Berapa Lama File Yang Kamu Unggah Di File Hosting Dapat Bertahan?

Bagi kamu yang memiliki website ataupun blog pribadi, pastinya sudah sering mengunggah data ke berbagai layanan file sharing. Terlebih lagi apabila kamu sering membagikan koleksi-koleksi data yang kamu simpan pada layanan file sharing kepada visitor website kamu ataupun kepada teman dan kenalan kamu.

Saat ini cukup banyak pilihan penyimpanan data secara online baik yang berupa layanan file sharing konvensional ataupun yang berbentuk layanan cloud storage. Baik itu layanan yang tersedia secara gratis maupun layanan berbayar/premium. Sebut saja misalnya: Indowebster, Mediafire, Inafile, Davvas, Uptobox, Firedrive, Google Drive, Mega, Cloud.ru, dan lainnya.

Cloud Storage dan File Sharing
Gambar 1. Ilustrasi Cloud Storage dan File Sharing

Pada umumnya, biasanya kita akan lebih menjatuhkan pilihan pada layanan file sharing yang bisa diakses dengan cepat untuk mengunggah dan mengunduh data, gratis, dan memiliki kapasitas simpan yang besar. Namun banyak hal-hal yang mungkin terlupakan, diantaranya adalah berapa lama file yang kamu unggah pada layanan file sharing tersebut dapat bertahan? Apa nggak repot kalau file yang sudah susah payah kamu unggah hanya bertahan beberapa bulan saja?

Tentu, hal ini merupakan permasalahan umum yang sering kita hadapi dalam dunia file sharing berbasis http. Apa saja yang menyebabkan data yang sudah kita unggah tidak dapat diakses lagi?

  1. File dihapus karena expired
  2. Beberapa file hosting konvensional biasanya ada limitasi masa simpan, terutama kalau kita menggunakan layanan non-premium. File yang tidak didownload dalam jangka waktu tertentu biasanya akan dihapus secara otomatis.

  3. File dihapus karena pelanggaran
  4. Biasanya ini terjadi karena masalah copyright ingfringement. File yang kamu unggah biasanya akan dihapus apabila dilaporkan oleh pemegang lisensi baik langsung dari pihak pertama, ataupun oleh pihak ketiga (perusahaan, organisasi, atau badan yang ditunjuk untuk memproteksi distribusi data digital).

  5. File terhapus karena force majeur
  6. Force majeur atau bencana yang tidak dapat diprediksikan juga dapat menimpa server tempat kita menyimpan data. Namun selama ini saya hanya pernah mengalami kehilangan data akibat force-majeur yang disimpan di file hosting lokal. Data yang saya unggah disana corrupt ketika didownload.

  7. Layanan berakhir
  8. Banyak sekali layanan file sharing yang pada akhirnya tidak dapat melanjutkan layanannya, hal ini utamanya disebabkan karena masalah pembiayaan server ataupun karena terkena masalah hukum.

Ketiga masalah diatas memang saling berkaitan satu sama lain dengan lamanya file yang kita unggah dapat bertahan pada suatu layanan file sharing. Lalu bagimana agar data yang kita unggah pada layanan file hosting bisa bertahan lama?

Agar Data Yang Diunggah Ke File Hosting Dapat Bertahan Lebih Lama

  • Pilih layanan file sharing yang kredibel
  • Ini adalah tahapan yang paling sulit, karena tidak mudah menentukan layanan file sharing yang memiliki kredibilitas tinggi. Banyak layanan file hosting yang baru bermunculan, namun banyak pula yang pada akhirnya gulung tikar. Coba kita lihat beberapa contoh filehosting di Indonesia seperti gudangupload, am4share, maknyos, dan davvas. Pada akhirnya beberapa layanan tersebut tidak dapat bertahan karena sepertinya tidak mendapatkan profit yang bisa digunakan untuk menutupi biaya operasionalnya.

    Beberapa layanan file hosting lainnya di Indonesia masih dapat bertahan, walaupun dari segi term of servicenya sering kali berubah. Sebut saja Indowebster. Diawali dengan tidak adanya limitasi ukuran file yang dapat diunggah, lalu dibatasi menjadi 3 GB, 1 GB, dan pada akhirnya saat ini hanya menjadi 350 MB. Hal yang sama juga berlaku dengan Inafile, yang juga merubah limitasi ukuran file yang dapat diunggah dan lamanya masa simpan (terutama untuk registered account).

    Perubahan kebijakan layanan tersebut tentunya semata-mata bertujuan agar layanan tetap dapat bertahan. Karena biaya operasional untuk penyediaan layanan file sharing di Indonesia masih cukup mahal. Oleh karena itu secara sederhana, kredibilitas dari sebuah layanan file hosting dapat dilihat dari segi layanan yang ditawarkan, apakah masuk akal atau tidak.

