Cara Mengemas Paket Kiriman yang Aman

Apakah Anda seorang pemilik toko online? Atau memiliki usaha produk yang pengirimannya bergantung pada jasa pihak ketiga seperti Pos, JNE, atau Tiki? Memang, apabila barang atau produk yang Anda jual diantar ke pelanggan oleh Anda atau pegawai Anda sendiri, mungkin tidak ada rasa cemas atau khawatir. Karena tentu saja Anda atau karyawan Anda sangat mengerti seperti apa cara penanganan dari barang yang akan dikirimkan ke pelanggan.

Akan tetapi apabila proses pengiriman diserahkan ke jasa pihak ketiga, mungkin bisa saja mereka kurang mengerti cara penanganan produk yang Anda kirimkan saat dalam proses pengirimannya. Sehingga bisa saja terjadi kesalahan penanganan yang mengakibatkan produk yang Anda kirimkan rusak atau cacat sehingga membuat pelanggan kecewa. Hal tersebut tentu juga menurunkan image dari usaha Anda di mata pelanggan.

Ilustrasi jasa ekspedisi dan kurir

Mengapa Menggunakan Jasa Ekspedisi?

Tidak semua pelaku jenis usaha memiliki divisi atau tim khusus ekspedisi untuk urusan penanganan produk yang akan didistribusikan ke pelanggan. Terutama apabila frekuensi produk yang dikirim tidak terlalu sering, kuantitas pengiriman yang tidak terlalu banyak, atau tujuan pengiriman tidak tertuju hanya ke satu lokasi saja. Selain itu membentuk sebuah divisi atau tim khusus untuk menangani urusan pengiriman tidaklah mudah, banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari penyediaan armada angkutan, perekrutan pegawai, pelatihan pegawai, dan lainnya sampai dengan penyediaan anggaran untuk biaya operasional. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan pelaku usaha menyerahkan urusan pengiriman produk kepada layanan jasa pihak ketiga.

Oleh karena itu pada artikel ini, saya akan sedikit berbagi tips dan pengalaman saya selama berjualan secara online, dimana saya masih menggunakan jasa ekspedisi untuk pengiriman barang ke pelanggan-pelanggan saya. Barang-barang yang biasa saya paketkan adalah kepingan DVD, hardisk, kit elektronik, dan aksesoris komputer lainnya. Dimana jenis barang tersebut membutuhkan penanganan ekstra agar aman selama dalam proses pengirimannya.

Jenis-jenis Bahan yang Umum Digunakan Untuk Mengemas Paket Kiriman

Setiap jenis barang memiliki cara penanganan yang berbeda dalam hal pengemasan, terlebih apabila barang tersebut akan dikirimkan menggunakan jasa ekspedisi seperti Pos, JNE, atau Tiki. Tujuan utama dari penggunaan packing atau kemasan luar adalah untuk membuat benda didalamnya menjadi lebih aman dari resiko kerusakan, seperti jatuh atau terbentur. Selain juga berfungsi sebagai penambah nilai estetika dan privasi dari barang yang dikemas.

Packing atau kemasan harus disesuaikan dengan barang yang akan dikemas. Penggunaan packing yang tidak tepat kemungkinan dapat menimbulkan resiko kerusakan terhadap barang yang akan dikirimkan. Begitu pula halnya dengan ukuran packing yang dimensinya terlalu besar dapat menambah ongkos kirim karena bisa saja paket yang dikirimkan dihitung secara volumetrik, bukan berdasarkan berat paket yang dikirimkan.

Amplop atau kertas pembungkus dapat digunakan untuk mengemas barang yang tidak terlalu memerlukan perlakuan khusus dan tidak mudah rusak apabila tertumpuk dengan barang lainnya yang lebih berat. Penggunaan amplop coklat atau kertas kado untuk pengemas barang yang akan dipaketkan diantaranya adalah: dokumen, surat-surat, pakaian, handuk, buku, majalah dan lainnya.
 
Bubble Wrap memiliki fungsi untuk meredam getaran dari benda yang dilapisinya, namun bubble wrap tidak dirancang untuk menahan tekanan. Biasanya bubble wrap digunakan sebagai pelapis untuk melindungi barang elektronik yang ukurannya kecil dan berbobot lebih ringan, misalnya kit elektronik, handphone, dan sparepart komputer seperti motherboard, vga card, dan hardisk. Karena bubble wrap tidak bisa menahan tekanan, maka diperlukan kemasan lain yang dapat berfungsi sebagai penahan tekanan.
 
Styrofoam atau polystyren adalah material plastik yang dibuat dari monomer stirena melalui polimerisasi suspensi pada tekanan dan suhu tertentu. Styrofoam dapat dibuat menjadi bermacam bentuk sesuai dengan tujuan penggunaannya. Dapat dibentuk menjadi kotak atau boks, lembaran, bola-bola dan jaring-jaring.

