Mengenal Docking Hardisk dan Kegunaannya

Dewasa ini teknologi penyimpanan data berkembang dengan sangat pesat, diantaranya adalah hardisk dan solid state disk (SSD). Keduanya merupakan jenis media penyimpanan data yang umum digunakan pada personal komputer ataupun notebook. Melalui artikel ini saya akan membahas sebuah alat bernama docking station atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan docking hardisk. Disini juga akan dibahas mengenai fungsi docking hardisk dan kegunaannya.

Sebelumnya kita akan sedikit flashback, kembali ke sekitar awal tahun 2000-an. Saat itu media penyimpanan data berupa hardisk pada umumnya hanya dimiliki oleh mereka yang mempunyai perangkat PC ataupun notebook. Namun untuk saat ini, saya kira cukup banyak orang yang memanfaatkan hardisk sebagai penyimpanan berkas multimedia yang ukurannya besar, misalnya saja video kualitas HD.

Apa yang dimaksud dengan Docking Hardisk, Fungsi dan Kegunaan Docking Hardisk?

Docking hardisk atau hardisk docking station adalah sebuah alat untuk menempatkan sebuah hardisk internal. Sehingga tanpa perlu memiliki sebuah PC, Anda dapat menggunakan hardisk tersebut agar dapat terhubung dengan perangkat lain yang membutuhkan akses atau pembacaan file yang tersimpan dalam hardisk tersebut.

Pada umumnya docking hardisk memiliki antarmuka input output I/O) berupa port USB, e-SATA, ataupun keduanya. Sebuah docking hardisk juga memiliki sumber daya tersendiri yang diperlukan untuk dapat menghidupkan hardisk yang ditambatkan kedalam slot tersebut.

mengenal docking hardisk - perbedaan bentuk port usb 2.0, usb 3.0, dan e-sata
I/O Port USB 2.0, USB 3.0, dan e-SATA yang umumnya terdapat pada docking hardisk

Perbedaan antara Docking Hardisk, Enclosure Hardisk, dan Hardisk Portable

Sebuah docking hardisk memiliki fungsi dan kegunaan umum yang sama seperti halnya enclosure hardisk. Yaitu sebagai rumah dari sebuah hardisk ataupun SSD. Sehingga sebuah hardisk ataupun SSD yang pada umumnya hanya memiliki antarmuka I/O berupa SATA, dapat memiliki antarmuka I/O lainnya seperti USB, FireWire, ataupun e-SATA. Sehingga dapat menambah fungsi dalam hal portabilitasnya.

Sehingga sebuah hardisk SATA dapat berhubungan dengan jenis perangkat lain yang tidak memiliki antarmuka I/O berupa port SATA. Contohnya adalah LCD SmartTV yang pada umumnya hanya memiliki antarmuka I/O berupa port USB. Ataupun notebook yang pada umumnya memiliki antarmuka I/O berupa port USB, FireWire, atau e-SATA.

Disk enclosure atau yang biasanya disebut sebagai casing hardisk digunakan untuk membuat penggunaannya lebih praktis dan bersifat portable. Dalam hal ini mudah untuk dipasang-copot (plug and play), dipindah-pindahkan, dan parktis untuk dibawa. Hardisk portable (orang awam lebih mengenalnya dengan sebutan hardisk USB) adalah sebuah hardisk SATA yang ditempatkan dalam sebuah enclosure (casing).

Perbedaan antara enclosure hardisk dengan hardisk usb adalah soal branded-nya saja. Sebuah hardisk portable USB biasanya sudah dirakit dari pabriknya. Umumnya cangkang luar pun dibuat permanen (sulit untuk dibongkar pasang). Sedangkan enclosure hardisk adalah sebuah cangkang hardisk saja. Dimana Anda bisa menentukan sendiri merek ataupun kapasitas hardisk yang ingin dipasangkan dengan casing tersebut.

