Cara Menggunakan SSH Tunneling Dan Proxifier – Bagian Kedua

Lanjutan dari postingan sebelumnya tentang cara mensetting tunneling SSH dengan Bitvise. Setelah login berhasil dilakukan tunneling melalui SSH sudah siap digunakan. untuk menggunakannya, kamu bisa mensetting pada aplikasi yang akan kamu lewatkan melalui tunnel, misalnya saja browser. Tapi tunggu dulu! Ada aplikasi yang dapat memudahkan untuk mengatur dan mengarahkan aplikasi dan jenis trafik apa saja yang perlu dilewatkan melalui tunnel. Aplikasi ini dinamai Proxifier.

Software Proxifier dan Fitur-fiturnya

Sesuai dengan namanya, proxifier adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk mensetting koneksi internet terhadap suatu aplikasi melalui sebuah proxy. Aplikasi ini membantu apabila terdapat aplikasi lain yang membutuhkan koneksi internet namun tidak memiliki settingan proxy. Sehingga apabila kamu berada dibelakang proxy atau jaringan yang kamu gunakan harus menggunakan proxy, kamu dapat menggunakan proxifier untuk mengatur lalu lintas data untuk masing-masing aplikasi.

Apa saja yang dapat dilakukan oleh software bernama proxifier ini?

  • Mengatur lalu lintas data yang spesifik terhadap aplikasi tertentu.
  • Mengatur lalu lintas data yang spesifik mengarah ke port tertentu.
  • Mengatur lalu lintas data yang spesifik pada alamat IP ataupun domain tertentu
  • Memanage beberapa proxy sekaligus baik secara indvidual, berantai (simple chain), maupun redundant (load balancing).

Kamu dapat memanage dan mengatur semuanya dengan mensetting rules pada proxifier. Jenis proxy yang didukung ada 4 macam yaitu SOCKS v4, SOCKS v5, HTTP, dan HTTPS. Untuk penerapan tunneling SSH, maka proxy yang digunakan pada proxifier adalah berjenis SOCKS 5 dengan alamat IP 127.0.0.1.

Cara Mensetting Proxifier

Setelah aplikasi proxifier sudah diinstall, Anda dapat langsung menjalankan programnya. Kemudian langkah pertama yang harus dilakukan adalah menambahkan list proxy dengan lalu mengklik menu Profile > Proxy Servers. Anda dapat melihat gambar dibawah ini untuk lebih jelasnya.

Membuat list proxy server pada proxifier

Lalu kemudian ikuti setiap langkah dibawah ini:

  • Tambahkan daftar proxy dengan mengklik tombol Add, pada Address masukkan 127.0.0.1 dan port sesuai dengan local port pada profile Bitvise yang sudah dibuat tadi. Pastikan bahwa aplikasi Bitvise sudah berjalan tanpa ada pesan error. Kemudian pilih SOCKS 5 dan klik check. Jika tidak ada kesalahan settingan pada port proxy dan settingan Bitvise maka akan muncul gambar seperti dibawah ini.

  • Pengecekan proxy untuk memastikan settingan bitvise sudah benar

  • Selanjutnya klik OK, dan ulangi langkah pertama untuk menambah daftar proxy lainnya.

  • Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya bahwa koneksi melalui tunneling SSH dengan settingan standar client dan server umumnya relatif lebih lambat, maka untuk itu diperlukan menjalankan beberapa tunneling secara bersamaan. Saya disini tidak membahas mengenai tweaking SSH di sisi server dan pada client SSHnya (tweaking SSH harus dilakukan pada kedua sisi).

  • Kemudian, buat sebuah chain proxy dengan tipe load balancing. Perlu diingat, untuk load balancing sebaiknya dikelompokan berdasarkan lokasi server SSH. Buat nama sesuai dengan pengelompokan lokasi server SSH, misalnya “IIX Load Balancing” seperti gambar dibawah ini.

  • List proxy dan settingan chain proxy pada proxifier

    Mengapa perlu dikelompokan sesuai dengan lokasi server? Tujuannya adalah agar setiap tunnel yang termasuk kedalam anggota chain yang dibuat dapat melakukan transfer data dengan kecepatan yang relatif sama agar terjadi keseimbangan, sehingga settingan chain menjadi efisien. Karena pada umumnya server IIX akan lebih lambat untuk mengakses tujuan luar negeri (IX) dan begitu pula sebaliknya. Jadi sebaiknya gunakan ssh IIX untuk mengakses situs dari Indonesia saja, dan gunakan ssh IX untuk mengakses server luar negeri. Intinya lokasi server ssh harus disesuaikan dengan tujuan aksesnya.

