Aspect Ratio pada Layar dan Hubungannya Terhadap Resolusi Video

Aspect ratio pada suatu tampilan gambar menjelaskan suatu hubungan proporsional antara lebar dengan tingginya. Aspect ratio pada umumnya dinyatakan dengan angka yang dipisahkan oleh titik dua. Aspect ratio pada layar baik itu layar televisi, monitor maupun screen projector memiliki hubungan erat dengan aspect ratio pada video yang akan ditampilkan.

Apabila kita berbicara dalam kaitannya dengan digital video, lebar dari sebuah tampilan gambar dapat disebut sebagai resolusi horisontal. Sedangkan tingginya dapat disebut sebagai resolusi vertikal. Resolusi horisontal dapat diukur dengan menghitung banyaknya deretan pixel secara horisontal (dari kiri ke kanan).

Dalam ranah video digital, lebar dari suatu video bisa diukur dengan menghitung jumlah pixel secara horisontal, yaitu banyaknya deretan pixel yang dihitung dari kiri ke kanan. Sedangkan tinggi gambar bisa diukur dengan menghitung jumlah pixel secara vertikal, yaitu banyaknya deretan pixel yang dihitung dari atas ke bawah.

Dari penjelasan ini, Anda dapat melihat keterkaitan antara aspect ratio pada layar dengan jumlah pixel atau resolusi video. Misalnya sebuah video dengan aspect ratio 16:9, maka dapat dijelaskan bahwa video tersebut memiliki perbandingan yang tetap antara lebar dan tingginya. Tidak peduli seberapa besar resolusi video tersebut, apabila Anda membaginya dan dihasilkan angka 1.78, maka aspect ratio dari video tersebut adalah 16:9.

Aspect Ratio pada Layar Televisi dan Monitor

Layar televisi dan monitor CRT yang banyak beredar di Indonesia pada umumnya memiliki aspect ratio sebesar 4:3. Oleh karena itu apabila kita melihat bentuk layar tabung CRT tersebut hampir mirip dengan kotak persegi. Sedangkan layar televisi dan monitor LCD pada umumnya memiliki aspect ratio 16:9.

Walaupun pada layar berjenis LCD tidak menutup kemungkinan banyak pula dijumpai aspect ratio yang berlainan. Misalnya pada monitor LCD ada yang memiliki aspect ratio 16:10, dan pada layar televisi LCD ada juga yang memiliki aspect ratio 21:9. Perbedaan aspect ratio pada layar tersebut umumnya disesuaikan dengan kebutuhan dalam penggunaannya.

Perbandingan Aspect Ratio pada Layar Monitor dan Televisi

Perbedaan aspect ratio dari gambar yang ditampilkan dengan aspect ratio pada layar yang digunakan untuk menampilkannya, akan lebih mudah apabila diilustrasikan melalui gambar berikut ini:

aspect ratio pada layar terhadap ukuran layar

Ilustrasi gambar diatas menjelaskan perbandingan antara aspect ratio terhadap ukuran lebar dan tinggi layar. Dalam hal ini, tiap-tiap layar tersebut memiliki luas bidang yang kurang lebih hampir sama. Yang berbeda hanya diagonal layarnya saja dari masing-masing aspect ratio yang berbeda.

Layar dengan aspect ratio 4:3 diatas memiliki diagonal 30”, layar dengan aspect ratio 16:10 memiliki diagonal 31”, layar dengan aspect ratio 16:9 memiliki diagonal 32”, sedangkan layar dengan aspect ratio 21:9 diatas memiliki diagonal 34”.

Persamaan Istilah Dalam Aspect Ratio pada Layar

Banyak istilah-istilah yang digunakan dalam aspect ratio pada layar. Mungkin ini membingungkan bagi Anda, namun istilah-isitlah tersebut apabila diterjemahkan dalam hitungan matematis akan ditemukan seuatu persamaan.