Styrofoam berbentuk boks memiliki fungsi sebagai penahan tekanan luar sekaligus juga bisa untuk meredam getaran dari benda-benda yang dilindunginya, selain juga kedap air. Oleh karena itu boks yang terbuat dari styrofoam biasanya digunakan untuk mengemas barang elektronik berukuran besar, dan spare part elektronik. Selain itu juga sering digunakan untuk mengemas buah-buahan, telur, barang pecah belah seperti piring, gelas, dan porselen.

Sedangkan styrofoam yang berbentuk lembaran, bola-bola, dan jaring-jaring biasanya digunakan sebagai alas dari kemasan karton untuk meredam getaran.

Kardus atau boks karton adalah material yang terbuat dari bahan kertas berupa corrugated sheet atau corrugated paperboard. Kardus memiliki fungsi untuk menahan tekanan luar, dimana kekuatannya tergantung daripada banyaknya lapisan flute dan liner-nya. Makin banyak lapisannya, maka makin kuat digunakan untuk menahan tekanan.

Kemasan boks karton juga biasanya dipadankan bersamaan dengan boks styrofoam untuk memberikan perlindungan yang lebih sempurna. Sehingga barang yang dikemas tentu saja akan lebih aman dari tekanan, tumpukan, getaran, guncangan, dan kedap air juga tentunya. Selain itu apabila didesain dengan baik, sebuah boks karton juga bisa berfungsi menambah nilai estetika dari sebuah kemasan.

Adapun sebuah kardus biasanya digunakan untuk mengemas barang seperti tas, makanan, obat-obatan, parfum, barang elektronik, sepatu dan aksesoris pernak pernik. Sebuah kardus atau boks karton juga dapat memiliki spesifikasi dan ukuran yang biasanya disesuaikan dengan kebutuhannya.

Peti kayu biasanya berfungsi sebagai pengemas ekstra, sebagai pelindung terluar dari barang yang sudah dikemas dengan kardus atau styrofoam, terutama untuk barang pecah belah dan barang elektronik. Peti kayu bisa berupa rangka yang dibuat dari papan yang memiliki jarak atau celah, maupun berupa kotak kayu yang tertutup rapat. Penggunaan peti kayu untuk mengemas barang yang akan dipaketkan sangat disarankan, terutama apabila tujuan pengiriman di luar pulau yang biasanya melalui jalur laut atau udara.
 

Selain itu, ada beberapa alternatif pelindung barang yang berasal dari limbah atau bahan tidak terpakai, misalnya saja jerami dan potongan kertas. Namun penggunaan bahan ini harus disesuikan dengan barang yang akan dilindunginya. Misalnya seperti jerami yang cukup banyak digunakan pada peti kayu yang berisi telur, sayuran, atau buah-buahan. Saya sendiri menggunakan potongan kertas yang dibuat dengan mesin shredder untuk melindung kepingan DVD yang akan saya paketkan. Selain juga melapisinya dengan bubble wrap sebelum dibungkus kembali dengan kemasan kotak karton.

[images picture_size=”fixed” lightbox=”no”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-EdEZitROuvU/VLP1rZhwdTI/AAAAAAAAB_M/mTUZlk1dfS4/s128/amplop-coklat.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-yrQsMUphrD4/VLP1u8uGksI/AAAAAAAAB_U/v4eNvZO6Gt8/s128/bungkus-kado.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-tGRzHaJlo90/VLP11Ah2AII/AAAAAAAAB_c/UFfK6evsxoE/s128/kardus-packing.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-od2rMwOIMu4/VLP2QAOFKrI/AAAAAAAAB_k/8zyG9JgG94Q/s128/bubble-wrap.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-x4Zv1Ih9i5k/VLP2WM18imI/AAAAAAAAB_s/gDhWNEmPRZM/s128/kotak-styrofoam.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-yD3q4qBC4a4/VLP2ZECRLMI/AAAAAAAAB_0/0inAr9tPz1U/s128/lembaran-styrofoam.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-p3nHZwyEwo0/VLP2dPpeZRI/AAAAAAAAB_8/1BONFIjWjT0/s128/butiran-styrofoam.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-wEfnmyc6Eak/VLP2nKNlc8I/AAAAAAAACAE/0YQb5m3k5Eg/s128/peti-kayu-rapat.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-w89-PB1U7IQ/VLP21ivxhhI/AAAAAAAACAM/ZG1b_G6-UI4/s128/peti-kayu-renggang.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-muN9uO1cuuE/VLP3O7cifBI/AAAAAAAACAU/k_VUYMcBLP4/s128/potongan-kertas-shredder-paper.jpg”]
[image link=”” linktarget=”_blank” image=”http://lh5.googleusercontent.com/-WjrDh5NwuWA/VLP3XDLWVqI/AAAAAAAACAc/PMNiFlaL8ew/s128/jerami.jpg”]
[/images]