Lalu bagaimana dengan docking hardisk? Sama saja sebenarnya seperti sebuah enclosure atau casing hardisk. Perbedaannya adalah dari segi bentuknya saja. Dimana docking hardisk berupa slot, sehingga hardisk yang dipasangkan dengan docking tersebut tetap akan terlihat. Nah disinilah letak utama dari perbedaanya.

mengenal docking hardisk - Hardisk Portable USB 3.5 inch dan 2.5 inch mengenal docking hardisk - Hardisk Enclosure USB 3.5 inch dan 2.5 inch mengenal docking hardisk - Hardisk Docking Station 3.5 inch dan 2.5 inch
Gambar 1. Hardisk Portable Branded. Gambar 2. Hardisk Enclosure. Gambar 3. Docking Hardisk

Kelebihan dan Kekurangan dari Hardisk Portable, Enclosure Hardisk, dan Docking Hardisk

  • Hardisk Portable USB
  • Hardisk berada di dalam sebuah case (cangkang) sehingga bebntuk fisik hardisk tidak dapat terlihat. Cangkang hadisk ini sendiri bersifat permanen, sehingga hardisk didalamnya tidak mudah untuk dicopot dan diganti dengan hardisk lain.

    Keunggulan dari hardisk jenis ini adalah kompabilitasnya yang sangat tinggi terhadap casingnya. Namun kekurangannya adalah apabila sirkuit elektronik dalam casing rusak, maka hardisk tidak dapat digunakan.

  • Hardisk yang dipasang dalam enclosure
  • Hardisk berada di dalam sebuah case (cangkang) sehingga bentuk fisik hardisk tidak dapat terlihat. Namun Anda masih bisa mengeluarkan hardisk dari cangkang dengan cara membuka baut dan melepas bagian penutupnya.

    Keunggulan dari hardisk enclosure adalah mudah dibongkar pasang, sehingga apabila sirkuit elektronik dalam casing rusak, Anda cukup mengganti casingnya saja, sehingga hardisk dapat digunakan kembali.

    Kekurangannya adalah soal kompabilitasnya yang lebih rendah. Sebab terkadang sirkuit chip elektronik di dalam casing tidak mendukung hardisk dengan ukuran kapasitas tertentu. Selain itu seringkali sebuah hardisk yang dipasang dalam enclosure memerlukan daya yang sedikit lebih besar, sehingga Anda perlu menggunakan kabel USB bercabang agar hardisk bekerja optimal.

  • Hardisk yang ditambatkan pada Docking Station
  • Docking station lebih memudahkan Anda dalam memasang atau melepaskan hardisk yang ingin dihubungkan dengan perangkat yang menggunakan port USB. Sebab hardisk yang dipasang tidak sepenuhnya tertutup seperti halnya apabila Anda memasang dalam sebuah enclosure.

    Pada umumnya sebuah docking station kompatibel terhadap jenis hardisk 2.5″ maupun 3.5″ maupun terhadap ukuran kapasitas hardisk yang akan ditancapkan melalui docking station tersebut. Akan tetapi docking hardisk memiliki kekurangan dari segi portabilitasnya.

    Dikarenakan fisik hardisk tidak tertutup secara keseluruhan, maka kurang praktis apabila tujuannya untuk dibawa bepergian.

Penggunaan Docking Hardisk yang Ideal

Baik hardisk portabel USB, enclosure hardisk dan docking station adalah beberapa solusi bagi Anda. Yang memiliki banyak berkas koleksi file yang ingin tetap tersimpan dalam sebuah hardisk. Ketika ruang simpan tersisa pada komputer atau notebook Anda sudah hampir penuh.

Membeli docking hardisk adalah sebuah pilihan yang tepat ketika Anda memiliki banyak hardisk internal dimana slot SATA pada motherboard PC Anda sudah terpakai seluruhnya. Ketimbang Anda membeli sejumlah hardisk enclosure, Anda bisa berhemat dengan membeli sebuah docking hardisk saja. Sebab hardisk internal akan dapat dengan mudah ditancapkan ke dalam slot docking station apabila dibutuhkan, dan hardisk dapat dengan mudah dilepas kembali tanpa harus menggunakan bantuan alat.

 

Leave a Reply