Cara, Tips, dan Informasi Pengiriman Paket Menggunakan Jasa Ekspedisi

Saat ini berjualan atau menjalankan usaha melalui media online sudah menjadi hal yang lumrah, terutama bagi pembeli yang sehari-harinya sering berinteraksi dengan internet. Baik itu berbentuk toko online yang berbadan hukum, kelompok, maupun perorangan.

Disini saya akan memberikan beberapa tips baik untuk pembeli dan penjual, terutama untuk usaha toko online yang sifatnya perorangan. Sebab toko online yang sifatnya perorangan umumnya dilakukan seorang diri/tidak memiliki pegawai khusus untuk menangani penjualan, transaksi pembayaran dan pengiriman barang.

Pengiriman barang melalui jasa ekspedisi adalah proses terakhir dari rangkaian prosedur jual beli dalam toko online. Oleh karena itu penentuan jasa ekspedisi juga menjadi faktor penentu dalam sebuah usaha toko online. Ada beberapa jasa ekspedisi yang memang sudah sangat banyak digunakan oleh toko online, diantaranya adalah JNE, Tiki, dan Pos.

Ilustrasi Pengiriman Barang Melalui Jasa Ekspedisi
Gambar 1. Ilustrasi Jasa Ekspedisi

Kalau menurut pengalaman saya selama lebih dari 1 tahun membuka usaha jasa download dan juga jasa perakitan kit elektronika, dimana sering mengandalkan jasa ekspedisi untuk pengirimannya. JNE menjadi pilihan saya, pelayanan yang diberikan jauh lebih baik daripada Tiki atau Pos Indonesia. Hal itu bukan lain karena jam operasionalnya yang lebih panjang daripada jasa ekspedisi sejenis lainnya. Sistem online trackingnya pun memudahkan bagi saya dan pelanggan saya untuk melihat status kiriman. Dengan sistem online tracking ini, biasanya beberapa menit setelahnya status kiriman langsung bisa dilihat oleh pelanggan.

Beda sekali dengan sistem tracking offline, dimana biasanya proses tracking baru bisa dilihat beberapa jam setelahnya. Mungkin kebanyakan baik penjual dan pembeli sudah banyak yang mengetahui prosedur pengiriman melalui jasa ekspedisi, oleh karena itu saya hanya ingin menambahkan beberapa tips saja, terutama mengenai penanganan packing atau kemasannya.

Tips Untuk Pembeli yang Menggunakan Jasa Kurir

  • Lakukan pengecekan informasi mengenai penjual
  • Sebelum Anda melakukan pembelian barang secara online, disarankan terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap informasi mengenai penjualnya. Anda dapat melihat beberapa tips aman untuk berbelanja online disini.

  • Cek ongkos kirim
  • Anda dapat melihat biaya ongkos kirim melalui website resmi dari masing-masing jasa ekspedisi yang tersedia. Apabila ongkos kirim lebih mahal daripada harga barang yang dipesan sebaiknya Anda mencari penjual jasa lainnya yang lokasinya paling dekat dengan lokasi Anda. Selain menghemat biaya, tentu pengiriman barang lebih cepat sampai.

  • Packing/Kemasan
  • Untuk pemesanan barang elektronik yang mudah rusak apabila terbentur atau terguncang, misalnya harddisk, notebook, motherboard, vga card, atau kit elektronik sebaiknya Anda meminta kepada penjual untuk menggunakan double packing. Yang dimaksud disini adalah penanganan packing dilakukan oleh penjual, bukan dari pihak kurir/ekspedisi. Sebab penjual pastinya lebih mengerti tentang cara penanganan yang tepat.

  • Asuransi Pengiriman
  • Untuk pemesanan barang yang harganya cukup tinggi, Anda juga dapat meminta kepada penjual untuk menyertakan asuransi pada saat barang dipaketkan menggunakan jasa ekspedisi. Sebab umumnya setiap jasa ekspedisi juga menawarkan asuransi untuk barang-barang yang nilainya tinggi. Walaupun akan menambah biaya, tetapi Anda dapat melakukan klaim apabila barang kiriman hilang atau rusak saat dikirimkan.

