Cara Membuat Seedbox Torrent Leech – Bagian Pertama

Seedbox atau torrentleech adalah sebuah sebuah aplikasi torrent yang memiliki antarmuka web, sehingga dapat diakses melalui sebuah browser menggunakan jaringan internet. Disebut seedbox karena pada umumnya aplikasi ini diinstall pada sebuah server yang menjadi hostnya, baik berupa sebuah VPS ataupun Dedicated Server. Dikarenakan kecepatan download dan uploadnya yang tinggi, maka proses mendownload torrent bisa jauh lebih cepat.

Cara kerja seedbox sama hampir sama seperti rapidleech, hanya saja seedbox dikhususkan untuk mendownload data dari sebuah magnet link ataupun file .torrent. Proses pertama disebut leeching, dimana file .torrent atau magnet link yang diinputkan ke server seedbox akan didownloadkan menjadi data aslinya. Selanjutnya secara otomatis juga server akan melakukan proses kedua yang disebut dengan seeding. Dimana server akan mengupload data ke peer lain yang membutuhkannya. Kamu bisa mendownload hasilnya ke komputer menggunakan IDM, aplikasi download manager lainnya, ataupun melalui FTP client seperti Filezilla pada saat proses leeching di server telah selesai.

Ilustrasi Peer to Peer BitTorrent
Gambar 1. Ilustrasi Peer to Peer BitTorrent

Kelebihan dan keuntungan yang didapatkan dari membuat seedbox sendiri adalah:

  • Proses leeching dan seeding lebih cepat
  • Karena pada umumnya sebuah VPS ataupun Dedicated Server yang dijadikan sebagai seedbox atau torrentleech memiliki koneksi internet yang sangat cepat.

  • Keamanan dan privasi lebih terjamin
  • Penggunaan aplikasi torrent/p2p di komputer bisa menimbulkan masalah privasi, salah satunya adalah alamat ip yang terlihat oleh pengguna lain. Selain itu kemungkinan terdapat celah sehingga penggunaan pada komputer mudah disusupi oleh malware. Sedangkan apabila menggunakan seedbox, privasi dan keamanan akan lebih terjaga, karena yang terlihat adalah alamat ip server yang digunakan, bukan alamat ip komputer kamu.

  • Tidak khawatir lagi mengenai kebijakan ISP atau admin jaringan
  • Dengan menggunakan seedbox, kamu bisa lebih leluasa dalam menjalankan aktivitas torrent. Kamu bisa menjalankannya di kantor, di hostspot kampus tanpa perlu khawatir terblokir oleh admin jaringan, atau koneksi
    torrent terblokir oleh ISP yang digunakan dirumah.

  • Tidak perlu mengoperasikan komputer secara nonstop
  • Karena proses leeching dan seeding dilakukan oleh server, kamu tidak perlu mengoperasikan komputer nonstop untuk leeching dan seeding torrent. Menghemat biaya listrik dan tentunya komputer menjadi lebih awet.

  • Kemudahan dalam berbagi data
  • Kamu bisa mengupload data hasil leeching torrent di server ke berbagai macam filehosting dengan mudah secara remote. Sehingga tidak lagi harus mengandalkan koneksi internet di rumah.

  • Hemat biaya
  • Mendownload torrent 100% gratis karena tidak membutuhkan akun premium yang berbayar seperti layaknya rapidleech. Proses download rapidleech hanya bisa cepat jika terdapat akun premium didalamnya. Selain itu data yang dishare melalui torrent dapat bertahan jauh lebih lama dibandingkan pada data yang disimpan pada filehosting. Walaupun mungkin untuk file yang sudah berumur proses downloadnya lebih lama karena seeder sedikit, namun kalau di filehosting umumnya sama sekali sudah tidak dapat didownload karena sudah expired.

Persiapan yang Diperlukan Untuk Membuat Seedbox Sendiri

  1. VPS atau Dedicated Server
  2. Sebuah seedbox tidak memerlukan resource yang besar. VPS linux dengan spesifikasi memori 256 MB dengan 1 core cpu saja sudah bisa digunakan untuk membuat seedbox. Untuk VPS Windows diperlukan memori yang lebih besar, sekitar 1 GB.

  3. Pengetahuan mengenai OS dan pengoperasian server
  4. Kebanyakan, server untuk dijadikan seedbox menggunakan sistem operasi server seperti Centos, Ubuntu, Debian, Fedora, dan lainnya. Walaupun sistem operasi Windows juga dapat digunakan untuk membuat seedbox. Karena selain hemat resource tentu saja sistem operasi Linux tidak memerlukan lisensi seperti pada sistem operasi Windows.

Dua hal dasar tersebut sudah cukup bagi kamu untuk mencoba membuat sendiri seedbox torrentleech yang kamu inginkan. Sebuah server untuk seedbox atau torrentleech tentu dapat diisi lebih dari satu akun didalamnya. Namun hal tersebut bergantung juga pada besarnya spesifikasi dari server yang digunakan.

Apa spesifikasi VPS yang bisa dijadikan seedbox dan berapa harganya?
Seperti yang telah disebutkan tadi, VPS dengan memori 256 MB dan 1 core CPU sudah bisa digunakan. Tapi ada hal lain yang harus diperhitungkan yaitu disk space dan bandwidth transfernya. Makin besar disk space yang didapat tentu saja makin leluasa torrent yang bisa kamu download.

