Beberapa Cara Untuk Membuat Hotspot Di Rumah – Bagian Pertama

Hostspot dalam konteks jaringan komputer adalah sebuah area yang menyediakan akses ke sebuah jaringan secara wireless. Sebuah hotspot pada umumnya dilayani oleh sebuah perangkat access point, dimana cakupan area yang dilayani tergantung pada kemampuan dari perangkat access point yang digunakan. Cara kerja dan fungsi dari perangkat access point sama seperti perangkat ethernet switch. Perbedaan antara access point dan ethernet switch adalah pada media penghantarnya, dimana access point menggunakan gelombang radio sedangkan ethernet switch menggunakan kabel.

Ilustrasi zona wifi hotspot

Gambar 1. Ilustrasi Zona Wifi Hotspot

Nah, sebelum berlanjut untuk membangun hotspot dirumah, ada beberapa peralatan yang perlu kita ketahui mengenai fungsi dan kegunaannya seperti yang akan dijelaskan secara singkat dibawah ini.

Wireless Access Point

adalah perangkat yang digunakan sebagai penghubung dari beberapa komputer untuk dapat berinteraksi dalam suatu jaringan nirkabel. Sebuah perangkat access point bekerja pada frekuensi sekitar 2.4 GHz dengan daya output pada umumnya dibawah 350 mW. Dengan kapasitas bandwidth hingga 300 Mbps pada mode N dan hingga 54 Mbps pada mode G. Sebuah perangkat access point pada umumnya dapat menjangkau hingga radius 100 meter. Namun coverage sinyal yang dipancarkan dan diterima ditentukan oleh banyak faktor dan kondisi, diantaranya:

  • Daya Output
  • makin besar daya output dari sebuah perangkat access point, maka kemampuan coveragenya akan bertambah luas.

  • Gain Antena
  • makin tinggi gain yang dihasilkan oleh sebuah antena, maka kemampuan coveragenya akan bertambah luas. Gain yang dihasilkan oleh antena bergantung dari desain dan pola radiasi pancarnya. Terdapat 3 pola pola radiasi pancar yang biasa digunakan yaitu omni-directional, sectoral, dan directional.

  • Letak/Posisi
  • posisi dari sebuah perangkat access point juga menentukan kemampuan coveragenya. Posisi yang dimaksudkan disini adalah ketinggian dan adanya benda penghalang atau tidak. Pengahalang berupa tembok atau beton tentu saja dapat menurunkan daya yang dipancarkan, karena sinyal akan terserap oleh tembok.

Oleh karena itu seringkali dibutuhkan lebih dari satu perangkat access point untuk menjangkau keseluruhan area yang dikehendaki.

TP-Link Wireless AP - Tampak Depan TP-Link Wireless AP - Tampak Belakang

Gambar 2. Salah satu tipe wireless access point merek TP-Link

Wireless Router

adalah perangkat yang memiliki cara kerja seperti halnya wireless access point, namun wireless router memiliki beberapa fungsi tambahan yang tidak dimiliki oleh perangkat access point, diantaranya:

  • Kemampuan Routing
  • sebuah wireless router dapat digunakan untuk penghubung antara dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari suatu jaringan ke jaringan lainnya yang berbeda subnet.

  • Fungsi NAT
  • NAT atau yang merupakan kependekan dari Network Address Translation, merupakan sebuah metode untuk mengubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP. Metode ini digunakan untuk memecahkan keterbatasan alamat IP, keamanan, dan kemudahan untuk melakukan pengelolaan jaringan.

  • Fungsi WAN
  • WAN atau Wide Area Network adalah jaringan komputer yang mencakup area lokasi yang lebih luas dibandingkan dengan LAN karena melibatkan kesatuan jaringan komputer yang lebih banyak yang biasanya meliputi antar wilayah, kota, atau bahkan negara. Akan tetapi jika dilihat dari fungsinya maka sebenarnya WAN tidak jauh berbeda dengan LAN. Pada sebuah wireless router, biasanya WAN digunakan untuk mengubungkan jaringan lokal dengan jaringan milik ISP.

  • Fungsi DHCP
  • Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client-server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan secara otomatis, sehingga client tidak perlu mengatur parameter jaringan secara manual untuk dapat terhubung ke dalam sebuah jaringan. Hal-hal yang diatur dalam DHCP adalah alamat IP, default gateway, dan DNS server.