  • Selanjutnya apabila kamu memiliki server SSH dengan lokasi lainnya, ulangi kembali mulai dari langkah ketiga.

  • Chain proxy yang sudah dibuat dan dikelompokkan ini nantinya ditujukan untuk keperluan aplikasi yang dikoneksikan melalui tunnel SSH yang memerlukan concurrent/simultaneous connection, misalnya saja Torrent Client ataupun aplikasi Download Manager. Sebab SSH tunnel hanya dapat melayani sebuah koneksi dalam satu waktu saja.

  • Kemudian apabila list proxy dan chain sudah dilengkapi, selanjutnya adalah membuat rules untuk mengatur aplikasi, port dan tujuan lalu lintas data yang akan dikoneksikan melalui tunel SSH. Dengan mengklik menu Profile >> Proxification Rules…, perhatikan gambar dibawah ini

  • Screenshot Setting Rule di Proxifier

    Screenshot List Rule di Proxifier

  • Ulangi langkah ke empat, untuk membuat rules lainnya.

Penjelasan Mengenai Settingan Rules Pada Proxifier

Dari contoh rules pada gambar ke lima, dapat saya jelaskan bahwa saya melakukan pengaturan lalu lintas data secara spesifik sehingga berlaku kondisi berikut:

  • Aplikasi Internet Download Accelerator (ida.exe) apabila digunakan untuk mendownload file dari domain indowebster, amshare dan maknyos akan diarahkan melalui chain proxy IIX Load Balancing. Sedangkan apabila saya mendownload dari rapidshare, maka lalu lintas data dilakukan secara direct connection.

  • Aplikasi Firefox dan Addon Firefox (misalnya Flash Player) apabila digunakan untuk browsing ke forum indowebster ataupun kaskus, maka lalu lintas data akan diarahkan melalui tunnel SSH IIX dengan port 1103. Sedangkan apabila saya melakukan browsing ke Youtube, maka lalu lintas data akan dilakukan secara direct connection.

  • Apabila saya browsing ke forum indowebster menggunakan Opera, maka koneksi akan dilakukan secara langsung (direct connection), karena tidak ada rules yang mengatur lalu lintas data untuk aplikasi Opera.

Mengenai tanda * artinya rules berlaku secara wildcard, tujuannya adalah untuk penyederhanaan rules. Dimana files.indowebster.com, forum.indowebster.com, xover6.jkt.3d.x.indowebster.com dapat disederhanakan menjadi *.indowebster.com.

Perlu diingat juga biasanya apabila kamu melakukan browsing ke suatu website terdapat eksternal link yang berasal dari domain lain, misalnya saja forum kaskus, dengan domain kaskus.co.id. Kamu dapat melihatnya dengan plugin ABP apabila menggunakan firefox. Perhatikan gambar berikut.

Screenshot AdBlock Plus di Firefox

Terdapat domain *.googleapis.com dan *.google-analytics.com dimana keduanya domain tersebut servernya berlokasi di luar negeri (IX) sedangkan kaskus.co.id dan kkcdn-static.kaskus.co.id servernya berlokasi di Indonesia (IIX), jadi apabila kamu tidak mengatur rules secara spesifik dan menggunakan SSH Tunnel dengan server IIX akan terasa lebih lambat atau terjadi delay, karena biasanya server SSH IIX memiliki bandwidth yang sangat minim ke arah IX (Luar Negeri).

Nah demikian sedikit penjelasan dari saya soal pengaturan rules. Silahkan uji kreatifitas kamu untuk membuat rules proxifier yang optimal sesuai dengan kebutuhan kamu. Apabila masih bingung dalam pengaturan rules secara spesifik silahkan bertanya, mudah-mudahan saya bisa membantu. Penjelasan mengenai error message saat menggunakan Bitvise Tunnelier akan dibahas pada artikel berikutnya.

Download Proxifier

Download kedua tools dibawah agar dapat melakukan tunneling melalui ssh.

 

45 Comments

  1. asrul 26 Jul 2014 22:02
  2. mumunis 19 Mar 2014 00:51
    • Joko Widodo 01 Apr 2014 12:50

Leave a Reply