Beberapa Cara Untuk Membuat Hotspot Di Rumah – Bagian Kedua

Pada artikel sebelumnya, sudah dibahas beberapa pilihan perangkat yang dapat digunakan untuk membuat hotspot dirumah. Apakah kamu pengguna internet berbasis ADSL? Misalnya pengguna internet Speedy atau CBN dengan perangkat modem router yang tidak memiliki fasilitas WiFi. Maka kamu bisa membuat jaringan hotspot dirumah dengan menambah perangkat wireless access point ataupun wireless router. Apa beda kedua perangkat tersebut? Umumnya wireless access point tidak memiliki fungsi-fungsi tambahan seperti yang sudah dikemukakan pada artikel sebelumnya. Jadi mana yang harus saya gunakan?

Penggunaan Wireless Router Sebagai Hotspot Untuk Sharing Internet Speedy

Disini saya mencontohkannya dengan sebuah wireless router TP-Link dengan tipe MR-3420. Ini adalah cara yang paling praktis untuk membagi koneksi internet pada hotspot yang akan kamu buat. Pertama-tama pastikan bahwa modem ADSL telah diset ke dalam mode bridging, selanjutnya kita masuk ke menu router menggunakan kabel ethernet dengan mencolokkannya ke salah satu port berwarna kuning yang tersedia di router. Secara default alamat IP untuk mengakses router biasanya 192.168.0.1 dengan username: “admin” dan password: “admin”.

Halaman administrasi wireless tp-link

Gambar 1. Tampilan halaman administrasi wireless router TP-Link

Network
Selanjutnya klik menu Network dan klik Internet Access, pilih WAN Only dan kemudian klik Save. Selanjutnya pada menu WAN pilih tipe koneksi yaitu PPPoE, selanjutnya masukkan username dan password yang diberikan dari telkom speedy. Pada opsi Secondary Connection pilih disabled dan pada opsi Connection Mode pilih Connect Automatically, kemudian klik Save untuk menyimpan konfigurasi.

Opsi akses internet yang dapat dipilih Konfigurasi WAN

Gambar 2 dan 3. Konfigurasi network pada TP-Link MR3420

Selanjutnya kita beralih ke menu LAN, masukkan IP Address 192.168.1.1, kemudian untuk subnet isikan 255.255.255.224. Subnet mask yang diisikan menentukan jumlah komputer yang dapat mengakses ke hostspot, dimana saya mencontohkan untuk 30 user saja. default adalah 255.255.255.0 dimana bisa menampung 254 user. Klik Save.

Konfigurasi LAN


Gambar 4. Konfigurasi settingan LAN pada TP-Link MR3420

Wireless
Selanjutnya kita akan mensetting pengaturan wirelessnya, klik menu Wireless. Pada sub-menu Wireless Setting, masukkan nama SSID, disini kamu bebas memasukkan angka, huruf, ataupun spasi dengan maksimum 32 karakter. Selanjutnya pada opsi Region pilih Indonesia. Untuk channel pilih auto saja dan untuk mode kamu bisa memilih 11BGN Mixed, yang artinya perangkat router bisa menerima semua mode WiFi. Walapun saat ini rata-rata perangkat WiFi baik komputer, notebook, maupun smartphone sudah mendukung mode N. Untuk opsi Channel width, kamu bisa pilih Auto dan untuk opsi Max Tx Rate bisa kamu pilih 300 Mbps. Kemudian ceklis juga opsi Enable Wireless Router Radio dan Enable SSID Broadcast.

Konfigurasi SSID dan parameter radio wireless Konfigurasi pengamanan wireless

Gambar 5 dan 6. Konfigurasi settingan Wireless pada TP-Link MR3420

Selanjutnya adalah pengamanan wireless, klik sub-menu Wireless Security. Pilih opsi terakhir, yaitu WPA/WPA2 Personal. Mengenai opsi kamu bisa pilih Automatic dan untuk PSK pass-phrase kamu bisa mengisikan 8 sampai 64 karakter ASCII, dan untuk opsi Group Key Update Period bisa diisikan dengan 0. Klik Save.

DHCP
Selanjutnya enable DHCP server dengan mengklik ospi Enable, kemudian untuk start IP Address, kamu bisa memasukkan misalnya 192.168.1.2 dan End IP Address 192.168.1.14. Parameter lainnya dapat kamu biarkan kosong atau default, dan untuk Primary dan Secondary DNS kamu bisa mengisikan alamat DNS Google ataupun OpenDNS. Klik Save.

Konfigurasi parameter DHCP

Gambar 7. Konfigurasi settingan DHCP pada TP-Link MR3420

Bandwidth Control
Pada menu ini kamu bisa mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi limiter bandwidth. Untuk mengaktifkannya ceklis Enable Bandwidth Control, kemudian untuk line type pilih ADSL. Egress Bandwidth dapat diisi dengan kapasitas maksimum bandwidth upload dan Ingress Bandwidth dapat diisikan dengan kapasitas maksimum dari bandwidth download dari paket internet yang kamu gunakan. Disini saya mengatur Egress 768 Kbps dan Ingress 4480 Kbps, dimana nilai ini didapat dari angka yang ditunjukkan pada datarate modem speedy yang saya miliki. Selanjutnya klik Save.