  • Aspect Ratio 16:9
  • Memiliki beberapa istilah lain yaitu widescreen. Istilah ini merujuk pada aspek ratio pada film seperti pada siaran HDTV. Sedangkan pada layar monitor komputer aspect ratio 16:9 bisa merujuk pada WXGA (Wide Extended Graphics Array), dimana layar monitor ini memiliki native resolution sebesar 1280×720 atau 1366×768. WXGA+ yang memiliki native resolution sebesar 1440×900 dan UXGA yang memiliki native resolution sebesar 1920×1080.

    Selain itu kita mengenal istilah HD-Ready, Full HD, dan UHD. Ketiganya merupakan istilah marketing dalam teknologi perangkat televisi LCD, dimana merujuk pada aspect ratio 16:9. Masih nggak percaya? Coba Anda berhitung pembagian antara
    1280 : 720 atau 1920 : 1080 atau 3840 : 2160. Berapa hasilnya? Tentu saja mendekati 1.78

  • Aspect Ratio 16:10
  • Aspect ratio pada layar monitor LCD dengan perbandingan 16:10 dapat merujuk pada istilah WSXGA+ (1680×1050), WUXGA (1920×120), WQXGA (2560×1600), dan WQUXGA (3840×2400). Aspect ratio 16:10 paling umum digunakan untuk keperluan computer gaming, walaupun ada beberapa televisi LCD high-end yang juga menggunakan aspect ratio ini.

    Selain untuk keperluan computer gaming, aspect ratio 16:10 juga dijumpai pada beberapa layar tablet berbasis Android.

  • Aspect Ratio 21:9
  • Aspect ratio pada layar monitor, televisi, ataupun proyektor dengan perbandingan 21:9. Paling banyak digunakan pada screen projector di bioskop. Kebanyakan film box office juga diproduksi dalam aspect ratio 21:9, oleh karena itu sering diistilahkan sebagai cinemascope.

    Apabila kita melihat istilah cinemascope, 2.35:1, atau 2.39:1 pada label yang tertera di case Blu-ray disc, maka film pada kepingan Blu-ray tersebut diproduksi dalam format cinemascope. Tentu saja pada kebanyakan layar televisi LCD, tampilan gambar tidak memenhui bidang layar, sehingga akan terlihat border hitam pada sisi atas dan bawahnya.

    Penampakan border hitam pada layar televisi ini diistilahkan sebagai letterbox.

Memilih Layar Televisi dengan Aspect Ratio yang Tepat

Ketika hendak membeli sebuah layar televisi, aspect ratio adalah salah satu hal yang juga perlu dipertimbangkan, selain soal resolusi dan ukuran layarnya. Pemilihan aspect ratio yang tidak tepat akan mempengaruhi kenyaman saat Anda menonton. Aspect ratio yang tidak sesuai antara layar dengan video yang dilihat menyebabkan tampilan gambar menjadi tidak proporsional.

aspect ratio pada layar 4:3 aspect ratio pada layar 16:9

Ilustrasi diatas memperlihatkan tampilan gambar dari siaran analog pada 2 layar televisi dengan aspect ratio yang berbeda. Gambar yang ditampilkan di sebelah kanan terlihat tidak proporsional, karena aspect ratio dari sumber video dengan layarnya berbeda.

Apabila Anda lebih sering menggunakannya untuk menonton siaran televisi analog (menggunakan antena biasa), maka televisi dengan aspect ratio 4:3 akan lebih sesuai. Walaupun untuk saat ini aspect ratio 4:3 hanya tersedia pada televisi jenis CRT saja.

Selanjutnya saya akan memberikan ilustrasi tampilan gambar pada beberapa layar televisi yang memiliki aspect ratio yang berbeda satu sama lain. Sumber video yang ditampilkan berasal dari sebuah keping Blu-ray yang diputar menggunakan BD Player. Video ini memiliki aspect ratio 2.39:1 atau yang dikenal dengan istilah cinemascope.

aspect ratio pada layar 4:3 aspect ratio pada layar 16:10

Ilustrasi gambar pertama diatas memperlihatkan bagaimana sebuah video cinemascope (AR 2.4:1) ditampilkan pada televisi yang memiliki aspect ratio 4:3. Border hitam (letterbox) terlihat cukup lebar di sisi atas dan bawah dari video. Resolusi vertikal dari video yang ditampilkan hanya 55% saja agar video tersebut bisa ditampilkan secara proporsional. Apabila Anda memaksakan tampilan fullscreen, maka gambar video akan tampak memanjag keatas.