Umumnya, jasa ekspedisi seperti JNE menyediakan kemasan kardus dengan berbagai ukuran untuk mempacking barang yang hendak Anda kirimkan. Untuk packing kardus yang ditawarkan JNE harganya sekitar Rp.3000 hingga Rp.5000 tergantung ukurannya. Namun khusus untuk penggunaan peti kayu yang disediakan JNE, maka akan dikenakan biaya 2 kali ongkos kirimnya. Oleh karena itu untuk pengiriman ke daerah tujuan yang jauh, sebaiknya barang yang hendak Anda kirimkan bisa dipacking kayu sendiri di rumah atau di tempat usaha yang Anda miliki sebelum diantar ke JNE.

Cara Mengemas Barang yang Akan Anda Kirim dan Pilihan Jasa Ekspedisi

Untuk mempacking barang sebelum Anda paketkan melalui Pos, Tiki, atau JNE, maka pertama-tama Anda harus mengenali sifat barang yang akan dipaketkan. Apakah barang tersebut mudah rusak? apakah mudah kadaluarsa? apakah berbentuk cair atau padat? dan lain sebagainya. Selanjutnya Anda dapat memilih bahan packing yang sesuai seperti yang sudah disebutkan diatas tadi. Kemudian packinglah barang tersebut dengan rapi, cantumkan juga nama dan alamat pengirim dan penerimanya, akan lebih baik lagi apabila Anda menggunakan label yang di print.

Untuk pemilihan jasa ekspedisi, sebaiknya Anda pilih jasa ekspedisi yang memiliki fasilitas online tracking misalnya Pos, JNE dan Tiki. Dengan demikian, Anda dan penerima barang dapat dengan mudah melihat status kiriman. Selain itu sangat disarankan juga untuk mengirimkan paket melalui kantor layanan resmi (kantor cabang atau perwakilan), bukan melalui agen. Mengapa? Karena sudah pasti menggunakan e-connote, yaitu lembaran resi yang dicetak dengan printer sehingga nomor resi bisa dilacak beberapa menit setelah resi tercetak. Berbeda halnya dengan manual connote, dimana nomor resi hanya bisa dilacak setelah 12 jam atau bahkan keesokan harinya.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Mengenai Jasa Ekspedisi

Banyak hal-hal yang sering ditanyakan seputar layanan jasa ekspedisi seperti JNE, Pos, Tiki, dan lainnya.

Kumpulan pertanyaan yang sering ditanyakan

  1. Apakah bisa mengirim buah melalui JNE?
  2. Tentu saja bisa! Kalau jumlah yang dikirimkan sedikit bisa menggunakan kardus. Bungkus buah yang akan dikirimkan dengan styrofoam berbentuk jaring-jaring sebelum dimasukkan ke kardus. Karena buah yang terbentur-bentur akan mudah menjadi busuk.

  3. Apakah bisa mengirim paket berbentuk cair?
  4. Tergantung jenis benda cair yang dikirimkan, kalau berupa bahan kimia yang berbahaya, beracun, dan mudah terbakar tentu saja tidak bisa. Kalau barang berbentuk cair yang tidak berbahaya sekalipun bahan kimia, boleh dikirim melalui paket. Masukkan cairan ke dalam sebuah botol plastik atau botol kaca dengan tutup yang rapat, setelah itu masukkan ke dalam sebuah kardus yang didalamnya sudah dilapisi styrofoam.

  5. Jenis makanan apa saja yang boleh dipaketkan?
  6. Semua jenis makanan boleh diapketkan. Namun yang perlu diperhatikan adalah lamanya waktu pengirimannya. Sebab untuk makanan yang tidak tahan lama mungkin bisa saja menjadi basi selama proses pengiriman. Makanan seperti kue-kue kering dengan kemasan stoples plastik sebaiknya dipacking kembali dengan sebuah kardus yang cukup tebal.

  7. Bagaimana cara mengemas barang elektronik seperti handphone atau tablet?
  8. Lapisi dus kemasan dengan bubble wrap atau kapas dakron berbentuk lembaran, kemudian bungkuslah dengan kertas kado. Dengan begitu barang elektronik yang dikirmkan akan lebih aman dari benturan, guncangan, atau jatuh.

