Agar Data Dapat Bertahan Lama Pada Layanan File Sharing

Agar data dapat bertahan lama pada layanan file sharing gratisan, ada beberapa cara atau tips pada artikel ini yang dapat dicoba. Bagi kamu yang memiliki website ataupun blog, berbagi data adalah hal yang sudah menjadi kebiasaan umum. Sebagian besar pemilik website atau blog membagikan data-data koleksinya dengan menguploadnya melalui layanan file sharing. Sebagian lainnya hanya menggunakan layanan file sharing untuk penyimpanan data pribadi atau membackup data websitenya.

Saat ini banyak sekali layanan file sharing yang dapat digunakan untuk menyimpan data secara online. Baik berupa layanan file sharing konvensional maupun berupa cloud storage. Adapun layanan file sharing dapat disediakan secara gratis maupun berbayar. Contoh layanan file sharing konvensional misalnya: Indowebster, Inafile, KitaBerbagi, Uptobox, 4Shared, dan Zippyshare. Contoh layanan cloud storage misalnya: Google Drive, Mega, Mail.ru, Box.net, dan Dropbox.

Beberapa Penyebab File yang Diupload Tidak Bertahan Lama di File Sharing

Biasanya dalam menentukan pilihan untuk menggunakan layanan file sharing, ada 3 pertimbangan utama yang biasanya dicari oleh penggunanya. Pertimbangan utama yang banyak dicari dalam menentukan layanan file sharing umumnya adalah: gratis, bisa diakses dengan cepat untuk upload dan download, dan memiliki kapasitas simpan yang besar. Namun kadang ada hal-hal yang yang lupa untuk dipertimbangkan yaitu: Apakah layanan file sharing yang digunakan reliable atau tidak? Dan seberapa lama file yang diupload ke layanan file tersebut bisa bertahan? Repot sekali apabila file yang sudah susah payah diupload ke file sharing tersebut hanya bisa bertahan dalam waktu yang sebentar.

  1. File dihapus karena expired
  2. Beberapa file hosting konvensional biasanya ada limitasi masa simpan, terutama kalau kita menggunakan layanan non-premium. File yang tidak didownload dalam jangka waktu tertentu biasanya akan dihapus secara otomatis.

  3. File dihapus karena pelanggaran
  4. Biasanya ini terjadi karena masalah copyright ingfringement. File yang kamu unggah biasanya akan dihapus apabila dilaporkan oleh pemegang lisensi baik langsung dari pihak pertama, ataupun melalui pihak ketiga.

  5. File terhapus karena force majeur
  6. Force majeur atau bencana yang tidak dapat diprediksikan juga dapat menimpa server tempat kita menyimpan data. Namun selama ini saya hanya pernah mengalami kehilangan data akibat force-majeur yang disimpan di layanan file hosting lokal. Data yang saya unggah disana corrupt ketika didownload.

  7. Layanan berakhir
  8. Banyak sekali layanan file sharing yang pada akhirnya tutup setelah berjalan beberapa waktu. Hal ini utamanya disebabkan karena penyedia layanan tidak mendapatkan profit, pengoperasian layanan lebih tinggi daripada income yang didapat. Ada pula layanan file sharing yang terkena kasus hukum sehingga harus mengehentikan layanannya.

Ketiga masalah diatas memang saling berkaitan satu sama lain dengan lamanya file yang kita unggah dapat bertahan pada suatu layanan file sharing. Lalu bagimana agar data yang kita unggah pada layanan file hosting bisa bertahan lama?

Tips Agar Data yang Diupload Ke Layanan File Sharing Dapat Bertahan Lama

  • Pilih layanan file sharing yang kredibel
  • Ini adalah tahapan yang paling sulit, karena tidak mudah menentukan layanan file sharing yang memiliki kredibilitas tinggi. Banyak layanan file hosting yang baru bermunculan, namun banyak pula yang pada akhirnya gulung tikar. Coba kita lihat beberapa contoh filehosting di Indonesia seperti gudangupload, am4share, maknyos, dan davvas. Begitu juga dengan layanan file sharing di luar negeri. Pada akhirnya beberapa layanan tersebut tidak dapat bertahan karena sepertinya tidak mendapatkan profit yang bisa digunakan untuk menutupi biaya operasionalnya.

    Saat ini ada beberapa layanan file hosting yang saya anggap memiliki kredibilitas tinggi karena memiliki investasi dan pendanaan yang besar. Sebut saja misalnya: Google Drive, 360 Cloud, Cloud Mail.ru. Ketiganya merupakan perusahaan besar, sehingga sangat masuk akal kalau mereka bisa memberikan layanan peyimpanan data secara cuma-cuma. Bagaimana dengan layanan file hosting di Indonesia? Tentu ada! Indowebster adalah satu-satunya yang memiliki layanan file hosting gratis yang memiliki infrastruktur yang cukup besar dengan jumlah server yang mencapai ratusan.

  • Gunakan beberapa layanan file sharing sekaligus
  • Ada pepatah mengatakan “jangan menaruh semua telur pada satu keranjang“, begitupula dengan soal penyimpanan data pada layanan file sharing. Agar file yang kita unggah lebih aman, lebih baik kalau kita mengunggahnya di beberapa layanan file hosting. Sehingga apabila salah satu layanan tidak dapat diakses karena sesuatu hal, tentu kita masih punya cadangan file ditempat lainnya. Apabila kalau file tersebut didapatkan dengan susah payah karena sudah langka dan susah dicari lagi, sayang kalau sampai akhirnya file yang kita upload tersebut hilang.

  • Jangan bagikan semua link
  • Biasanya bagi pemilik website atau blog yang suka sharing atau berbagi data yang sudah diuploadnya, mereka akan mencantumkan semua link download pada website atau blognya dengan tujuan agar visitor dapat memilih link download di lebih dari satu file hosting. Hal ini memang memudahkan visitor kita untuk memilih link download yang menurut mereka paling mudah. Namun dengan demikian file yang kamu unggah dan bagikan akan lebih mudah dihapus karena masalah copyright ingfringement. Karena kamu mencantumkan semua link download dari semua file hosting, kamu tidak lagi punya file cadangan sebagai backup.

  • Batasi akses ke publik
  • Biasanya file yang dishare secara terbuka akan rentan dihapus apabila terkait masalah copyright ingfringement. Sebab link yang dibagikan secara terbuka mudah sekali dicopy-paste oleh pemilik website/blog lain yang tidak memiliki kemampuan mengunggah data.

    Selain itu di internet banyak sekali bot yang berkeliaran untuk menelusuri sebuah url yang ditampilkan dari sebuah halaman web. Sehingga untuk memproteksi link download yang akan di-share ada cukup banyak cara yang dapat dilakukan, beberapa diantaranya adalah menggunakan layanan link protector, menggunakan captcha, atau menggunakan script atau plugin tertentu untuk menyembunyikan konten.

Sekian tips dari saya agar data dapat bertahan lama di file hosting setelah kamu mengunggahnya ke layanan file sharing gratisan. Sehingga file yang di share di website atau blog lebih aman dari penghapusan karena masalah copyright ingfringement.

 

Leave a Reply