    Layanan file hosting di luar negeri pun tidak luput dari masalah operasional pembiayaan sehingga pada akhirnya gulung tikar. Oleh sebab itu, saya lebih teliti dalam memilih layanan file sharing yang kredibel. Sebelum saya menggunakannya biasanya saya mencari informasi dan melihat latar belakang dari penyedia layanan tersebut. Terutama dari segi investasi, pengalaman, dan pendanaan yang dimiliki.

    Saat ini ada beberapa layanan file hosting yang saya anggap memiliki kredibilitas tinggi karena memiliki investasi dan pendanaan yang besar. Sebut saja misalnya: Google .Inc (USA) dengan layanan Google Drive, Qihoo dengan layanan 360 Cloud, Tencent dengan layanan Weiyun, dan Mail.ru dengan layanan Cloud.ru. Ketiganya merupakan perusahaan besar, sehingga sangat masuk akal kalau mereka bisa memberikan layanan peyimpanan data secara cuma-cuma.

    Bagaimana dengan layanan file hosting di Indonesia? Tentu ada! Indowebster adalah satu-satunya yang memiliki layanan file hosting gratis yang memiliki infrastruktur yang cukup besar dengan jumlah server yang mencapai ratusan.

  • Gunakan beberapa layanan file sharing sekaligus
  • Ada pepatah mengatakan “jangan menaruh semua telur pada satu keranjang“, begitupula dengan soal penyimpanan data pada layanan file sharing. Agar file yang kita unggah lebih aman, lebih baik kalau kita mengunggahnya di beberapa layanan file hosting. Sehingga apabila salah satu layanan tidak dapat diakses karena sesuatu hal, tentu kita masih punya cadangan file ditempat lainnya.

    Apabila kalau file tersebut didapatkan dengan susah payah karena sudah langka dan susah dicari lagi, sayang kalau sampai akhirnya file yang kita upload tersebut hilang.

  • Jangan bagikan semua link
  • Biasanya bagi pemilik website atau blog yang suka sharing atau berbagi data yang sudah diuploadnya, mereka akan mencantumkan semua link download pada website atau blognya dengan tujuan agar visitor dapat memilih link download di lebih dari satu file hosting. Hal ini memang memudahkan visitor kita untuk memilih link download yang menurut mereka paling mudah.

    Akan tetapi mungkin kamu lupa akan beberapa masalah yang akan terjadi misalnya: link download diakui oleh pemilik website atau blog lain (ditambahkan adf.ly, adfoc.us dan sebagainya), atau link download disebar secara bebas. Dengan demikian file yang kamu unggah akan lebih mudah dihapus karena masalah copyright ingfringement, dan karena kamu mencantumkan semua link download dari semua file hosting, kamu tidak lagi punya file cadangan.

    Oleh karena itu ada baiknya apabila kamu menggunggah data ke file hosting yang tidak ada batasan expired, dan file yang kamu unggah adalah file yang memiliki copyright atau lisensi sebaiknya jangan di-share. Simpan link tersebut sebagai backup. Dan hanya bagikan link download dari file hosting lainnya.

    Saya pun menggunakan cara ini agar file yang saya share selalu dapat tersedia. Biasanya saya mengupload data ke beberapa file hosting sekaligus, diantaranya: indowebster, uptobox, google drive, mega, dan cloud.ru. Namun saya tidak pernah membagikan link dari cloud.ru sebab file yang disimpan disana tidak ada batasan expired selain juga kapasitasnya sangat besar (1 TB), tidak ada satu file pun yang saya unggah disana dihapus karena copyright ingfringement, karena memang saya tidak pernah membagikannya.

    Saya hanya share link yang saya unggah di uptobox secara bebas sehingga kalaupun expired atau dihapus saya masih bisa mengunggahnya kembali dari file hosting yang saya jadikan backup tanpa harus mencari-cari lagi di internet. Dan apabila link download yang di-share sudah expired atau terhapus, saya tinggal mengunggahnya kembali dari link backup yang saya punya.

  • Batasi akses ke publik
  • Biasanya file yang dishare secara terbuka akan rentan dihapus apabila terkait masalah copyright ingfringement. Karena di internet banyak sekali bot yang berkeliaran untuk menelusuri sebuah url yang ditampilkan dari sebuah halaman web. Sehingga untuk memproteksi link download yang akan di-share ada cukup banyak cara yang dapat dilakukan, beberapa diantaranya adalah menggunakan layanan link protector, menggunakan captcha, atau menggunakan script atau plugin tertentu untuk menyembunyikan konten.

Sekian tips dari saya untuk membuat data yang kamu upload ke file hosting bisa bertahan lebih lama dan link yang dishare di website atau blog kamu lebih aman dari copyright ingfringement.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

Leave a Reply