalam penggunaan torrent

  • Bagaimana supaya lebih aman download dari publick tracker?
  • Anda harus lebih selektif ketika mendownload melalui publik tracker. Sebab pada umumnya torrent yang diupload ke publik tracker tidak terkontrol dengan baik. Siapa saja bisa mengupload torrent ke public tracker. Sebaiknya Anda tidak mendownload file yang di-rar atau di-zip. Karena file yang di-rar atau di-zip hanya bisa dilihat isinya setelah Anda selesai mendownloadnya.

  • Apa saja situs torrent atau public tracker yang aman dan tidak bervirus?
  • Agak sulit untuk mengidentifikasinya, namun pada beberapa layanan public torrent, Anda bisa melihat status uploadernya. Apakah uploader tersebut dapat dipercaya atau tidak. (Baca juga: Beberapa Alamat Website Public Torrent Terpopuler)

  • Apa itu scene group atau release group
  • Scene group atau release group adalah kelompok atau pribadi yang sering menyebarkan warez. Warez sendiri adalah sebutan untuk sebuah file atau konten digital yang tidak didistribusikan secara resmi, atau dengan kata lain bajakan. Sehingga konten yang seharusnya berbayar bisa didapatkan secara gratis atau cuma-cuma. Pada umumnya warez didistribusikan melalui torrent ataupun jaringan peer-to-peer lainnya.

  • Semua soal torrent itu adalah warez atau bajakan?
  • Tidak juga, jangan dikaitkan secara langsung soal warez dan bajakan dengan torrent. Memang torrent sering dikonotasikan negatif, karena banyak hal-hal yang bersifat warez didistribusikan melalui torrent. Namun torrent hanyalah sebuah protokol dan sebagai metode alternatif dalam mendistribusikan data. Beberapa publisher dan developer software, film, dan game juga banyak yang memanfaatkan torrent sebagai jalur distribusi data.

 

Leave a Reply