Kenali Ciri Ciri Flashdisk Palsu Yang Beredar di Pasaran

Flashdisk adalah salah satu media penyimpanan portabel yang paling populer. Penggunaan flashdisk sebagai media penyimpanan pun memberikan kepraktisan apabila dibandingkan dengan media penyimpanan optik seperti kepingan DVD atau media penyimpanan seperti memory card (microSD, MMC, dan sejenisnya) dimana membutuhkan alat bantu tambahan berupa card reader.

Sebuah flashdisk pun memiliki ketahanan yang jauh lebih baik apabila dibandingkan dengan media penyimpanan portabel seperti hardisk eksternal usb. Sebab sebuah hardisk umumnya lebih sensitif apabila sering terguncang atau terjatuh. Tidak seperti flashdisk dimana apabila terjatuh atau bahkan mungkin tersiram air pun umumnya masih tetap dapat digunakan setelah dikeringkan. Jadi sebuah flashdisk adalah media penyimpanan yang paling portabel.

Nah ngomong-ngomong soal flashdisk, beberapa bulan yang lalu saya jadi teringat ketika ada pelanggan Jasa Download kami yang mengantarkan sebuah flashdisk untuk diisikan film-film terbaru. Flashdisk tersebut baru dibelinya di sebuah toko di BTM (Bogor Trade Mall), karena ketika diantar ke tempat saya, flashdisk tersebut masih belum dibuka dari kemasannya. Tidak hanya sekali saja, ada pelanggan lainnya yang juga terkena musibah yang sama, yaitu membeli flashdisk palsu!

Flashdisk Palsu! Bagaimana Bisa Hal Itu Terjadi?

Flashdisk palsu atau bisa boleh juga disebut flashdisk abal-abal sebenarnya merupakan sebuah flashdisk jauh lebih rendah daripada spesifikasi yang tertulis pada kemasannya. Wah canggih juga pemalsunya ya? Nggak juga sih, mereka sebenarnya bukan memproduksi atau menguasai teknologi pembuatan chipset memory untuk flashdisk, tapi mereka hanya mampu untuk merakit flashdisk dan membuat casingnya agar semirip mungkin dengan merek-merek flashdisk terkenal.

Flashdisk abal-abal tersebut menggunakan sebuah chipset memory berkapasitas rendah, umumnya hanya 16 MB atau 32 MB. Dimana jenis memori ini sudah lama sekali tidak lagi diproduksi oleh produsen-produsen ternama. Sebab saat ini kapasitas terkecil dari sebuah flashdisk adalah 4 GB, itu pun sudah sangat jarang ditemukan. Lalu bagaimana pemalsu flashdisk tersebut memanipulasi kapasitas tampung data pada flashdisk abal-abal tersebut?

Adalah dengan memodifikasi firmware pada chipset controller dari flashdisk tersebut, atapun dengan memodifikasi FAT table agar menampilkan ukuran yang keliru. Karena biasanya secara default, sebuah flashdisk diformat dengan file system FAT32.

Nah yang jadi permasalahannya adalah flashdisk palsu tersebut di Bogor sudah masuk ke toko-toko komputer di mall seperti BTM atau Taman Topi Square. Lebih hebatnya lagi, salah satu toko komputer di Bogor bahkan menjual flashdisk palsu tersebut melalui Tokopedia. Tidak seperti di Jakarta yang mungkin peredarannya hanya sebatas di kaki lima ataupun mungkin dijajakan di bus-bus kota. Nggak mungkin jugalah pusat komputer di kawasan pertokoan Mangga Dua sampai kemasukan flashdisk palsu!

Salah satu toko komputer di bogor yang menjual flashdisk toshiba palsu melalui tokopedia

Diskusi di etalase produk flashdisk palsu di tokopedia review pembeli yang kecewa karena flashdisknya palsu

Coba perhatikan beberapa komentar dari pembeli flashdisk tersebut yang menyatakan adanya keanehan dengan flashdisk tersebut. Walau sepertinya ada juga beberapa yang mungkin nggak tahu soal produk yang dibelinya palsu. Lihat juga komentar dari salah satu pembeli yang menanyakan soal garansi, namun tidak dibalas oleh penjual. Untung saja sepertinya saat ini produk flashdisk toshiba palsu tersebut sudah “digudangkan” di Tokopedia.