  9. Bagaimana cara mengemas barang pecah belah?
  10. Barang pecah belah seperti mug, lampu hias, piring, guci dan lainnya dapat diselimuti dengan bubble wrap atau menggunakan lembaran kapas dakron, lalu kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kardus yang sudah dilapisi dengan styrofoam.

  11. Bagaimana cara mengemas telur untuk dipaketkan?
  12. Telur mentah yang hendak dipaketkan melalui jasa ekspedisi dapat dikemas menggunakan keranjang telur berbahan plastik sebelum dimasukkan kedalam peti kayu. Setiap satu tumpukkan keranjang telur dapat dilapisi dengan jerami agar lebih aman.

  13. Bagaimana cara memaketkan cpu komputer?
  14. Cara mempaketkan seperangkat cpu komputer akan lebih aman apabila menggunakan peti kayu. Karena kesalahan penanganan dapat mebuat casing komputer menjadi penyok.

  15. Apakah setiap barang yang ingin dipaketkan melalui jasa ekspedisi harus menggunakan asuransi?
  16. Tergantung nilai dari barang yang akan dikirim, apabila nilainya cukup tinggi memang sebaiknya disertakan asuransi.

  17. Apa bedanya resi online dengan resi manual?
  18. Resi atau connote ada dua macam, yaitu e-connote (resi online) dan manual connote (resi offline). Resi online sudah tentu diproses dan dicetak menggunakan komputer, sedangkan resi manual bisa ditulis tangan ataupun dicetak dengan komputer. Yang menjadi perbedaan antara resi manual dan resi online adalah sistem penomorannya. Resi online menggunakan penomoran yang digenerate oleh komputer, sehingga nomor resi langsung dapat di-tracking saat setelah resi dicetak. Resi manual menggunakan penomoran yang sudah tercetak sebelumnya, sehingga nomor resi tersebut hanya akan berlaku ketika sudah diinput ke dalam system tracking online. oleh karena itu pada resi manual biasanya nomor resi hanya bisa ditracking paling cepat 12 jam kemudian atau setelah lewat tengah malam (00:00).

    Pada JNE, resi online dapat dicirikan dengan nomor seri sebanyak 16 karakter yang diawali oleh 5 huruf dan diikuti 11 digit angka. 3 karakter pertama menunjukkan kota asal, 5 karakter selanjutnya menunjukkan lokasi cabang/agen. Pada resi manual dapat dicirikan dengan 13 karakter berupa angka saja, namun saya tidak tahu bagaimana cara membacanya.

Kode-kode Status Tracking Pada Layanan JNE

Pada halaman tracking detail di JNE ada kode-kode status yang mungkin perlu Anda ketahui.

Penjelasan kode status tracking pada layanan JNE

  • Manifested
  • artinya barang baru didaftarkan di kantor JNE di wilayah tempat Anda melakukan pengiriman

  • On-Process
  • artinya barang yang dipaketkan masih dalam proses pengiriman

  • On-Transit
  • artinya barang yang dipaketkan dalam proses transit di kota tertentu, biasanya terjadi untuk barang yang akan dikirimkan ke luar pulau.

  • Received On Destination
  • artinya paket kiriman sudah sampai di kota tujuan, biasanya berada di kantor operasional JNE.

  • Received On Destination
  • artinya barang sudah diterima di alamat yang dituju. Biasanya disini juga tertulis keterangan nama penerimanya (POD).

  • Criss Cross
  • artinya kiriman paket tertukar.

  • Cnee Unknown
  • artinya nama penerima tidak dikenal saat diantar ke alamat yang dituju.

  • AU to OPS
  • proses serah terima kiriman paket dari bagian undelivery ke bagian operasional.

  • AU
  • artinya barang diantar ulang karena tidak sempat terantar pada hari sebelumnya.

  • Redelivery
  • proses antar ulang kiriman paket.

  • BA
  • artinya alamat tidak lengkap atau alamat kurang jelas (bad address).

  • MR
  • artinya kesalahan jalur pengiriman (miss-route)

  • Closed Once Delivery Attempt
  • artinya barang telah diantar ke alamat tujuan, namun alamat rumah penerima kosong atau tutup.

  • NTH
  • artinya barang telah diantar ke alamat tujuan, tetapi penerima tidak ada ditempat.

 

97 Comments

  1. Aia 03 Dec 2016 17:55
  2. Nita 19 Nov 2016 20:39
    • Venantius Venantius 19 Nov 2016 20:44
  3. anom Rengganis 15 Nov 2016 12:45
    • Venantius Venantius 15 Nov 2016 12:51
  4. Kika 10 Nov 2016 15:09
    • Venantius Venantius 11 Nov 2016 22:06
  5. Wiwik 27 Oct 2016 07:56
    • Venantius Venantius 27 Oct 2016 10:27

Leave a Reply