Mengoptimalkan Kecepatan Browsing

Banyak cara-cara yang dapat dilakukan dan tips ditawarkan pada situs-situs web di internet untuk mengoptimalkan kecepatan browsing. Ya, memang untuk kondisi internet di Indonesia yang pada umumnya memiliki kecepatan rata-rata masih dibawah 1 Mbps, tentunya banyak tips dan trik yang dicoba netter untuk mengoptimalkan kenyamanan berselancar di dunia maya. Mulai dari tweaking TCP/IP, seperti yang ditawarkan oleh situs speedguide.net, menggunakan berbagai macam aplikasi tweaking koneksi, tuning browser, dan berbagai cara lainnya.

Namun sepertinya cara-cara yang ditawarkan relatif kurang optimal, karena sebenarnya memang kecepatan koneksi internet yang menjadi hambatan utamanya. Seberapa pun kerasnya usaha untuk tweaking koneksi internet, namun hasil yang didapat tetap saja dirasa kurang signifikan bagi kebanyakan netter, terutama mungkin yang masih menggunakan koneksi sekelas ISDN atau EDGE (128 Kbps hingga 256 Kbps).

Dibawah ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan browsing atau seberapa cepat sebuah halaman web dapat ditampilkan:

  • Bandwidth
  • Ini yang menjadi faktor utama dalam berselancar di dunia maya, jika memiliki koneksi internet dengan bandwidth yang sangat besar, tanpa di tweaking sekalipun pada umumnya tidak lagi menjadi persoalan.

  • Browser
  • Ini yang menjadi faktor kedua, terkadang kita sudah memiliki koneksi internet dengan bandwidth yang besar, tetapi bila digunakan untuk berselancar terasa lambat, mengapa? Ya, memang dalam proses membuka sebuah halam web, bukan bandwidth saja yang diperlukan, tetapi diperlukan juga proses rendering kode atau script (html, css, javascript, dll) pada halaman tersebut, oleh karena itu browser yang baik mampu memproses dan merender suatu halaman dengan cepat dan efisien.

  • Latency
  • Latency merupakan delay pada suatu proses komunikasi, pada umumnya ditentukan oleh jarak. Latency tidak terlalu signifikan dalam penggunaan internet untuk aktivitas browsing, hanya signifikan jika kita menggunakan aplikasi yang bersifat realtime, seperti internet gaming, live streaming, voice chat, dan sejenisnya. Namun bila kita mengubungkan masalah latency dengan DNS lookup, hal itu bisa saja menjadi persoalan.

  • DNS Lookup
  • DNS berfungsi untuk menerjemahkan alamat IP komputer menjadi alamat domain ataupun sebaliknya. DNS terkadang diistilahkan juga sebagai resolver. Tentunya kita akan sulit untuk mengahapal alamat http://209.85.175.147 daripada http://google.co.id. Oleh karena itu DNS berperan dalam proses translasi alamat IP ke nama domain. Pemilihan DNS resolver sangat penting dalam hal aktivitas browsing, walaupun pada umumnya pihak ISP yang kita gunakan sudah menyediakannya secara otomatis, namun terkadang DNS resolver milik ISP tidak begitu baik melayani permintaan client. Bila DNS resolver gagal melayani permintaan untuk melookup alamat, maka biasanya browser menampilkan “DNS lookup error”dan sebagainya. Hal itu bisa terjadi karena server DNS terlalu sibuk atau koneksi ke DNS mengalami timeout.

    Oleh karena itu sebaiknya kita tidak hanya mengandalkan satu DNS resolver saja, kita bisa menambahkan beberapa DNS server lain sebagai pengganti DNS utama. Berhubungan dengan persoalan latency tadi, sebaiknya kita memilih DNS server yang memiliki latency kecil, coba test ping saja IP dari DNS yang kita gunakan. Akan lebih baik lagi bila kita memiliki DNS cache sendiri di PC kita.

Ok, sekarang kita akan mencoba untuk mengatasi faktor-faktor diatas, sehingga kita dapat mengoptimalkan kecepatan browsing. Cara yang terbaik menurut saya adalah dengan mencache konten webiste dengan menggunakan squid proxy. Tentunya kita memiliki situs favorit yang hampir setiap hari kita kunjungi, dengan mencache konten dari situs favorit kita, selain dapat mempercepat browsing juga dapat menghemat penggunaan bandwidth, terutama bagi yang masih menggunakan internet dengan sistem quota.

