Cara Membuat Seedbox Torrent Leech – Bagian Kedua

Artikel ini dapat diunduh dalam format MS Word dan PDF, klik icon disamping ini:
Ikon MS WordIkon PDF

 
Transmission adalah sebuah torrent client dengan antarmuka yang cukup sederhana, sehingga sangat hemat resource. Namun transmission tetap menyediakan fitur-fitur utama yang penting dalam standar bittorrent. Diantaranya adalah:

  • Peer Exchange (PeX) yang kompatibel dengan uTorrent dan Vuze
  • Dukungan ekstensi DHT, µTP, dan LPD
  • Dukungan magnet link
  • Dukungan HTTPS dan UDP tracker
  • Fast Resume
  • Peer Blocklist
  • Port mapping otomatis melalui UPnP atau NAT-PMP
  • Download selektif
  • Torrent queuing

Logo Transmission BitTorrent
Gambar 1. Logo transmission bittorrent

Proses transmission berjalan dalam mode daemon, sebagai front-end-nya tersedia banyak pilihan, baik berupa CLI, GUI desktop, hingga WebUI. Namun disini kita hanya akan membahas penggunaan yang mudah saja, yaitu menggunakan GUI desktop dan WebUI.

Instalasi Transmission Dengan Antarmuka Web

Antarmuka WebUI Transmission
Gambar 2. Tampilan antarmuka webui transmission

Untuk memulai instalasi, login ke ssh dengan root menggunakan putty ataupun bitvise, setelah itu ketikkan perintah berikut:

root@sgpssh3:~# add-apt-repository ppa:transmissionbt/ppa
root@sgpssh3:~# apt-get update

Kemudian selanjutnya, kamu bisa menginstal paket yang dibutuhkan dengan mengetikkan perintah berikut:

root@sgpssh3:~# apt-get install nano transmission-cli transmission-common transmission-daemon

Sampai disini, instalasi transmission sudah selesai dan selanjutnya tinggal mengkonfigurasi settingannya saja. Ketikkan perintah berikut:

root@sgpssh3:~# service transmission-daemon stop
root@sgpssh3:~# nano /etc/transmission-daemon/settings.json

Kemudian sesuaikan dengan entri berikut:

    "download-dir": "/var/www/transmission-daemon", 
    "peer-port": 14045,  
    "rpc-authentication-required": true, 
    "rpc-bind-address": "0.0.0.0", 
    "rpc-enabled": true, 
    "rpc-password": "passwordnya", 
    "rpc-port": 6969, 
    "rpc-username": "namauser", 
    "rpc-whitelist": "*", 
    "rpc-whitelist-enabled": true,

Direktori download diarahkan ke /var/www/transmission-daemon, sebab secara default root direktori web apache di ubuntu terletak pada /var/www. Untuk nomor peer port dan rpc port dapat diubah sesuai dengan keinginan, namun disarankan untuk menggunakan port diatas 1023. Untuk password sebaiknya minimal menggunakan 9 karakter dengan kombinasi angka dan huruf.

Setelah konfigurasi telah disesuaikan, kamu dapat menjalankannya dengan mengetikkan perintah berikut:

root@sgpssh3:~# service transmission-daemon start

Kemudian cobalah mengaksesnya menggunakan browser, pada contoh konfigurasi diatas kamu dapat mengetikkan url di browser sebagai berikut:

http://ip.add.re.ss:6969

Dimana ip.add.re.ss adalah alamat ip server atau vps yang kamu gunakan.

Instalasi Transmission Dengan Antarmuka Web

Transmission Remote GUI GTK
Gambar 3. Tampilan antarmuka desktop gui transmission

Terdapat 2 macam pilihan GUI yang dapat diinstall yaitu Qt dan GTK. Dibutuhkan sebuah komponen desktop yang sesuai. GUI GTK memberikan tampilan antarmuka yang lebih baik dibandingkan Qt, walau mungkin akan sedikit menambah penggunaan memori. Sebelum lanjut ke instalasi transmission, server yang kamu gunakan harus sudah terinstal dengan GUI desktop (lihat tutorial cara instalasi GUI desktop di Ubuntu Server).

Langkah pertama sama seperti cara menginstal transmission melalui antarmuka web. Lalu selanjutnya kamu dapat mengetikkan perintah berikut:

root@sgpssh3:~# add-apt-repository ppa:ajf/trg
root@sgpssh3:~# apt-get update
root@sgpssh3:~# apt-get install transmission-remote-gtk

Selanjutnya kamu bisa mencoba melihat tampilan GUI-nya dengan mengakses VNC. Selesai sudah cara instalasi transmission di VPS atau Dedicated Server, mudah sekali bukan? Tidak sampai 30 menit, dan kamu langsung bisa menggunakan seedbox yang telah kamu buat.

Bagaimana dengan instalasi transmission pada OS lainnya, misalnya Centos?
Kurang lebih sama, hanya saja perintahnya sedikit berbeda. Di Centos kamu bisa menginstall repository EPEL terlebih dahulu, atau meng-compilenya dari source code.

Disini memang tidak dibahas soal Centos, karena kebanyakan pengguna Centos biasanya sudah berada pada tingkat yang lebih mahir. Dimana pada umumnya kegiatan compile-mengcompile adalah hal yang biasa bagi pengguna Centos. Akan tetapi apabila kamu memang ingin belajar mengenai Centos, sebaiknya diawali dengan menggunakan distro Fedora terlebih dahulu, sehingga nantinya akan terbiasa setelah bermigrasi ke Centos.

Pada artikel selanjutnya akan dibahas mengenai cara instal Deluge di VPS maupun Dedicated Server sebagai salah satu pilihan untuk menjalankan aplikasi SeedBox.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

Leave a Reply