  • Resi Pengiriman
  • Mintalah resi/nomor tracking kepada penjual, sehingga Anda dapat melakukan pengecekan status kiriman. Jangan menggunakan jasa ekspedisi yang tidak mempunyai sistem tracking, karena hanya akan menyulitkan Anda.

Tips Untuk Penjual yang Menggunakan Jasa Kurir

  • Alamat dan Kontak Pelanggan
  • Sebaiknya Anda meminta detail alamat lengkap tujuan pengiriman dan juga nomor kontak yang dapat dihubungi. Sehingga nantinya tidak terjadi kesalahan dalam menentukan ongkos kirim yang dibebankan kepada pelanggan. Sebab umumnya perbedaan alamat (misal kota dengan kabupaten) terkadang juga terdapat perbedaan biaya ongkos kirim.

  • Packing/Kemasan
  • Packing/Kemasan dapat disesuaikan dengan produk yang akan dikirim kepada pelanggan Anda. Ada beberapa macam kemasan yang umum dipakai, diantaranya adalah amplop/kertas pembungkus, karton/dus, styrofoam, dan peti kayu. Pemilihan dan penggunaan kemasan yang tidak tepat kemungkinan dapat menimbulkan resiko kerusakan terhadap barang yang dikirimkan. Begitu juga dengan ukuran kemasan yang dimensinya terlalu besar dapat menambah ongkos kirim karena bisa saja paket yang dikirimkan dihitung secara volumetrik, bukan berdasarkan berat paket yang dikirimkan.

    Amplop pembungkus Amplop dan kertas pembungkus dapat dipakai untuk mengemas barang yang tidak terlalu memerlukan perlakuan khusus dan tidak mudah rusak apabila tertumpuk dengan barang lainnya. Misalnya saja seperti dokumen, surat-surat, pakaian, buku dan barang lain yang sejenis.

    Kardus Karton atau dus dapat dipakai untuk mengemas barang seperti kepingan cd/dvd, memory card, flashdisk, tas wanita, parfum, makanan, dan obat-obatan. Ketebalan dus dapat disesuaikan dengan barang yang akan dikirimkan. Untuk kepingan cd/dvd sebaiknya dikemas terlebih dahulu menggunakan hardcase atau spindle sebelum dikemas kembali menggunakan dus.

    Lembaran styrofoam Styrofoam dapat dipakai untuk mengemas barang seperti buah-buahan, makanan, barang elektronik, dan barang lain yang mudah rusak apabila terbentur ataupun terguncang. Styrofoam dapat berupa box ataupun berupa lembaran sebagai pengganjal atau pelindung tambahan. Apabila hanya sebagai pengaman tambahan, styrofoam dapat diganti dengan alternatif lainnya, misalnya bubble wrap, kertas shredder, ataupun jerami. Namun penggunaannya perlu disesuaikan dengan barang yang akan dikemas.

    Peti kayu Peti kayu biasanya lebih sering digunakan sebagai pelindung dari barang yang dikemas, terutama barang pecah belah dan barang elektronik. Peti kayu biasanya disediakan oleh pihak jasa ekspedisi. Namun untuk barang dengan kondisi tertentu, sebaiknya pengemasan dengan peti kayu dilakukan sendiri oleh Anda sebagai penjual.

    Kertas kado sebagai pembungkus untuk mempercantik kemasan Bubble wrap Potongan kertas Jerami

    Selain itu berat kemasan dan dimensinya juga harus disesuaikan agar jangan sampai menimbulkan tambahan biaya kepada pelanggan untuk pengirimannya.

  • Pemilihan Jasa Ekspedisi
  • Pastikan Anda sebagai penjual hanya menggunakan jasa ekspedisi yang memiliki sistem tracking secara online, sehingga status dan proses kiriman dapat dilihat oleh Anda dan pelanggan Anda. Apabila di daerah Anda juga terdapat kantor pusat/kantor operasional/kantor perwakilan dari jasa ekspedisi yang bersangkutan, maka ada baiknya Anda tidak menggunakan agen (pihak ketiga). Selain prosesnya lebih cepat ditangani, sistem tracking yang digunakan juga bersifat online sehingga pengecekan menjadi lebih mudah.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

Leave a Reply