Komponen Dasar Elektronika

Resistor

Sebuah resistor sering disebut juga tahanan atau penghambat, adalah suatu komponen elektronika yang memberikan hambatan terhadap perpindahan elektron. Resistor disingkat dengan huruf “R“. Satuan resistor adalah Ohm. Kemampuan resistor untuk menghambat disebut juga resistansi. Suatu resistor dikatakan memiliki hambatan 1 Ohm apabila resistor tersebut menjembatani beda tegangan sebesar 1 Volt dan arus listrik yang timbul akibat tegangan tersebut adalah sebesar 1 ampere.

Hubungan antara hambatan, tegangan, dan arus, dapat disimpulkan melalui hukum berikut ini, yang terkenal sebagai hukum Ohm:

R= (V/I)

di mana V adalah beda potensial antara kedua ujung benda penghambat, I adalah besar arus yang melalui benda penghambat, dan R adalah besarnya hambatan benda penghambat tersebut.

Berdasarkan penggunaannya, resistor dapat dibagi:

  1. Resistor Biasa (tetap nilainya), ialah sebuah resistor penghambat gerak arus, yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini memiliki 2 jenis yaitu resistor karbon dan metalfilm. Jenis karbon memiliki toleransi 5% dan jenis metalfilm memiliki toleransi 1%. Semakin kecil toleransi semakin baik kualitas resistor tersebut.
  2. Resistor Variabel, ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan cara menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua, Potensiometer, rheostat dan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yang biasanya menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit Board atau PCB).
  3. Resistor NTC dan PTC, NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTC (Positife Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin.
  4. LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis Resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil.

Gelang Warna pada Resistor

Pada Resistor biasanya memiliki 4 gelang warna, gelang pertama dan kedua menunjukkan angka, gelang ketiga adalah faktor kelipatan, sedangkan gelang ke empat menunjukkan toleransi hambatan. Pada resistor berjenis metalfilm memiliki 5 gelang warna, dengan komposisi: Gelang Pertama (Angka Pertama), Gelang Kedua (Angka Kedua), Gelang Ketiga (Angka Ketiga), Gelang Keempat (Multiplier) dan Gelang Kelima (Toleransi).

Kebanyakan gelang toleransi yang dipakai oleh umum adalah warna Emas, Perak dan Coklat.

WarnaGelang PertamaGelang KeduaGelang Ketiga (multiplier)Gelang ke Empat (toleransi)Temp. Koefisien
Hitam00×100
Coklat11×101±1.00% (F)100 ppm
Merah22×102±2.00% (G)50 ppm
Jingga33×10315 ppm
Kuning44×10425 ppm
Hijau55×105±0.50% (D)
Biru66×106±0.25% (C)
Ungu77×107±0.10% (B)
Abu-abu88×108±0.05% (A)
Putih99×109
Emas×10-1±5.00% (J)
Perak×10-1±10.0% (K)
Polos±20% (M)

Selain itu, ada pula resistor yang tidak ditandai dengan gelang warna, melainkan ditandai dengan nilai angka yang langsung menyebutkan nilainya, seperti yang dijumpai pada resistor berukuran besar. Ada juga resistor yang ditandai dengan kode angka, seperti pada resistor berbentuk SMD (Surface Mount Device) yang akhir-akhir ini banyak dijumpai komponen berbentuk SMD, seiring dengan perkembangan  teknologi yang membuat barang-barang elektronika dapat dibuat dalam ukuran yang sangat ringkas. Metode pembacaan resistor dengan kode angka ini sama dengan metode yang digunakan untuk membaca kapasitor keramik.

Pada resistor biasa juga memiliki perbedaan batasan daya disipasi. Semakin besar daya disipasi (dalam satuan Watt) semakin besar ukuran resistor. Umumnya terdapat beberapa ukuran daya pada resistor biasa yaitu: 1/4 W, 1/2 W, 1 W, 2 W, 5 W, 10 W, dan 20 W.

Berkas:Potentiometer symbol.png
Berkas:Resistor symbol.pngBerkas:Variable resistor symbol.png
ResistorVariable
Resistor
Gambar Resistor
Simbol resistor (kiri) dan wujud asli resistor (kanan)

Kapasitor

Kondensator (Kapasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad. Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.
Berkas:Polarized_kondensator_symbol_3.jpg Lambang kapasitor (mempunyai kutub positif dan negatif) polar. Biasanya disebut Elco. Jenis ini memiliki kapasitas yang cukup besar mulai dari 1µF – 33.000µF. Kutub negatifnya biasanya ditandai dengan garis tebal pada badannya.
Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor non polar.