Sedangkan pada ilustrasi kedua, diperlihatkan sebuah tampilan video pada layar monitor yang memiliki aspect ratio 16:10. Border hitam masih terlihat cukup besar di sisi atas dan bawah dari video. Resolusi vertikal dari video yang ditampilkan hanya 67% saja, sedikit lebih baik daripada layar televisi 4:3.

aspect ratio pada layar 16:10

Ilustrasi gambar ketiga memperlihatkan bagaimana sebuah video cinemascope (AR 2.4:1) ditampilkan pada layar monitor yang memiliki aspect ratio 16:9. Border hitam dibagian atas dan bawah video masih terlihat jelas. Resolusi vertikal yang ditampilkan dari video tersebut adalah 74% dari resolusi layarnya.

aspect ratio pada layar 21:9

Pada ilustrasi terakhir diperlihatkan sebuah tampilan yang hampir sempurna, dimana border hitam tidak terlalu nampak pada bagian atas dan bawah video. Resolusi vertikalnya yang ditampilkan dari video tersebut adalah 98% dari resolusi layarnya. Sehingga apabila dibuat menjadi full screen pun tampilan gambar masih akan terlihat proporsional.

Dengan demikian ini bisa menjawab pertanyaan “Mengapa tampilan gambar pada layar LCD saya terlihat gepeng?” “Mengapa kalau nonton di televisi LCD artis atau pembawa acara terlihat cebol atau gendut?” Atau pertanyaan “Mengapa setiap saya memutar film box office, tampilan gambar tidak bisa fullscreen?”

Kesimpulannya adalah, tergantung dari apa yang sering Anda tonton di layar televisi LCD yang akan Anda beli.

  • Sering nonton siaran televisi lokal dengan antena biasa
  • Sebaiknya tidak membeli televisi LCD, sebab siaran televisi lokal adalah siaran analog yang masih menggunakan aspect ratio 4:3. Siaran televisi lokal pun resolusinya belum HD, sehingga selain tampilan gambar menjadi tidak proporsional, gambar yang ditampilkan juga terlihat buram.

  • Sering nonton film box office yang diputar menggunakan keping DVD atau Blu-ray
  • Film box office yang direkam pada kepingan Blu-ray ataupun DVD saat ini diproduksi menggunakan aspect ratio 2.33:1 hingga 2.4:1. Oleh karena itu ada istilah cinemascope, sebab film box office ditujukan untuk diputar di layar bioskop terlebih dahulu sebelum dirilis dalam bentuk cakram DVD ataupun Blu-ray.

    Oleh karena itu bagi Anda penggemar film box office, membeli televisi LCD yang memiliki aspect ratio 21:9 adalah pilihan yang sangat tepat. Hanya saja biasanya televisi LCD dengan aspect ratio 21:9 tidak sebanyak televisi LCD widescreen biasa. Harganya pun tergolong mahal, karena merupakan produk high-end.

  • Sering nonton serial televisi atau anime melalui saluran digital berbayar
  • Berbeda halnya dengan film box office. Serial televisi, anime maupun film yang dibuat dengan tujuan untuk diputar melalui saluran televisi akan diproduksi menggunakan aspect ratio widescreen yaitu 16:9.

Pada artikel selanjutnya yang masih berhubungan dengan layar televisi. Saya akan membahas lebih lanjut mengenai tampilan black border pada layar televisi, baik itu berupa letterbox, pillarbox, dan juga windowbox. Tentang cropping dan stretching pada video untuk menghilangkan black border.

 

2 Comments

  1. Yoga 10 Jul 2016 08:19
    • Venantius Venantius 10 Jul 2016 13:24

Leave a Reply