Untuk melimit tiap-tiap perangkat yang akan terkoneksi ke hotspot, klik sub-menu Rules List. Kemudian klik Add New, klik opsi enable, kemudian masukkan IP Range 192.168.1.2 – 192.168.1.14. Untuk Port Range bisa dikosongkan dan untuk Protocol, pilih ALL. Kemudian atur minimum dan maksimum Egress dan Ingress bandwidth sesuai dengan keinginan (dengan catatan tidak melebihi batas dari maksimum bandwidth yang kamu atur pada menu sebelumnya).

Konfigurasi parameter bandwidth uplink dan downlink Konfigurasi pengaturan bandwidth per ip address

Gambar 8 dan 9. Konfigurasi settingan Bandwidth pada TP-Link MR3420

Sampai sini, pengaturan pada wireless router sudah selesai dan selanjutnya untuk membatasi akses ke halaman administrasi wireless router, kita perlu mengubah default password. Pada menu System Tools klik Password dan isikan password yang baru, kemudian Save. Selanjutnya kita akan merestart router agar konfigurasi yang baru bisa efektif, klik sub-menu Reboot dan kemudian klik tombol Reboot dan tunggu hingga progressnya selesai.

Konfigurasi password akses web router

Gambar 10. Konfigurasi akses web admin pada TP-Link MR3420

Setelah wireless router di restart kamu bisa mencopot kabel ethernet, kemudian pindahkan kabel ethernet ke port WAN dan hubungkan dengan modem. Hotspot yang kamu buat sudah siap untuk digunakan. Selanjutnya kamu tinggal mengatur koneksi di PC, notebook, atau smartphone yang kamu miliki agar dapat mengakses hotspot yang telah kamu buat tadi.

Setelah berhasil selanjutnya adalah mencoba jangkauan radiusnya. Untuk pengujian lebih mudah dengan menggunakan smartphone. Hubungkan smartphone ke hostspot yang sudah kamu buat tadi, selanjutnya bawalah smartphone kamu menjauhi posisi wireless router mengelilingi seisi rumahmu. Catat pada lokasi mana sinyal WiFi sangat lemah atau tidak dapat terdeteksi lagi. Apabila banyak titik di dalam rumah yang tidak terjangkau oleh hotspot yang kamu buat, kamu bisa mencoba untuk memindahkan posisi wireless router ke tempat lain yang tidak terlalu banyak halangan berupa tembok atau pintu.

Pententuan Posisi Terbaik

Pada umumnya perangkat wireless router dapat diletakkan diantara ruang tamu dengan ruang keluarga, karena ruangan ini biasanya cukup lapang, sehingga sinyal bisa menyebar ke berbagai arah dengan lebih baik. Tapi hal tersebut juga tergantung dari denah rumahmu.

Hasil yang saya harapkan adalah sinyal router bisa menjangkau semua kamar tidur termasuk kamar kost-kostan di paviliun sebelah rumah. Namun setelah saya mencoba menaruh di ruang tamu, sinyal tidak menjangkau sampai ke kamar kost-kostan yang terletak di paviliun. Di dalam rumah pun, hanya sampai ruang nonton TV saja. Kamar kost-kostan di paviliun pun tidak terjangkau. Hal ini dikarenakan denah rumah yang agak sulit karena banyak penghalang berupa tembok dan ketinggian bangunan yang tidak sama.

Lalu saya menaruh perangkat ini di halaman rumah, jangkauan sinyal dari perangkat ini memang lebih banyak tersebar di luar ruangan, hingga ke warung fotocopy yang jaraknya kira-kira 70 meter dari depan rumah. Namun ke arah dalam rumah, ruang nonton TV tetap tidak terjangkau. Namun dengan kondisi ini hasilnya jauh lebih baik, semua kamar di paviliun bisa mendapatkan sinyal dengan baik.

Penggunaan Wireless Router Sebagai Hotspot Untuk Sharing Modem USB 3G/EVDO

Untuk wireless router TP-Link MR3420 ini juga bisa digunakan untuk membuat jaringan hotspot dengan modem wireless broadband bertipe USB, baik 3G maupun EVDO. Langkah yang dilakukan adalah sama seperti diatas, dengan melakukan penyesuaian pada menu Network. Pada sub-menu internet access, kamu bisa mengubah opsi ke 3G Only. Selanjutnya pada sub-menu 3G pilih Location ke Indonesia, lalu ceklis Set the Dial Number and APN manually. Isikan opsi Dial Number *99# dan APN sesuai petunjuk dari opsel yang kamu gunakan.

Untuk opsi Connection Mode pilih Connect Automatically, dan untuk paramternya biarkan default. apabila ingin menggunakan DNS yang bukan dari ISP, kamu bisa menceklis opsi Use the following DNS Servers. Isikan alamt ip DNS Google, OpenDNS, atau DNS lainnya yang kamu ketahui.

Apabila tangkapan sinyal modem USB yang dihubungkan dengan wireless router TP-Link MR3420 kurang optimal, kamu bisa menggunakan kabel ekstender USB agar posisi modem bisa digeser, atau apabila kamu menggunakan jenis antena wajanbolic atau bazooka, kamu bisa membuat kabel ekstender yang lebih panjang lagi dengan mengikuti cara-cara yang disampaikan di artikel berikut ini. Lanjutkan dengan pointing antenna menggunakan software agar mengarah tepat ke BTS yang menjadi target.

Selanjutnya pada artikel ketiga, kita akan membahas cara membuat hotspot dengan menggunakan perangkat wireless access point.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”5″]

 

Leave a Reply