Berkas:Capacitor_symbol.jpg Lambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) non polar. Biasanya dibedakan berdasarkan jenis bahan dielektriknya, antara lain kapasitor keramik, mylar, polyester,feeder(kertas), mkm, dan mkt. Jenis ini memiliki kapasitas yang kecil mulai dari 1pF sampai 680 nF.

Kedua jenis kapasitor diatas merupakan kapasitor yang nilainya tetap. Pada jenis elco nilainya biasanya dicantumkan pada badan kapasitor, pada jenis non polar biasanya menggunakan nilai yang disingkat. Contoh misal pada badannya tertulis = 203, nilai kapasitasnya = 20.000 pF = 20 KpF = 0,02 µF.

Kondensator variabel dan trimmer adalah jenis kondensator yang kapasitasnya bisa diubah-ubah. Kondensator ini dapat berubah kapasitasnya karena secara fisik mempunyai poros yang dapat diputar dengan menggunakan obeng. Kondensator variabel terbuat dari logam, mempunyai kapasitas maksimum sekitar 100 pF (pikoFarad) sampai 500 pF (100pF = 0.0001µF). Kondensator trimer mempunyai kapasitas dibawah 100 pF (pikoFarad).

Lambang gambar untuk Kondensator Variable yang disingkat varco.

Lambang gambar untuk Kondensator Trimer pada skema elektronika.

Wujud kapasitor Kapasitor variabel
Wujud asli dari kapasitor tetap dan wujud kapasitor variabel

Dioda

Dioda atau diode adalah sambungan bahan p-n yang berfungsi terutama sebagai penyearah. Bahan tipe-p akan menjadi sisi anode sedangkan bahan tipe-n akan menjadi katode. Bergantung pada polaritas tegangan yang diberikan kepadanya, diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif). Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual. Pada diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik. Tegangan sebesar 0,7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage). Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0,3V.

Jenisnya antara lain :

  • dioda biasa
  • dioda pemancar cahaya atau LED
  • dioda foto
  • dioda Zener
  • dioda Schottky (SCR)

Light Emmiting Dioda atau lebih dikenal dengan sebutan LED, adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Gejala ini termasuk bentuk elektroluminesensi. Warna yang dihasilkan bergantung pada bahan semikonduktor yang dipakai, dan bisa juga dekat ultraviolet, tampak, atau inframerah.

Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik.

Dioda Zener dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas “tegangan rusak” (breakdown voltage) atau “tegangan Zener“. Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah tegangan rusaknya. Jika melampaui batas tegangan rusaknya, dioda biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang menyebabkan panas. Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar panah), dioda ini akan memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar 0.6 Volt yang biasa untuk dioda silikon. Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis dioda yang dipakai.
Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa, kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi, disebut tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki doping berat, yang memungkinkan elektron untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-n. Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Sebagai contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi, sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau untuk menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil.

Suatu dioda foto

Wujud asli dari LED (kiri), wujud asli dari dioda foto (tengah), dan simbol dari dioda zener (kanan).

Transistor

Transistor adalah komponen semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJTBipolar Junction Transistor) atau tegangan inputnya (FETField Effect Transistor), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai sakelar elektronik berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.

PNPP-channel
NPNBerkas:JFET_symbol_N.pngN-channel
BJTJFET

Simbol transistor (kiri) dan wujud aslinya (kanan).

IC (Integrated Circuit)

Sirkuit terpadu (integrated circuit atau IC) adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika. Jenisnya antara lain yaitu:

  • IC TTL (Transistor-Transistor Logic), digunakan untuk membuat rangkaian gerbang logika dan rangkaian digital seperti ANDORNANDXOR.
  • IC Op-Amp (Operational Amplifier), digunakan sebagai penyangga atau penguat signal.
  • Microcontroller, dll.

IC memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam, berikut ini adalah standarisasi package yang umum dijumpai pada peralatan elektronik:

  • Single Inline Package (SIP)

Single Inline Package

  • Dual Inline Package (DIP)

Dual Inline Package IC

  • Thin Shrink Small outline Package (TSSOP)

Selain itu masih banyak lagi bentuk-bentuk lainnya, seperti gambar dibawah ini:

Spoiler

[collapse]
 

3 Comments

  1. web cam girl 23 Feb 2011 17:38
  2. personal loan 22 Feb 2011 16:21

Leave a Reply