Begitu pula dengan penggunaan bandwidth pada server. Untuk leeching torrent dan mendownloadnya ke komputer, maka besar bandwith transfer yang digunakan adalah sebesar 2 GB minimalnya, dan akan bertambah pemakaiannya ketika juga dilakukan seeding. Saat ini banyak sekali provider VPS murah dengan resource yang besar. Sebuah VPS OpenVZ dengan RAM 2 GB, 2 CPU core, HDD 200 GB dan 4 TB bandwith transfer bisa didapatkan dengan harga sekitar $7 USD.

Apabila kamu ingin membuat seedbox dengan banyak akun dan terlebih untuk dijual kembali, tidak disarankan menggunakan VPS. Karena resource dari sebuah VPS adalah shared, terutama untuk CPU dan disk I/O. Aplikasi seedbox biasanya tidak banyak menggunakan resource cpu ataupun memori, tetapi lebih banyak menggunakan disk I/O.

Berjualan Akun Seedbox atau Torrentleech

Berjualan akun seedbox menggunakan VPS murah memang memberikan keuntungan jauh lebih besar. Misalnya dari spesifikasi VPS yang sudah disebutkan sebelumnya apabila dibagi menjadi 10 akun seedbox yang dijual dengan harga 30 ribu saja, kamu sudah untung hingga 3 kali lipatnya. Ya! mungkin kamu berpikir seperti itu, padahal dalam praktiknya tidak semudah itu.

Menggunakan sebuah VPS untuk berjualan seedbox sama saja seperti mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya dengan modal minimal, alias “cheapskate but greedy”. Ingat lho, aplikasi torrent di VPS memang tidak banyak menggunakan cpu atau memori, tetapi banyak sekali menggunakan disk I/O yang menyebabkan load average menjadi besar dan akhirnya membuat node menjadi tidak stabil dan mengganggu pengguna VPS lainnya. Oleh sebab itu banyak provider yang tidak memperbolehkan torrent pada VPS dengan alasan tersebut. Lebih jelasnya tanyakan saja ke provider vps yang bersangkutan.

Atau kalau kamu fasih berbahasa inggris, buatlah postingan pertanyaan tentang penggunaan torrent di VPS di forum seperti WHT atau LET. Mereka disana lebih kredibel ketimbang saya yang menjelaskannya.

Cukup sampai disini penjelasan mengenai seedbox, selanjutnya saya akan membahas cara membuat seedbox di VPS ataupun Dedicated Server yang berbasis Linux. Namun sebelum sampai kesana, saya akan memberikan ulasan sedikit mengenai aplikasi torrent yang biasa dipakai pada sistem Linux.

Aplikasi Torrent Favorit Pengguna Linux

  • Transmission
  • tersedia dalam 3 macam antarmuka yang dapat digunakan, yaitu GUI dengan GTK atau Qt, antarmuka WebUI, dan menggunakan CLI. Instalasinya cukup mudah, dan antarmuka webui adalah yang paling banyak dipilih karena selalin memudahkan pengoperasiannya juga hemat resource. Transmission dapat difungsikan untuk multiuser, akan tetapi personalisasinya lebih terbatas.

  • rTorrent
  • merupakan salah satu torrent client dengan fitur yang melimpah, namun hemat resource. rtorrent berbasis CLI namun terdapat banyak pilihan WebUI yang digunakan untuk mempermudah pengoperasiannya. Salah satu WebUI yang terkenal adalah RuTorrent. Instalasinya mungkin sulit bagi pemula, karena cukup banyak hal-hal pendukung yang harus diinstall dan disetting. rTorrent juga dapat difungsikan untuk multiuser, dengan personalisasi yang lebih baik.

  • Deluge
  • dibuat dalam bahasa pemrograman python, antarmuka GUI yang cukup menarik dengan fitur yang lebih banyak dibandingkan transmission. Tersedia juga plugin agar dapat difungsikan dalam mode WebUI. Instalasinya juga mudah seperti transmission namun agak sedikit boros dalam penggunaan resource memori.

  • Vuze
  • memiliki interface yang menarik dengan menyediakan banyak sekali fitur. Namun torrent client ini cukup banyak menggunakan resource cpu dan memori, hal ini mungkin karena interfacenya yang memang lebih menarik. Instalasinya mudah seperti halnya transmission dan deluge.

  • Qbittorrent
  • memiliki antarmuka GUI yang mungkin tidak terlalu menarik, begitu juga dengan antarmuka WebUI-nya. Walaupun begitu, Qbittorrent tidak banyak menggunakan resource cpu dan memori. Terdapat pengaturan cache untuk mengurangi aktivitas disk I/O, pembedaan pengaturan antara port DHT dengan port untuk incoming peer.

Baik deluge, vuze dan qbittorrent tidak dapat difungsikan untuk multiuser. Selanjutnya saya akan membahas lebih lanjut cara instalasi masing-masing torrent client diatas pada artikel berikutnya.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

4 Comments

  1. Lukas 06 Feb 2015 11:03
    • Venantius venantius 07 Feb 2015 04:04
  2. Irvak 12 Nov 2014 22:40
    • Venantius venantius 12 Nov 2014 22:47

Leave a Reply