Cache diletakkan pada harddisk di PC kita, sehingga bila kita membuka situs yang sering kita kunjungi, konten statis seperti logo, gambar, icon, foto, backround sound, dan sebagainya, tidak lagi perlu diload dari internet, sehingga hanya konten yang berubah saja yang diload dari internet. Oleh karena itu penggunaan cache sangat efektif dan efisien.

Saya mencoba untuk membuktikan seberapa besar efek daripada penggunaan cache, dalam test ini saya menggunakan Squid NT sebagai aplikasi content cache. Untuk koneksi saya menggunakan koneksi 256 kbps dari salah satu operator seluler. Test dilakukan dengan menggunakan browser Firefox 6 dengan plugin Extended Status Bar sebagai penghitung load time dan FoxyProxy sebagai proxy switcher. Berikut hasil test sederhana yang saya lakukan.

Test kecepatan browsing tanpa menggunakan Squid

Test pertama dilakukan sebanyak 2 kali, tanpa menggunakan cache dari Squid, waktu yang dibutuhkan untuk meload halaman utama blog ini rata-rata adalah 32 detik, dengan menggunakan koneksi up to 256 kbps.

Test kecepatan browsing menggunakan Squid cache

Test kedua juga dilakukan sebanyak 2 kali, dengan menggunakan cache dari Squid, waktu yang dibutuhkan untuk meload halaman utma blog ini rata-rata 16 detik, dengan koneksi up to 256 kbps. Berarti 2 kali lebih cepat waktu yang diperlukan untuk meload halaman web secara utuh, bahkan pada test berikutnya waktu untuk meload halaman ini hanya 10 detik saja.

Jadi saya dapat mengambil kesimpulan bahwa penggunaan cache memang sangat efektif untuk aktivitas browsing, karena hanya konten yang berubah saja yang diload dari server, untuk konten yang tidak mengalami perubahan, tidak lagi diload dari server, sehingga selain mengurangi waktu load, juga menghemat bandwidth.

Untuk menggunakan Squid cache pada browser cukup mudah, kita tinggal mengarahkan browser ke Squid, bila Squid terpasang di PC yang sama, maka kamu tinggal mengarahkan proxy browser ke IP localhost (127.0.0.1) dengan port default yaitu 3128, bila Squid terpasang pada PC lainnya, kamu hanya tinggal sesuaikan dengan IP dimana Squid tersebut dipasang. Perhatikan gambar berikut ini:

Mengarahkan browser ke proxy

Nah disini kita sudah dapat mengurangi masalah lamanya waktu load website favorit kita karena keterbatasan koneksi, lalu selanjutnya adalah masalah DNS. Masalah DNS ini masih cukup sering terjadi, karena masih banyaknya DNS server yang kurang reliable dari ISP di Indonesia. Oleh karena itu kita mencoba juga untuk mencache DNS record sehingga dapat mengurangi ketergantung terhadap DNS server dan terutama untuk mengurangi latency atau delay dalam proses lookup.

Cukup banyak aplikasi DNS cache, diantaranya adalah BIND, Unbound, PowerDNS, ExtraDNS, dan SimpleDNS. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, BIND memang aplikasi DNS yang paling populer, namun sayangnya pada sistem Windows, BIND hanya mencache DNS record pada memory, begitu juga pada kebanyakan aplikasi DNS lainnya seperti Unbound, sehingga pada saat PC dimatikan cache akan hilang.

Oleh karena itu saya menyarankan untuk menggunakan ExtraDNS atau SimpleDNS, kedua software ini mampu mencache DNS record dan menyimpan cache berbentuk databasenya di harddisk.

Extra DNS aplikasi DNS cache di Windows - Gambar 1

Extra DNS aplikasi DNS cache di Windows - Gambar 2

Nah, sampai disini saya rasa optimasi sudah cukup untuk keperluan browsing dengan nyaman, walau dengan koneksi internet yang terbatas bandwidthnya. Untuk yang belum mengetahui cara menginstal dan mengkonfigurasi Squid pada Windows, serta DNS Cache, kita akan bahas di kesempatan berikutnya.

Artikel Terkait

[related_posts limit=”3″]

  
Beberapa pencarian yang masuk pada artikel Mengoptimalkan Kecepatan Browsing diantaranya adalah:  cara tambah kecepatan internet dg script tweak,  dbm iinternet kecepataan,  detek DNS Android,  dns hilang setelah diset,  DNS menggunakan metode caching yang berarti,  mengatasi status bar yang lemot, .

Tinggalkan Komentar

 
Nama dan alamat email wajib diisi (alamat email tidak akan dipublikasikan).
Jangan memasukkan hal-hal yang berhubungan dengan privasi Anda seperti alamat email, nomor hp, dan lainnya pada kotak komentar.