  • Access Control
  • Digunakan untuk mengatur dan atau membatasi suatu kegiatan komunikasi dari semua perangkat komputer baik secara individual atau dalam suatu grup. Parameter yang dapat diatur antara lain alamat IP, port, dan protokol (TCP, UDP, dan ICMP). Umumnya terdapat 2 parameter utama yaitu Allow dan Deny. Allow berarti memperbolehkan jenis paket data yang tidak ditentukan oleh ACL untuk melewati perangkat router, sedangkan Deny berarti melarang jenis paket data yang tidak ditentukan oleh ACL untuk melewati perangkat router

  • Bandwith Control
  • merupakan fungsi tambahan dari sebuah router. Bandwidth control digunakan untuk mengatur besaran bandwidth baik incoming maupun outgoing dari suatu perangkat komputer berdasarkan alamat IP atau MAC. Biasanya pengaturan besaran bandwidth yang digunakan adalah dalam satuan bit. Bandwidth control diatur agar semua komputer yang terhubung dalam sebuah jaringan mendapatkan alokasi yang sesuai dengan yang telah ditentukan dalam ACL.

TP-Link Wireless Router - Tampak Depan TP-Link Wireless Router - Tampak Belakang

Gambar 3. Salah satu tipe wireless router merek TP-Link

Wireless Client Adapter

adalah perangkat NIC yang mampu terhubung ke jaringan komputer berbasis wireless. Ada beberapa bentuk perangkat wireless adapter, namun yang umum digunakan yaitu berbentuk sebuah card dengan antarmuka PCI, PCIe, PCMCIA, dan ExpressCard; maupun berbentuk dongle dengan antarmuka USB.

Sebuah wireless adapter dapat bekerja dalam dua mode yaitu:

  • Infrastructure mode
  • Dalam mode infrastruktur, sebuah wireless adapter membutuhkan wireless access point sebagai hub sentralnya untuk dapat berkomunikasi dengan perangkat lain dalam jaringan.

  • Ad hoc mode
  • Dalam mode ad hoc, sebuah wireless adapter tidak membutuhkan access point, melainkan dapat terhubung ke perangkat lainnya secara langsung.

TP-Link Wireless Adapter USB TTP-Link Wireless Adapter PCIe

Gambar 4. Contoh model wireless client adapter merek TP-Link

Dari tiga perangkat diatas, mana yang dapat saya gunakan untuk membuat hotspot dirumah?
Tentu saja, ketiga perangkat diatas bisa digunakan untuk membuat hotspot. Namun perlu disesuaikan dengan kondisi, penggunaannya, dan tentu budget yang kamu miliki.

Lalu bagaimana dengan perangkat RouterBoard berbasis MikroTik? Ada yang bilang kalau mikrotik itu lebih handal daripada pakai wireless router biasa, apakah betul?

Mungkin routerboard memiliki banyak fungsi yang tidak ada di wireless router biasa, namun hal itu tergantung dari fasilitas apa yang kita butuhkan, berapa banyak client yang akan ditampung menggunakan hotspot yang akan kamu buat, dan berapa besar bandwidth internet yang kamu miliki. Sehebat-hebatnya sebuah perangkat router tentu akan percuma saja apabila tidak diimbangi dengan hal-hal pendukungnya.

Jadi kalau untuk sekedar hotspot rumahan dengan pengguna yang tidak terlalu banyak, saya rasa wireless router biasa saja sudah cukup. Kalau memang pengguna hostspot tersebut banyak, saya memilih aplikasi router berbasis PC, karena pastinya akan jauh lebih handal.

Mengenai penjabaran untuk membuat hotspot di rumah selengkapnya, kamu bisa membaca di artikel selanjutnya. Kamu bisa langsung menuju artikel yang paling sesuai dengan jenis koneksi internet yang kamu miliki:

Internet ADSL dengan wireless router.
Internet ADSL Speedy atau CBN dengan access point.
Sharing koneksi internet ADSL Speedy menggunakan PC sebagai server.
Internet mobile 3G, EVDO, 4G <E; USB modem dengan wireless router.
Internet mobile 3G, EVDO, 4G <E; USB modem dengan wireless access point.

Ataupun apabila saat ini kamu belum memiliki langganan internet dan berencana untuk membagi koneksi dengan keluarga atau teman di kost-kostan, kamu dapat membaca artikel secara keseluruhan, dan kemudian memilih salah satu yang dianggap paling mudah serta hemat biaya.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

Leave a Reply