Lalu kenapa itu terjadi di Kota Bogor? Entahlah, mungkin tergiur dengan modal yang jauh lebih murah ketimbang membeli melalui jalur distributor resmi. Atau mungkin juga kurangnya pengetahuan dari sang pemilik toko komputer tersebut. Memang sih, kalau saya perhatikan selama ini, masih banyak masyarakat Bogor yang sangat awam dengan yang namanya komputer dan internet. Apa buktinya?

Anda bisa lihat sendiri, anak-anak muda jaman sekarang tau komputer karena hanya tertarik dengan permainan game online di warnet atau sekedar chatting di facebook. Sehari menghabiskan paling tidak Rp.10000. Padahal kalau ditabung selama kurang lebih 1 tahun saja sudah bisa membeli seperangkat komputer (mungkin nggak baru, tapi jauh lebih bermanfaat bukan?). Banyak juga anak-naka muda terutama dari masyarakat kelas menengah yang punya smartphone model terbaru. Lalu apakah punya komputer atau paling tidak koneksi internet? Jarang sekali. Lha… orang kalau ngisi lagu aja mesti ke warnet dulu koq. Butuh aplikasi terbaru juga larinya ke konter henpon! hehe….

Saya aja yang boleh dibilang hidup berkecukupan (sombong dikit boleh dong, hehe..) baru ganti handphone dari Nokia XpressMusic, yang sudah dipakai sejak tahun 2009 ke smartphone Lenovo A706 di akhir tahun 2014. Itupun karena tuntutan pekerjaan, dimana pelanggan lebih senang berkomunikasi via BBM, Whatsapp, atau LINE, ketimbang via YM. Saya adalah orang yang cukup antusias dengan kehadiran teknologi baru, tetapi saya bukanlah jenis orang yang konsumtif. Ingat! gaptek itu bukan dikarenakan tidak memiliki, tapi lebih dikarenakan ketidakingintahuan akan sesuatu.

Ciri Ciri Flashdisk Palsu Yang Banyak Beredar di Bogor

Balik lagi ke topik awal soal flashdisk palsu. Di Bogor, flashdisk palsu yang banyak beredar adalah merek Kingston dan Toshiba. Ciri pertama adalah harganya yang jauh lebih murah daripada harga normal di pasaran. Contohnya salah satu toko komputer di Bogor ada yang menjual flashdisk palsu merek Toshiba 32 GB hanya sekitar Rp.50000 an. Namun harga mahal juga bukanlah jaminan, sebab ada kemungkinan flashdisk tersebut dijual dengan harga yang sama atau mendekati harga flashdik yang original.

  1. Terjadi keanehan saat diisi data
  2. Proses penyalinan data akan terlihat sangat cepat, bahkan hampir setara dengan kecepatan transfer dari hardisk ke hardisk. Namun setelah progress bar Windows selesai, indikator lampu di flashdisk akan terus berkedip tanpa henti (ini yang disebut dengan looping).

  3. Sebagian besar data di dalam flashdisk menjadi corrupt
  4. Tentu saja hal ini terjadi karena kapasitas aktual dari chipset memory tersebut jauh lebih kecil dari claim yang tertulis pada kemasannya.

  5. Tidak bisa di format ke NTFS atau exFAT
  6. Hal ini terjadi karena firmware telah dimodifikasi sehingga apabila dicoba format ke NTFS atau exFAT akan gagal.

  7. Nama yang aneh pada device Manager

Tidak perlu menggunakan bantuan tools atau software untuk dapat mengetahui flashdisk palsu ini. Lalu bagaimana cara yang paling ampuh agar kita terhindar dari pembelian flashdisk palsu atau abal-abal? Mudah saja sebenarnya, apabila Anda ragu apakah flashdisk yang ingin Anda beli di sebuah toko palsu atau tidak. Bawa saja notebook Anda saat ingin membeli flashdisk, jadi bisa langsung dicoba test ditempat. Sebab nggak semua toko komputer di Bogor ada komputer buat keperluan test hardware.

Kalau nggak punya notebook gimana donk? Ya buat perjanjian dengan toko penjualnya bahwa kalau flashdisknya bermasalah bisa dikembalikan. Kalau toko tersebut tidak bisa menjamin maka lebih baik anda membelinya di toko lain.

 

Leave a Reply